Select Menu

ads2

Slider

Featured Post (Slider)

Rumah - Interior

Recent Comments

Kesehatan

Social Icons

google plus facebook linkedin

Artikel Popular

Portfolio

Motivasi Kerja

Travel

Performance

Cute

My Place

Motivasi Kerja

Racing

Videos

» » Lansia Rentan Alami Gangguan Jiwa
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Ilustrasi - istockphoto

SOLO – Orang lanjut usia (Lansia) dinilai paling rentan mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan tercatat 25% dari keseluruhan Lansia mengalami masalah gejala gangguan kejiwaan.

Hal tersebut disampaikan dokter RSUD dr Moewardi Solo dr Yusvick M Hadin SpKj dalam seminar kesehatan jiwa pada Lansia dengan tema Bina Lansia Sehat yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Solo di gedung Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS), Sabtu (29/12/2012). Pihaknya memperkirakan jumlah penderita gangguan kejiwaan pada lansia akan mengalami kenaikan cukup tinggi.

Dia menuturkan ada berbagai faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. Di antaranya mulai penurunan kondisi fisik, penurunan fungsi dan potensi seksual, perubahan aspek psikologi dan perubahan dalam peran sosial di masyarakat.

“Secara umum kondisi fisiknya masih baik. Badannya masih tampak bugar. Namun mental emosionalnya sudah berubah,” katanya.

Selain mengalami penurunan suasana perasaan dan kurangnya gairah hidup, dia menambahkan lansia juga mengalami gangguan daya ingat. Penurunan daya ingat semakin diperparah jika lansia ditinggalkan oleh pasangan hidupnya. Kondisi depresi memperparah gangguan kognitif yang dideritanya.

“Kecenderungan mengalami depresi meningkat sejalan bertambahnya usia. Kaum lansia merupakan salah satu kelompok orang yang rentan mengalami depresi sepanjang hidupnya,” katanya.

Dia menyebutkan penyebab gangguan jiwa pada lansia terjadi karena kurangnya hubungan sosial, kesepian, kematian, kemiskinan dan sakit. Sementara dari sisi psikologis, imbuh dia, kurangnya harga diri, kemampuan untuk mengadakan hubungan intim hingga sakit fisik.

Sedangkan dari sisi biologis, gangguan kejiwaan dipengaruhi hilangnya sel-sel saraf atau neurotransmitter. Dia mencontohkan gejala depresi yang dialami seperti kehilangan minat dan energi, tidak konsentrasi, rasa bersalah, pesimis tentang masa depan, gangguan tidur dan menurunnya nafsu makan. Kondisi depresi pada pasien lansia banyak dihubungkan dengan kebugaran fisiknya.

“Diperlukan pemahaman bagi orang-orang di sekitar pasien lansia ini. Seperti anak maupun cucu untuk memahami dan bisa memberi perhatian bagi lansia. Ini salah satu langkah untuk menghidari lansia dari gangguan kejiwaan,” katanya.

Indah Septiyaning W/JIBI/SOLOPOS

Sumber

About Unknown

Beritabuzz.blogspot.com merupakan salah satu divisi pengembangan Portal Online Pengetahuan Umum dari Kios Buku Gema (Gemar Membaca)™.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply