Select Menu

ads2

Slider

Featured Post (Slider)

Rumah - Interior

Recent Comments

Kesehatan

Social Icons

google plus facebook linkedin

Artikel Popular

Portfolio

Motivasi Kerja

Travel

Performance

Cute

My Place

Motivasi Kerja

Racing

Videos

» » Awas Kebanjiran, Waspada Air Menyusup!
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Oleh Jotos 
Foto : Njotos, Endro


Sekarang masih musim hujan, bisa saja motor kita harus menerobos banjir. Kalau mogok, lewat toolkit standar pun, sobat pun bisa melakukan pertolongan pertama pada skubek.

Banyak hal yang bisa menyebabkan motor matik mati mendadak saat melewati banjir. Coba dihidupkan pun, agak sulit. Ada baiknya sedia payung sebelum hujan. Seperti yang dialami Adit, warga Joglo, Jakarta Barat ini. Skubek kesayangan Adit mati ketika melewati jalanan yang banjir. Untung bawa toolkit. Jadi, gak perlu dorong ke bengkel," katanya.

Masalah itu disebabkan karena air masuk ke dalam mesin. Pertama yang harus dibuka, busi. Busi itu tidak mengeluarkan api, karena di dalam ruang bakar terdapat air. Meski tak mungkin masuk lewat derat busi, tapi air bisa masuk dari filter udara. "Air itu tersedot karburator dan menuju ke ruang bakar," bilang Hasan Basri, pebengkel Hasan Motor di Jl. Kelapa Dua Raya, No. 18, Jakarta Barat.

Mengatasinya penyalur api itu mesti dibuka pakai kunci busi lalu dibersihkan. Apabila busi mati, cukup rogoh kocek Rp 10-15 ribu. Lebih bagusnya, siapkan busi cadangan di dalam bagasi.

Selain itu, karburator juga turut dibuka, dipastikan air yang masuk dari filter udara itu masih ada didalam karburator. Membuangnya, buka baut pembuangan bensin memakai obeng plus yang ada di mangkok karburator.


Waspadai air masuk ke CVT kala lewati genangan air (kiri) - Buka busi dan keringkan! Buang air lewat lubang pembuangan di mangkok karbulator

Selanjutnya, pada bagian CVT. Kalau banjirnya melebihi CVT, dipastikan peranti yang ada dibalik bak itu mudah rusak. Misalnya, V-belt. Biasanya setelah penggerak roda ini terkena air, akan mudah getas alias retak.

Jangan menunggu lama. Buang air yang masuk ke dalam CVT. Biasanya terdapat slang yang dimampatkan. Seperti di skubek Honda, slang itu bisa dilepas dengan cara ditarik menggunakan tang. Agar air yang masuk ruang CVT keluar semua.

Selain itu, kalau mau lebih aman, besok lebih baik servis CVT. Untuk membersihkan air dan kotoran yang melekat.

Kalau motor sudah jalan, jangan lupa kesokan harinya dicek lagi. Seperti oli mesin dan oli gardan. Pelumas itu pasti sudah bercampur air. Dilihat warnanya, sedikit putih kecoklatan. Baiknya diganti saja. Rp 28 ribu buat oli mesin dan Rp 15 ribu untuk oli gardan.

About Berita Buzz

Beritabuzz.blogspot.com merupakan salah satu divisi pengembangan Portal Online Pengetahuan Umum dari Kios Buku Gema (Gemar Membaca)™.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply