Select Menu

ads2

Slider

Featured Post (Slider)

Rumah - Interior

Recent Comments

Kesehatan

Social Icons

google plus facebook linkedin

Artikel Popular

Portfolio

Motivasi Kerja

Travel

Performance

Cute

My Place

Motivasi Kerja

Racing

Videos

» » Jabar Terkaya Energi Panas Bumi
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan saat ini adalah energi fosil yang tidak dapat diperbaharui. Satu cara mengatasi krisis energi dengan memanfaatkan energi terbarukan yang tidak saja mencegah krisis tapi juga mencegah pemanasan global karena ramah lingkungan.

Beberapa energi yang ramah lingkungan adalah tenaga surya dan angin. Namun saat ini energi yang sedang menjadi sorotan adalah energi geothermal atau panas bumi. Dan Indonesia adalah negara yang memiliki semua energi alternatif tersebut. Bahkan konon Indonesia akan menjadi negara paling kaya karena memiliki energi panas bumi paling banyak di dunia. Jawa Barat adalah provinsi yang paling tinggi kandungan panas buminya.

Tercatat energi panas bumi yang dimanfaatkan sebesar 1.100 MW, atau sekitar 4,2 persen dari cadangan panas bumi nasional yang mencapai sekitar 28 MWe atau setara dengan 12 miliar barel. Provinsi Jawa Barat. menyimpan potensi panas bumi sebesar 6.096 MW yang terdiri dari 40 titik manifestasi.

Saat ini total kapasitas terpasang baru mencapai sebesar 1.057 MW. Di Provinsi Jawa Barat terdapat 7 (tujuh) WKP, terdiri dari, 4 (satu) WKP Panas Bumi yang telah ditetapkan sebelum terbitnya UU No. 27/2003, yaitu WKP Cibeureum Parabakti, WKP Pangalengan, WKP Kamojang-Darajat dan WKP Karaha-Cakrabuana dan 3 (dua) WKP Panas Bumi yang telah ditetapkan setelah terbitnya UU No. 27/2003, yaitu WKP Tangkuban Parahu, WKP Tampomas dan WKP Cisolok Cisukarame.

Selain itu terdapat pula 2 (dua) pengusahaan panas bumi untuk skala kecil yaitu wilayah Cibuni dan Ciater, Tangkuban Perahu.

Menurut Dewan Nasional Perubahan Iklim, Dr Armi Susandi, Indonesia memiliki prospek bagus untuk pengembangan energi terbarukan. Namun hingga saat ini energi terbarukan seperti masih dianak tirikan.

Padahal bila dimanfaatkan bisa mengurangi penggunaan energi fosil. Beberapa energi yang berpeluang dikembangkan di Indonesia antara lain energi angin, matahari, biodisel, panas bumi, dan batu bara. Namun Indonesia masih memiliki kendala untuk mengembangkan energi tersebut.

"Hambatannya seperti biaya investasi tinggi, biaya produksi tinggi. Selain itu kurang insentif dan kurang pengetahuan dan pendanaan. Dari segi SDM juga, karena ahli energi terbarukan masih sedikit," kata Armi pada acara Repertoar Gerakan Mahasiswa dari Pemuda untuk Bangsa di Aula Timur ITB Jalan Ganeca, Sabtu (17/3/2012).

Di Indonesia saat ini sudah ada penelitian pengembangan energi terbarukan seperti potensi energi angin. Indonesia banyak sekali pantai yang anginnya cukup besar dan bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Ada sekitar 700 garis pantai di Indonesia.

Penelitian sudah dilakukan di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Selatan. Potensi anginnya sangat bisa dimanfaatkan untuk energi. Langkah lebih baik lagi sudah dilakukan yakni pengembangan energi surya di Papua, Irian Jaya. ITB mengembangkan sel surya dengan bekerja sama dengan sejumlah instansi swasta, BUMN, Pemda setempat juga Universitas Cendrawasih.

Panel surya ini akan segera dioperasionalkan. "Dananya memang besar, untuk dana ini hibah dari Belanda. Hingga lima tahun ke depan, masih dipegang ITB. Tapi ke depannya, Pemda setempat yang akan meneruskan. Untuk energi terbarukan memang harus kerjasama, tidak bisa sendiri," katanya.

Sumber

About Berita Buzz

Beritabuzz.blogspot.com merupakan salah satu divisi pengembangan Portal Online Pengetahuan Umum dari Kios Buku Gema (Gemar Membaca)™.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply