Select Menu

ads2

Slider

Featured Post (Slider)

Rumah - Interior

Recent Comments

Kesehatan

Social Icons

google plus facebook linkedin

Artikel Popular

Portfolio

Motivasi Kerja

Travel

Performance

Cute

My Place

Motivasi Kerja

Racing

Videos

» » 6 Bintang Jagat Teknologi yang Ditantang IPO
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama


Jakarta - Performa Facebook di lantai bursa memang bisa dikatakan jauh dari harapan. Sempat melonjak di awal IPO (Initial Public Offering/penawaran saham perdana), namun justru terjun bebas tak lama setelahnya.

Pun demikian, kisah kelabu IPO Facebook tak lantas membuat pasar 'alergi' dengan perusahaan teknologi yang ingin go public.

Bahkan menurut analisa dari Business Insider, tahun 2013 akan menjadi momentum yang tepat bagi para startup teknologi untuk IPO.

Sejumlah kandidat pun dimunculkan. Tentu saja, mereka adalah bintangnya perusahaan teknologi saat ini. Siapa saja?

Berikut daftarnya seperti dilansir Business Insider. Sebagai catatan, dalam daftar tersebut juga disertakan hasil polling dari SecondMarket kepada para investor terkait perusahaan privat apa saja yang mereka inginkan untuk melantai di bursa.

Jadi semacam 'watch list' dari para investor, dan hasilnya dikumpulkan dalam bentuk angka peminat (watchers).

1. Twitter


Watchers: 11.375.
Perkiraan valuasi saat ini: USD 8 miliar.

Ya, setelah nama Facebook, Twitter merupakan jejaring sosial paling populer di dunia. Tanda-tanda akan IPO-nya Twitter sejatinya telah digaungkan pentolannya.

Chairman Twitter Jack Dorsey pernah menyatakan bahwa Twitter yang telah menjadi jaringan informasi global telah bersiap untuk go public.

Hal ini ditegaskan dengan merekrut mantan CFO Pixar Ali Rowghani untuk mengurus arus dan strategi keuangan situs mikroblogging itu.

2. Dropbox


Watchers: 6.769.
Perkiraan valuasi: USD 4 miliar.

Dengan memiliki 100 juta pengguna, Dropbox saat ini menjadi pemain utama di industri storage file online.

Memang, Dropbox tak mendapat pemasukan dari seluruh pengguna mereka. Diperkirakan hanya 4 juta pengguna yang mau membayar layanan dengan tarif USD 9,99 per bulan untuk memakai layanan 'plus-plus' di Dropbox.

Pun demikian, pemasukan tersebut dirasa cukup untuk menggerakkan roda perusahaan untuk menatap masa depan. Jangan lupakan pula booming layanan cloud computing yang secara tidak langsung dapat berimbas ke Dropbox.

Keterangan foto: CEO Dropbox Drew Houston (businessinsider).

3. Foursquare



Watchers: 5.549
Perkiraan valuasi: USD 760 juta

Bagi penikmat layanan jejaring sosial berbasis lokasi, nama Foursquare tentu tak bisa disangsikan.

Namun kabarnya, Foursquare tengah mendapat masalah untuk mendapatkan dana segar dari privat investor mereka. Sehingga pilihan untuk melantai di bursa pun menjadi opsi yang bisa dipertimbangkan.

Keterangan foto: CEO Foursquare Dennis Crowley (foursquare).

4. Square


Watchers: 4.538.
Perkiraan valuasi: USD 3,25 miliar

Square merupakan startup yang dibangun oleh pentolan Twitter, Jack Dorsey. Nah, seperti Twitter, Square juga dilaporkan tengah memasang kuda-kuda untuk IPO.

Square bahkan merekrut seorang CFO dan mendapat kucuran dana segar dari Citi dan Starbucks. Namun tidak disebutkan lebih lanjut, apa langkah kongkret selanjutnya dari Square untuk go public.

Keterangan foto: Jack Dorsey (teramoney).

5. LivingSocial


Watchers: 3.150
Perkiraan valuasi: USD 5 miliar

LivingSocial merupakan pesaing kuat bagi Groupon di ranah layanan daily deal. Perusahaan ini sejatinya masih baru, didirikan pada tahun 2007 oleh kuartet Tim O'Shaughnessy, Aaron Batalion, Eddie Frederick, dan Val Aleksenko.

Di Indonesia, LivingSocial pun telah mencapkan ekspansinya lewat akuisisi terhadap DealKeren pada tahun 2011 lalu.

Keterangan foto: CEO dan Cofounder LivingSocial Tim O'Shaughnessy (business insider).


6. Pinterest



Watchers: 2.266
Perkiraan valuasi: USD 1,5 miliar.

Di awal kehadirannya, Pinterest dianggap memberi 'kesegaran' di ranah jejaring sosial. Ya, Pinterest memang unik.

Ia merupakan bulletin board berbasis web, tempat orang berbagi foto atau pernak pernik lainnya yang disukai dalam penanda bernama 'pin'.

Meski tanpa sign-in, Anda juga bisa berselancar dan mengagumi 'pin-pin' yang diposting orang lain. Secara default, Pinterset menyuguhkan kepada peselancar kumpulan pin secara random: food, fashion, product, sport, travel, dan lain-lain. Namun Anda bisa berfokus pada konten tertentu dengan mengklik kategori khusus yang terdapat di menu bagian atas.

Nah, model layanan Pinterest yang berbeda ini juga cukup disukai investor, sehingga kehadiran mereka di lantai bursa pun dinanti.

Sumber

About Berita Buzz

Beritabuzz.blogspot.com merupakan salah satu divisi pengembangan Portal Online Pengetahuan Umum dari Kios Buku Gema (Gemar Membaca)™.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply