Slider
Featured Post (Slider)
Rumah - Interior
Kategori
- Arkeologi
- Arkeologi Dunia
- Arsitektur
- Bisnis
- Ekonomi Indonesia
- Elektronik
- Energi
- Fashion
- Game
- Halaman
- Inovasi
- Kebudayaan
- Kesehatan
- Kesehatan Jiwa
- Komputer - Game
- Komputer - Hardware
- Komputer - OS dan Software
- Komputer - Tips
- Komputer Sabak
- Komputer Sabak - Game
- Komputer Sabak - OS dan App
- Komputer Sabak - Tips
- Lalu Lintas
- Liburan
- Liburan - Tips
- Lingkungan dan Cuaca
- Media Sosial
- Motivasi Diri
- Motivasi Kehidupan
- Motivasi Kerja
- Motivasi Keuangan
- Motivasi Wirausaha
- Obat - Herbal
- Obat - Kimia
- Otomotif
- Otomotif - Asuransi
- Otomotif - Kebanjiran
- Otomotif - Tips
- Pendidikan
- Penyakit
- Peternakan
- Rangking Universitas
- Rumah - Eksterior
- Rumah - Interior
- Smartphone
- Smartphone - App
- Smartphone - OS
- Smartphone - Tips
- Teknologi
- Umum
- Universitaria
Recent Comments
Kesehatan
Artikel Popular
-
Oleh Tri Agus Yogawasista Kini hadir Pasar KITA dimana barangnya Segar, dan lingkungan belanja Bersih dan Nyaman! Pasar KITA ad...
-
By Luxigon As the sun tracks across the sky, the entirety of the building’s western façades transform image by luxigon New york-b...
-
PENAWARAN KERJASAMA PROMOSI Promosi di Media Online Pengguna Internet di Indonesia yang makin berkembang membuka peluang baru ba...
-
JAKARTA - Pernah mencicipi aneka kue kuku macan? Hmm..nikmat sekali bukan. Tetapi pernahkah merasakan dicakar macan? Ih, amit-amit, janga...
-
JAKARTA - Selain coakan di balik hendel pintu mobil, ada bagian lain yang juga perlu diberi pelindung stiker agar terhindar dari lece...
-
By David Galbraith - Oobject.com In the early days of manned flight, people generally had no clue what they were doing. If two wi...
-
By Alexandra Burlacu New Surface tablet computers with keyboards are displayed at its unveiling by Microsoft in Los Angeles, Californi...
-
Moto Kios Buku Gema (Gemar Membaca)™ : 1. Just DUIT (Do'a, Usaha, Ikhlas dan Tawakal) 2. Hari ini lebih baik dari hari kem...
-
By Marija Bojovic It has been recently announced that Sou Fujimoto , together with French practices Nicolas Laisné Associés (NL*A) a...
-
Dalam mencatat kejadian-kejadian penting seperti hari kelahiran, pernikahan serta moment penting lainnya kadangkala kita hanya mencata...
Portfolio
Motivasi Kerja
Travel
Performance
‹
›
Cute
My Place
Motivasi Kerja
Racing
Videos
Lihat, ada ikan nemo di sekitar anemon (Afif/detikTravel)
Raja Ampat - Raja Ampat di Papua Barat punya keindahan bawah laut yang terkenal hingga mancanegara. Sebelum menyelam, perhatikan dulu dermaga di tempat Anda berpijak. Ada si cantik yang tersembunyi di sana. Apa ya?
Raja Ampat begitu menggoda. Birunya laut sepanjang perjalanan, mampu mengenyahkan teriknya panas matahari. Gugusan pulau karangnya juga tak kalah menakjubkan. Bayangkan, ada pulau-pulau kecil di tengah laut dengan ukuran beraneka ragam. Namun, saya menemukan sesuatu yang unik di kabupaten Papua Barat ini saat beberapa waktu lalu.
Perjalanan kali ini membawa saya ke dua pulau di Raja Ampat, yaitu Pulau Mansuar dan Pulau Arborek. Bersama rombongan traveler lainnya, kami akan bermalam di Pulau Mansuar dan lalu berkunjung ke desa wisata di Pulau Arborek.
Perjalanan dari Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat,menghabiskan waktu lebih dari 1 jam untuk tiba di Pulau Mansuar. Di Pulau Mansuar, kami menginap di Raja Ampat Dive Lodge. Suatu penginapan yang terletak persis di pinggir pantai.
Boat yang kami tumpangi akhirnya berhenti di dermaga Pulau Mansuar. Dermaga kecil ini terbuat dari kayu dan atap-atapnya terbuat dari jerami. Meski demikian, pemandangan dari dermaga sungguh terlihat menakjubkan. Air laut gradasi hijau kebiruan sungguh terlihat jelas. Cantiknya!
Setelah menaruh barang, kami bergegas menuju Pulau Arborek. Perjalanan sekitar 2 jam, seolah tidak terasa saat kami tiba di sana. Dari dermaganya saja, sudah terlihat karang-karang cantik di bawah air lautnya. Ya, air laut di sini memang sangat jernih.
Namun, ada satu hal yang membuat kami terkejut. Ada suatu jaring besar di pinggir dermaga. Dengan rasa penasaran, kami mencoba mendekatinya. Rupanya, ini adalah penangkaran ikan kerapu merah. Wow!
Ikan nemo yang cantik dilihat dari atas dermaga (Afif/detikTravel)
Ini bukanlah penangkaran ikan biasa. Ikan kerapu merah itu terlihat besar dengan badannya yang berwarna merah. Ukurannya mungkin setengah besar lengan orang dewasa. Jumlahnya pun tidak hanya satuan, tapi ada puluhan. Jaringnya juga besar, sehingga mereka dengan leluasa bisa berenang-renang. Apalagi, birunya air laut menjadi kontras dengan warna ikannya yang merah. Cantiknya!
Penangkaran ikan kerapu merah menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Arborek. Biasanya ikan kerapu merah terdapat di lautan, tapi kami dapat melihatnya dari dekat di pinggir dermaga.
Setelah itu, kami berjalan-jalan ke Desa Wisata Arbroek dan snorkeling di sekitar pantainya. Ditambah dengan melihat langsung ikan kerapu merah, pengalaman traveling di Arborek sungguh menyenangkan. Sayangnya, kami tak dapat menyantap lezatnya ikan tersebut karena waktu yang terbatas.
Setelah itu, kami kembali ke Pulau Mansuar. Saat sedang berjalan di atas dermaga kayunya, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak. "Hei, cepat ke sini, ada ikan nemo!" kata salah satu traveler. Kami lantas bergegas menuju ke tempat dia tersebut.
Hah? Kami semua pun terkejut. Dengan langkah seribu, saya dan beberapa traveler lainnya mendekati dia yang sedang membungkukkan badan sambil melihat ke dasar dermaga. Jarak dari kami dari atas dermaga ke dasar air pantainya, kira-kira 2-3 meter.
Benar saja, ada dua ikan nemo atau ikan badut yang berenang-renang di anemon atau tumbuhan laut. Ditambah teriknya matahari, ikan tersebut terlihat sangat jelas. Warnanya yang khas menjadi kolaborasi sempurna dengan warna hijau dari anemon. Ohh.. pemandangan yang sangat cantik!
Kami semua langsung memotret ikan lucu ini. Saat itu, terlihat dua ikan nemo yang sedang bergerak lincah di sekitar anemon. Kami pun menahan diri agar tidak menimbulkan gerakan yang mencurigakan. Kami semua diam terkagum-kagum. Jika hanya dari dermaga saja bisa melihat ikan secantik ini, apalagi kami menyelam hingga puluhan meter ke dalam lautan? Pasti masih banyak ikan-ikan cantik lainnya!
Ikan-ikan kerapu merah di Pulau Arborek (Afif/detikTravel)
Namun, sekitar 5 menit berlalu, ikan ini berenang jauh meninggalkan kami. Sedih rasanya, padahal kami masih ingin berlama-lama memandangi mereka. Tapi tak apalah, melihat ikan nemo dari atas dermaga tanpa menyeburkan diri, menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Raja Ampat memang ajaib, buktikan sendiri!
Sumber
Liburan
Jakarta - Tidak melulu suasana gersang yang bisa traveler lihat saat melakukan perjalanan ke sebuah gurun. Beberapa daerah di belahan dunia ini punya gurun dengan pemandangan aneh. Mau tahu seperti apa?
Melihat permukaan pasir berwarna kuning kecokelatan yang bergelombang tertiup angin mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana kalau gurun ini berada di tengah padang salju, punya tujuh warna, atau terbentuk dari garam? Ini baru luar biasa.
Menurut versi detikTravel, Rabu (21/11/2012), 4 gurun ini punya pemandangan paling dahsyat dan ajaib di dunia:
1. Gurun Chihuahua, Meksiko
Ratusan kristal raksasa dengan tinggi sekitar 12 meter ini memang tidak ada di atas permukaan. Namun, kristal-kristal ini tumbuh subur di bawah Gurun Chihuahua yang terletak di Naica Mine, Meksiko, Amerika Tengah.
Kumpulan kristal-kristal raksasa ini pun kini dikenal dengan nama Giant Crystal Cave. Seperti yang dijelaskan dalam situs resmi The Giant Crystal Project Site, di bawah gurun ini terdapat sekitar 170 kristal setinggi 1 sampai 2 meter.
Layaknya sebuah gurun yang tandus dan gersang, otomatis bagian dalamnya juga sangat panas. Suhu di bawah Gurun Chihuahua ini bisa mencapai 60 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban 90-100 persen.
2. Gurun Chara, Rusia
Tepis anggapan Anda yang mengatakan kalau gurun pasir itu gersang dan panas saat melihat Chara Sands atau Padang Pasir Chara. Bagaimana tidak, gurun yang berada di kawasan Trans-Baikal, Pegunungan Siberia, Rusia ini berada di atas pegunungan salju.
Uniknya, tidak cuma ada gurun pasir yang berwarna cokelat di sekelilingnya juga ada lapisan salju yang super putih. Padang pasir dengan oase atau dengan batuan mungkin sudah biasa. Tapi salju dan padang pasir cuma ada di Chara Sands.
Inilah yang menjadikan Gurun Chara punya panorama yang super unik. Tidak akan ada unta, Anda justru akan melihat beruang Siberia atau rusa. Saat musim dingin, akan ada lebih banyak salju menutupi padang pasir Chara Sands. Tapi, saat musim panas, salju agak berkurang dan padang pasir ini lebih kentara terlihat.
Kadang, gurun ini juga tertutup salju terutama saat musim dingin menyapa. Namun, salju tidak pernah betah lama-lama di sana. Selesai musim dingin, gurun ini kembali memesona dengan menjadi anomali dan siap memuaskan rasa penasaran para wisatawan.
3. Gurun Seven Colored Earth, Afrika
Kalau biasanya saat traveling ke gurun pasir hanya melihat warna cokelat atau putih, lain lagi ketika Anda datang ke Desa Charamel di Distrik Black River, Pulau Mauritius, sebelah timur Afrika.
Sekitar 7.500 m2 terhampar luas pasir halus nan berkilau dengan aneka warna berbeda. Ada pasir yang berwarna merah, cokelat, ungu, hijau, biru, kuning, dan oranye yang berpadu menjadi satu. Pemandangan ini pun berhasil menciptakan pemandangan ajaib yang berpadu menjadi satu.
Menurut cerita, penumpukan pasir yang sudah bertahun-tahun ini bisa menimbulkan warna karena terbentuk dari pecahan batuan vulkanik beraneka warna yang bercampur dengan berbagai mineral yang terkandung dalam tanah.
Seven Colored Earth hampir selalu dipenuhi turis dalam dan luar negeri. Bahkan, dulu para turis diperbolehkan untuk menginjak dan mendaki bukit pasir ini. Tapi sayang, saat ini gurun pasir tersebut dibatasi pagar-pagar kayu, sehingga traveler tidak bisa masuk.
4. Gurun Garam, Bolivia
Kalau gurun biasanya identik dengan pasir, lain halnya dengan gurun di Bolivia yang seluruhnya berupa garam. Salar de Uyuni, destinasi yang berada di dekat Pegunungan Andes ini, merupakan gurun garam terluas di dunia.
Seperti yang dilansir dari situs Lonely Planet, keunikan tempat ini memang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Wisatawan yang singgah dan datang ke lokasi ini bisa menikmati pemandangan lautan garam bahkan hotelnya pun terbuat dari garam.
Gurun garam ini punya luas sekitar 10.582 km2. Ternyata Salar de Uyuni merupakan bagian dari Danau Michin, danau besar pada zaman prasejarah. Kemudian Danau Michin mengering dan menyisakan Salar de Uyuni.
Di bawah permukaan Salar de Uyuni, sekitar 2-20 meter, ada danau air garam jenuh. Danau ini ditutupi oleh kumpulan garam padat yang akhirnya membentuk dataran garam yang luas.
Sumber
Melihat permukaan pasir berwarna kuning kecokelatan yang bergelombang tertiup angin mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana kalau gurun ini berada di tengah padang salju, punya tujuh warna, atau terbentuk dari garam? Ini baru luar biasa.
Menurut versi detikTravel, Rabu (21/11/2012), 4 gurun ini punya pemandangan paling dahsyat dan ajaib di dunia:
1. Gurun Chihuahua, Meksiko
Kristal-kristal ini seperti tersembunyi di bawah Gurun Chihuahuan, Meksiko (stormchaser.ca)
Ratusan kristal raksasa dengan tinggi sekitar 12 meter ini memang tidak ada di atas permukaan. Namun, kristal-kristal ini tumbuh subur di bawah Gurun Chihuahua yang terletak di Naica Mine, Meksiko, Amerika Tengah.
Kumpulan kristal-kristal raksasa ini pun kini dikenal dengan nama Giant Crystal Cave. Seperti yang dijelaskan dalam situs resmi The Giant Crystal Project Site, di bawah gurun ini terdapat sekitar 170 kristal setinggi 1 sampai 2 meter.
Layaknya sebuah gurun yang tandus dan gersang, otomatis bagian dalamnya juga sangat panas. Suhu di bawah Gurun Chihuahua ini bisa mencapai 60 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban 90-100 persen.
2. Gurun Chara, Rusia
Salju di atas padang pasir Chara Sands (odditycentral.com)
Tepis anggapan Anda yang mengatakan kalau gurun pasir itu gersang dan panas saat melihat Chara Sands atau Padang Pasir Chara. Bagaimana tidak, gurun yang berada di kawasan Trans-Baikal, Pegunungan Siberia, Rusia ini berada di atas pegunungan salju.
Uniknya, tidak cuma ada gurun pasir yang berwarna cokelat di sekelilingnya juga ada lapisan salju yang super putih. Padang pasir dengan oase atau dengan batuan mungkin sudah biasa. Tapi salju dan padang pasir cuma ada di Chara Sands.
Inilah yang menjadikan Gurun Chara punya panorama yang super unik. Tidak akan ada unta, Anda justru akan melihat beruang Siberia atau rusa. Saat musim dingin, akan ada lebih banyak salju menutupi padang pasir Chara Sands. Tapi, saat musim panas, salju agak berkurang dan padang pasir ini lebih kentara terlihat.
Kadang, gurun ini juga tertutup salju terutama saat musim dingin menyapa. Namun, salju tidak pernah betah lama-lama di sana. Selesai musim dingin, gurun ini kembali memesona dengan menjadi anomali dan siap memuaskan rasa penasaran para wisatawan.
3. Gurun Seven Colored Earth, Afrika
Gurun pasir tujuh warna (amusingplanet.com)
Kalau biasanya saat traveling ke gurun pasir hanya melihat warna cokelat atau putih, lain lagi ketika Anda datang ke Desa Charamel di Distrik Black River, Pulau Mauritius, sebelah timur Afrika.
Sekitar 7.500 m2 terhampar luas pasir halus nan berkilau dengan aneka warna berbeda. Ada pasir yang berwarna merah, cokelat, ungu, hijau, biru, kuning, dan oranye yang berpadu menjadi satu. Pemandangan ini pun berhasil menciptakan pemandangan ajaib yang berpadu menjadi satu.
Menurut cerita, penumpukan pasir yang sudah bertahun-tahun ini bisa menimbulkan warna karena terbentuk dari pecahan batuan vulkanik beraneka warna yang bercampur dengan berbagai mineral yang terkandung dalam tanah.
Seven Colored Earth hampir selalu dipenuhi turis dalam dan luar negeri. Bahkan, dulu para turis diperbolehkan untuk menginjak dan mendaki bukit pasir ini. Tapi sayang, saat ini gurun pasir tersebut dibatasi pagar-pagar kayu, sehingga traveler tidak bisa masuk.
4. Gurun Garam, Bolivia
Gurun Garam, Salar de Uyuni di Bolivia (inspiringtravellers.com)
Kalau gurun biasanya identik dengan pasir, lain halnya dengan gurun di Bolivia yang seluruhnya berupa garam. Salar de Uyuni, destinasi yang berada di dekat Pegunungan Andes ini, merupakan gurun garam terluas di dunia.
Seperti yang dilansir dari situs Lonely Planet, keunikan tempat ini memang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Wisatawan yang singgah dan datang ke lokasi ini bisa menikmati pemandangan lautan garam bahkan hotelnya pun terbuat dari garam.
Gurun garam ini punya luas sekitar 10.582 km2. Ternyata Salar de Uyuni merupakan bagian dari Danau Michin, danau besar pada zaman prasejarah. Kemudian Danau Michin mengering dan menyisakan Salar de Uyuni.
Di bawah permukaan Salar de Uyuni, sekitar 2-20 meter, ada danau air garam jenuh. Danau ini ditutupi oleh kumpulan garam padat yang akhirnya membentuk dataran garam yang luas.
Sumber
Liburan
Ada api mengintip dari balik air terjun (amusingplanet.com)
New York - Air dan api adalah dua buah elemen yang tidak bisa disatukan. Namun, Taman Chestnut Ridge di New York, AS, punya air terjun dengan api menyala di baliknya. Ajaib!
Jauh di pedalaman Taman Chestnut Ridge yang rimbun, ada sebuah air terjun yang bernama Eternal Flame Falls atau yang berarti air terjun Api Abadi. Bukan tanpa alasan, memang ada api di balik air terjun ini demikian ditengok dari Amusing Planet, Senin (26/11/2012).
Pemandangan api yang meliuk menyala di balik derasnya air yang turun dari ketinggian menjadi sajian menarik bagi para traveler yang ke sana. Api ini berasal dari gas alam yang keluar melalui celah batu di sana.
Api ini bisa juga mati jika terkena angin yang terlalu kencang atau tersiram air terlalu banyak. Namun para pendaki dan pelancong yang ke sana akan dengan senang hati kembali menyalakan api demi sajian pemandangan unik.
Taman Chestnut Ridge yang memiliki luas 485 hektar dan berada di New York ini memiliki panorama yang sangat segar. Taman yang berada di antara Sungai Eighteenmile dan lembah Cazenovia Creek ini menjadi destinasi yang digemari bagi para pendaki, penyuka olahraga sepeda dan traveler yang senang dengan ruang terbuka.
Jika penasaran, Anda pun bisa menjelajah taman ini dan menemukan air terjun dengan api yang menyala. Namun jangan heran dengan bau telur busuk saat sudah dekat sana. Itu adalah bau dari gas alam yang membuat api menyala di balik air.
Gas alam ini tidak hanya satu, namun tersebar di banyak titik. Namun tidak semua titik memiliki tempat yang memungkinkan untuk menyalakan api. Beberapa titik malah berada di dasar sungai sehingga terlihat gelembung udara kecil dari dalam air.
Waktu paling pas mendatangi air terjun ini adalah saat awal musim semi karena air yang mengalir cukup banyak. Tidak terlalu banyak atau sedikit. Sehingga menyenangkan jika bermain air di sini. Namun jika Anda lebih tertarik dengan apinya, bisa datang saat musim panas. Karena pada musim ini, air lebih sedikit sehingga Anda bisa mencari celah yang mengeluarkan gas dan menyalakan api di sana.
Sumber
Liburan
dok. Thinkstock
Jakarta - Setiap orang tentu punya alasan sendiri kenapa berlibur atau traveling. Setelah dilakukan poling, hasilnya mengejutkan. Beragam alasan mulai dari yang serius sampai yang aneh pun terlontar. Kira-kira apa saja ya?
Kalau ditanya alasan traveling, sebagian orang mungkin ada yang menjawab untuk mengisi waktu libur. Tak sedikit pula yang mengatakan untuk menjernihkan pikiran setelah suntuk bergulat dengan pekerjaan.
Tapi siapa sangka, alasan untuk traveling ternyata tidak hanya sesimpel itu. Masih ada lagi alasan lain yang digunakan traveler untuk liburan. Bahkan tak sedikit yang melontarkan alasan unik dan sedikit gila untuk traveling.
Sebuah poling pun dilakukan oleh situs perjalanan Smart Traveler kepada pembacanya. Situs ini mengeluarkan sejumlah pertanyaan tentang traveling dan dijawab melalui komentar facebook atau twitter.
Salah satu pertanyaan yang dikeluarkan adalah apa alasan Anda melakukan traveling? Mengejutkan, sejumlah jawaban unik didapat.
"Untuk mengoleksi tisu toilet dari seluruh tempat. Tidak digunakan, alami. :)" jawab salah satu pembaca Smart Traveler, @TBEX lewat Facebook, seperti yang ditulis Smart Traveler, Kamis (29/11/2012).
Bukan cuma @TBEX, alasan unik lain juga digunakan @Kelley Herrmann Kagale "Alasan suami saya ... untuk menikmati seporsi Big Mac di setiap negara! Sampai saat ini sudah 21 negara dan bulan depan dia akan mencicipi Big Mac buatan Denmark!" katanya via Facebook.
Tak mau kalah dengan Kelley, @Elaine Erspamer Marchant juga ikut menuturkan alasan ia traveling.
"Ibuku suka traveling karena tujuan dia dalam hidupnya adalah bisa mengunjungi seluruh negara di dunia. Tahun ini dia berhasil datang ke Korea Utara dan Sudan Selatan,"
Ternyata begitu banyak dan simpel alasan seseorang melakukan traveling. Lalu bagaimana dengan Anda?
Sumber
Liburan
Bukit Sumpula, bagaikan pantai di atas bukit (Afif/detikTravel)
Wamena - Pasir putih tak hanya identik dengan pantai. Buktinya, Bukit Sumpula di Distrik Kurulu, Wamena, Papua, punya bukit yang dipenuhi hamparan pasir putih. Aneh tapi nyata!
Papua seolah tak pernah habis untuk dijelajahi. Di bagian tengah pulaunya, tepatnya di Wamena, ada keajaiban alam yang akan membuat Anda takjub. Hamparan pasir putih di Bukit Sumpula mampu membuat takjub detikTravel dan tim Dream Destination Papua saat berkunjung ke sana, pada Senin (26/11/2012).
Dari Bandara Wamena, perjalanan ke Bukit Sumpula memakan waktu sekitar 45 menit dengan mobil. Panasnya kota Wamena diimbangi dengan udara sejuk khas Wamena. Terang saja, wilayahnya dikelilingi oleh pegunungan. Segarnya!
Akhirnya, mata semua rombongan tertuju ke suatu bukit. Bukit yang ditumbuhi rerumputan dan penuh bebatuan berwarna abu-abu. Tak ada pohon yang berukuran tinggi di sana.
Mobil pun berhenti di tepian. Semua rombongan sudah dijanjikan oleh sang pemandu soal bukit yang diselimuti pasir putih. Kamera pun sudah siap di tangan untuk mengabadikannya. Setelah mendaki bukit dari tepi jalan, janji itu pun ditepati. Ya, di depan kami ada hamparan pasir putih. Benar-benar pasir putih seperti pasir pantai!
Bebatuan dan pasir putihnya, seolah sedang di pantai! (Afif/detikTravel)
"Di bukit ini ada enam titik lokasi pasir putihnya," kata pemandu kami, Sakeus Dabi.
Pasir putihnya sangat kontras dengan rerumputan hijau disekelilingnya. Ini benar-benar ajaib. Saat dipegang, tekstur pasirnya sangat halus di tangan.
Masih dalam rasa takjub, rombongan disuruh untuk mendaki lebih ke atas. Ada apalagi di sana?
Wow! Saat mendaki ke atas bukitnya lebih tinggi lagi, pasir putihnya makin banyak. Tak hanya itu, batu-batu besar berwana hitam dan abu-abu makin membuat pemandangannya menakjubkan. Batu-batu granitnya seperti di pantai yang ada di Pulau Belitung!
"Pasir putih ini sudah ada sejak dulu, ini adalah pemberian Tuhan," lanjut Sakeus.
Pasir putih dengan tekstur halus (Afif/detikTravel)
Rombongan pun dibuat sibuk memotret sana-sini, sekaligus bermain pasir. Dari atas bukitnya, ada pegunungan berwana hijau yang diselimuti awan putih dan langit biru jernih. Anak-anak kecil yang bermain di sini menambah keceriaan kami.
"Masyarakat menjaga tempat ini menolak pengolahan pasir putih untuk dibuat kaca," tegas Sakeus.
Sakeus menambahkan, bukit pasir putih ini belum masuk dalam pengelolaan Dinas Budaya dan Pariwisata. Masyarakatlah yang menjaganya agar tetap terawat.
"Untuk biaya masuknya secara sukarela saja," ujar Sakeus.
Inilah keajaiban Papua lainnya. Pasir putih di sini bagaikan 'pantai' yang dipindah di atas bukit. Meski tak ada air laut biru, pasir putihnya sudah membuat diri ini takjub!
Pemandangan kontras antara pasir putih dan rerumputan hijau (Afif/detikTravel)
Sumber
Liburan
KOMPAS/MOHAMAD FINAL DAENG
Atraksi tarian tradisional Papua menyambut kedatangan penumpang Sriwijaya Air di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, usai penerbangan perdana maskapai tersebut untuk rute Jakarta-Jayapura, Selasa (22/5/2012). kisaran 20 persen per tahun.
KOMPAS.com – Mendengar Jayapura, maka banyak orang langsung berpikir jarak yang jauh. Memang, untuk pelancong dari ibu kota negara, Jakarta, Jayapura begitu jauh. Perlu waktu sekitar 8 jam perjalanan udara untuk mencapai Bandara Sentani, pintu masuk kota Jayapura.
Namun, anggapan jauh bisa berubah jika pelancong datang dari belahan timur Indonesia, entah dari Kupang di Nusa Tenggara Timur ataupun Ambon di Provinsi Maluku. Paling sering tentu saja dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Bahkan, penumpang dari Jakarta pun biasanya harus transit di Makassar. Beberapa maskapai melakukan transit dua kali jika berangkat dari Jakarta, yaitu di Makassar dan Biak, Papua. Lama di udara untuk rute Jakarta-Jayapura sebenarnya hanya sekitar 5 jam.
Terasa lama karena proses check-in dan waktu transit, serta pesawat yang harus menunggu giliran karena kemampuan bandara yang sudah melebihi kapasitas. Lama perjalanan tentu lebih pendek jika terbang dari Kupang, Ambon, maupun Makassar.
Dari Makassar ke Jayapura sendiri hanya sekitar tiga jam. Saat ini ada enam maskapai nasional yang melayani rute ke Jayapura, yaitu Lion Air, Garuda, Merpati, Express Air, Sriwijaya Air, dan Batavia Air. Total frekuensi ke Jayapura dari Jakarta mencapai 10 kali dalam sehari.
Garuda Indonesia melayani rute Jakarta-Jayapura sebanyak tiga kali sehari. Rute Jakarta-Jayapura ada pada pukul (WIB) 05.00, 21.10, dan 21.20. Ketiganya mengambil rute transit yang berbeda. Ada tiga rute yaitu Jakarta-Denpasar-Timika-Jayapura, Jakarta-Makassar-Jayapura, dan Jakarta-Makassar-Biak-Jayapura.
“Kisaran harga untuk Jakarta-Jayapura, dari harga terendah sampai paling tinggi adalah Rp 2,2 juta dan Rp 5,3 juta,” kata Manajer Komunikasi Eksternal Garuda, Ikhsan Rosan, Kamis (4/10/2012).
Sementara itu, Merpati sebagai maskapai yang banyak “bermain” di wilayah timur Indonesia menyediakan rute Jakarta-Jayapura sebanyak dua kali sehari. Rute ini perlu transit dua kali yaitu di Makassar dan Biak. Merpati dari Jakarta ke Jayapura biasanya di pukul lima pagi dan delapan malam.
Sriwijaya Air rute Jakarta-Jayapura tersedia pada hari Selasa, Kamis, dan Minggu di pukul 22.45 WIB untuk keberangkatan dari Jakarta. Lion Air melayani rute Jakarta-Jayapura setiap hari di malam hari, yaitu pukul 9 malam dan 10 malam.
Estimasi waktu perjalanan sekitar enam sampai tujuh jam. Jika penerbangan yang dipilih merupakan penerbangan langsung, maka waktu tempuh lebih cepat sekitar lima jam di pesawat. Lama tempuh tersebut belum termasuk waktu check-in dan waktu transit.
Perjalanan dari Jakarta-Jayapura dengan pesawat terbang memang tergolong mahal. Paling murah untuk tiket Jakarta-Jayapura di musim tak ramai kunjungan atau pemesanan jauh hari sebelumnya, mulai dari Rp 1.000.000.
Anda bisa melakukan perbandingan harga untuk setiap maskapai nasional yang melayani rute Jakarta-Jayapura. Jika Anda dari Makassar, maka beruntunglah Anda, sebab harga tiket Makassar-Jayapura mulai dari Rp 700.000.
Taktik lainnya adalah menyiapkan waktu lebih lama dan uang lebih banyak. Anda bisa melakukan wisata dalam jangka waktu lebih lama dan mengunjungi tempat lebih banyak. Sehingga jika dihitung per destinasi wisata, pengeluaran Anda lebih murah.
Misalnya, Anda membuat perjalanan wisata dari Jakarta ke Bali. Setelah menjelajahi Bali, Anda bisa teruskan ke Makassar. Setelah kelar berwisata di Makassar, lanjutkan ke Jayapura. Boleh juga sebelumnya menyambangi Biak dan siap terpesona pantai-pantai nan eloknya.
Tentu saja melakukan perjalanan seperti ini, Anda akan memerlukan waktu yang lama untuk menjelajahi setiap perhentian. Uang yang disiapkan tentu lebih banyak, walaupun jika dihitung dengan dibagi rata per destinasi wisata, maka pelancong mengeluarkan uang sedikit lebih banyak namun mendapatkan banyak destinasi.
Jadi jika Anda berangkat dari Jakarta ke Bali, tiket terendah di harga normal yang perlu dikeluarkan sekitar Rp 300.000. Sedangkan Bali ke Makassar mulai dari Rp 500.000. Makassar ke Jayapura di waktu harga terendah di kisaran Rp 700.000. Jadi total biaya tiket sekali jalan, perjalanan untuk mengunjungi tiga destinasi tersebut sekitar Rp 1.500.000.
Hanya saja pertimbangan waktu yang diperlukan. Jika masing-masing destinasi memerlukan tiga hari, maka Anda perlu menyisihkan waktu minimal 9 hari.
Perlu diingat pula, Bandara Sentani berada di Kabupaten Jayapura. Untuk menuju Kota Jayapura, perlu waktu tempuh sekitar satu jam dari Bandara Sentani. Jalanan dari Bandara Sentani ke Kota Jayapura adalah jalan aspal yang mulus.
Sumber
Liburan
Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
Belanja oleh-oleh khas Papua seperti koteka dan noken di Pasar Hamadi.
KOMPAS.com – Kota Jayapura menjadi surga berburu oleh-oleh khas Papua. Selain sejak lama berkembang pesat menjadi kota yang dihuni oleh lintas penduduk dari berbagai daerah di Indonesia, kota ini menjadi kota pelajar dan ibu kota Provinsi Papua. Tak heran, sangat mudah menemukan aneka suvenir sebagai buah tangan saat kembali ke daerah asal. Cukup mampir ke daerah Pasar Hamadi. Pilihan lain adalah berburu aneka makanan maupun bahan masakan di pasar tradisional. Berikut beberapa barang yang harus dalam daftar belanja Anda.
Batik Papua
Mari berburu batik dengan motif-motif Papua. Aneka gambar cendrawasih, tifa, sampai motif kapak batu. Simbol cecak dan buaya pun juga banyak ditemukan di desain batik. Tentu aneka patung suku seperti suku Asmat maupun Sentani juga kerap muncul.Warna-warna dominan adalah warna tanah dan merah batu bata. Namun, batik Papua juga hadir dengan warna-warna cerah menggoda seperti biru terang, kuning, merah, ungu, hingga merah jambu.
Salah satu toko favorit untuk berburu batik papua adalah toko Aneka Batik yang berada di Jalan Percetakan I. Aneka Batik memiliki dua toko di Jayapura. Namun di pusat kota Jayapura sendiri terdapat beberapa toko yang menjual batik papua.
Aneka Batik menjadi favorit karena motif dan warna yang dijual beragam. Serta harga yang bervariasi. Di sini dijual kain meteran dengan harga mulai dari Rp 30.000 per meter. Harga tergantung dari jenis kain, proses pembuatan, sampai pengunaan prada.
Kain sutra dengan teknik batik canting tentu lebih mahal. Di toko ini juga dijual busana untuk perempuan maupun kemeja dan pakaian anak-anak dari batik Papua. Konon, batik-batik ini sebenarnya dibuat di Pulau Jawa, tetapi hanya boleh dijual di Jayapura.
Mau yang lebih autentik bisa mampir ke Batik Port Numbay Papua yang berada di Kotaraja, Jayapura. Jimmy Affar, pemilik workshop batik tersebut, menjadi seorang seniman batik Papua dan seringkali disebut-sebut sebagai pelopor batik Papua.
Jika mampir ke workshop batik miliknya, tampak para mace (sebutan khas Papua untuk ibu) sibuk mencanting batik. Motif-motif dipikirkan sendiri oleh Jimmy dan ia merancang busana batik untuk perempuan. Di sini Anda bisa membeli batik Papua baik berupa kain maupun busana jadi. Tentu harganya lebih mahal, karena batik canting dan sebagian besar menggunakan bahan sutra.
Koteka dan Noken
Berburu suvenir unik dengan nuansa kayu dan temali, maka Pasar Hamadi menjadi pilihan tepat. Di sepanjang tepi Jalan Sentral Hamadi berjejer toko cenderamata. Setiap toko berjualan hal yang sama, koteka berbagai ukuran, noken atau tas khas Papua, sampai patung dan asbak dengan desain suku Asmat.Ada pula, gelang dari akar dan gantungan kunci. Pilihan lain adalah lukisan kulit kayu. Jika memilih lukisan kulit kayu, coba cari motif orang menunggang ular besar yang merupakan legenda masyarakat Sentani. Namun, aneka lukisan lain bercorak khas Papua bisa juga menjadi pilihan Anda.
Koteka yang dijual memiliki beragam ukuran dan jenis bahan koteka. Tentu saja ini adalah koteka-koteka yang khusus dibuat untuk suvenir. Sehingga setiap koteka biasanya diberikan lukisan dengan motif-motif suku di Papua. Koteka dijual dengan kisaran mulai dari Rp 30.000.
Matoa
Buah asal tanah Papua ini begitu unik. Jika beruntung dan datang di saat musim berbuah Matoa, Anda bisa membelinya dengan harga lebih terjangkau. Walaupun tak bisa dibilang murah, karena kisaran harganya Rp 30.000 – Rp 80.000 per kilogram tergantung jenisnya.Tetapi, jika tak lagi musim berbuah, harga pun melonjak. Bisa-bisa harga per kilogram mencapai Rp 50.000 bahkan lebih dari Rp 130.000 untuk jenis tertentu.
Matoa di Papua biasanya ada dua jenis yang dijual yaitu Matoa Kepala dan Matoa Papeda. Ada banyak penjaja buah matoa di Abepura tepatnya di Jalan Raya Abe-Kotaraja. Pilihan lain adalah berkunjung ke pasar tradisional.
Buah Matoa sendiri seperti buah rambutan. Walaupun kulitnya tak berbulu seperti rambutan. Namun daging dan biji di dalam kulitnya mirip rambutan. Berwarna putih, lembut dan berair banyak, serta terasa manis.
Agak sulit mendeskripsikan rasa dari buah Matoa. Ada rasa manis berair seperti rambutan, leci, dan kelengkeng. Lalu, ada pula buah Matoa yang memiliki selintasan rasa dan aroma seperti durian. Bahkan ada buah Matoa yang sedikit terasa kelapa.
Sumber
Liburan
KOMPAS IMAGES/NI LUH MADE PERTIWI F
Pembuatan sandeq di Majene, Sulawesi Barat.
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Perahu layar sandeq yang terkenal unggul dan sudah menjelajahi belahan dunia seperti Perancis, Jepang, Malaysia, Vietnam dan Filipina ternyata menarik minat dan rasa ingin tahu puluhan siswa di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Untuk mengetahui asal usul karya kebudayaan Suku Mandar yang sudah menjadi kebanggaan nasional bahkan dunia tersebut, para siswa berwisata sambil belajar tentang perahu sandeq langsung dari Desa Sandeq, di Polewali Mandar.
Para siswa bangga dan senang karena bisa bertanya langsung dari sejumlah praktisi dan pemerhati sandeq. Meski hanya duduk beralas daun kelapa yang telah dianyam, puluhan siswa SD ini tampak antusias mempelajari dan mengenali bagian-demi bagian dari konstruksi perahu layar sandeq langsung dari desa sandek di Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (7/9/2012).
Perahu layar Sandeq sebagai karya kebudayaan Suku Mandar sudah terkenal di tingkat nasional bahkan dunia. Awal Juli 1012 tiga perahu sandeq asal Polewali Mandar, bersama 12 awaknya mewakili Indonesia di festival maritim internasional di Perancis.
Meski mereka hanya belajar dan berkenalan lebih dari dua jam di Desa Sandeq, para siswa dengan cepat bisa menghafal bagian demi bagain dari perahu sandeq, termasuk tata cara berlayar dan mengarungi samudra menggunakan perahu sandeq. Lihat saja antusias para siswa memperhatikan instruktur memberi pejelasan fungsi dan bagian-bagian dari perahu sandeq.
Usai belajar santai sambil berekreasi ke Desa Sandeq, para siswa ini pulang bukan membawa oleh-oleh berupa barang atau souvenir, melainkan membawa pengetahun tentang sandeq.
Erika, salah satu siswi yang ikut berwisata sambil belajar di Desa Sandeq mengaku senang dan bisa belajar banyak tentang filosofi dan tata cara membuat sandeq termasuk mengenali fungsi dari masing-masing bagian perahu sandeq.
Erika, salah satu siswi yang ikut berwisata sambil belajar di Desa Sandeq mengaku senang dan bisa belajar banyak tentang filosofi dan tata cara membuat sandeq termasuk mengenali fungsi dari masing-masing bagian perahu sandeq.
"Saya bisa langsung tahu karena bisa melihat langsung miniatur sandeq seperti aslinya," ujar Erika sambil menyebut bagian-demi bagian dari perahu sandeq yang baru saja dikenalnya.
Meski orang tua Erika adalah warga Suku Mandar yang sudah puluhan tahun bermukim di Polewali Mandar, namun Erika mengaku baru mengenal sandeq lebih dekat setelah berwisata ke Desa Sandeq. Selama ini warga Polewali termasuk anak-anak mengenal sandeq saat ada Festival Sandeq untuk memeriahkan sebuah kegiatan. Namun kali ini anak-anak yang berwisata langsung ke Desa Sandeq bisa mengenali karya kebudayaan leluhur mereka dari dekat.
Para siswa yang belajar sambil berwisata makin senang lantaran saat pulang mereka mendapat oleh-oleh miniatur sandeq yang diberikan secara gratis oleh sejumlah nelayan dan aktifis pencinta sandeq di Desa Sandeq. Ridwan Alimuddin, salah satu penghuni Desa Sandeq mengaku bangga mendapat kunjungan siswa dari berbagai sekolah yang berwisata ke Desa Sandeq.
Meski tak mendapat upah apa pun dari jerih payahnya menjelaskan sejarah dan filosofi sandeq yang telah menjadi karya kebudayaan Suku Mandar yang dikenal hingga ke dunia internasional, namun Ridwan dengan bersemangat menjelaskan bagian-bagian dari perahu sandeq kepada para siswa atau siapa pun yang datang.
Ridwan mengaku bangga dan gembira menyambut antusias para siswa belajar tentang karya kebuadayaan leluhur mereka yang kini semakin terlupakan oleh generasi berikutnya. "Semangat ingin tahu para siswa terhadap setiap karya kebudayaan leluhur mereka patut diapresiasi. Sandeq sebagai karya kebudayaan warga pesisir saya kira sarat pesan, makna dan kandungan filosofi hidup bernegara. Bagaimana para leluhur tanah Mandar mengarungi lautan dan dunia hanya dengan sandeq tanpa mesin patut menjadi kebanggaan generasi kita," ujar Ridwan memberi semangat para siswa yang tengah serius memperhatikan instruktur memberi penjelasan.
Dengan suasana santai para siswa tampak asyik dan larut dalam suasana belajar layaknya di rumah mereka snediri. Para siswa pun tampak tidak canggung dan malu-malu bertanya apa saja tentang asal usul perahu sandeq.
Sumber
Sumber
Liburan
Pemandangan di Desa Bejiharjo (Jessica Winata/dTraveler)
Jakarta - Untuk mengapresisasi perkembangan desa wisata di Indonesia, Kemenparekraf menganugerahkan penghargaan kepada yang terbaik. Faktanya, 4 di antara 10 desa wisata terbaik ada di Yogyakarta. Keren!
Acara Penghargaan Desa Wisata 2012 diadakan hari ini, Selasa (25/9/2012) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, memberi penghargaan kepada 10 desa wisata dengan perkembangan terbaik.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendominasi dengan adanya 4 desa wisata asal Yogyakarta dari 10 kandidat yang ada. Ini bukan tanpa sebab. Desa-desa pariwisata di DIY memiliki perkembangan yang signifikan dan menggembirakan.
"Yogyakarta sudah memiliki desa wisata sejak tahun 1999 atau 2000-an," ujar Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim, sekaligus sebagai ketua penyelenggara acara Penghargaan Desa Wisata 2012 kepada detikTravel seusai acara.
Menurut Firmansyah, wisatawan banyak yang datang ke Yogyakarta dan Jawa Tengah dan memilih tinggal di kawasan yang kini jadi daerah desa wisata. Namun karena masyarakat setempat belum mengerti seberapa besar potensi sebuah desa jadi desa wisata, maka mereka belum terlalu mengembangkan desa mereka.
Meski begitu, mereka sudah memiliki bibit yang baik. Jadi, saat desa-desa tersebut sudah diberi bantuan dan dikenalkan dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri pariwisata, desa-desa ini sudah bisa maju lebih cepat dibanding yang lainnya.
4 Desa wisata yang masuk nominasi 10 besar antara lain Desa Bejiharjo yang jadi pemenang pertama, Desa Banjarsari yang jadi pemenang kedua, Desa Karangtengah yang jadi harapan 6 dan Desa Kembangarum yang jadi nominasi penghargaan khusus. Selamat!
Sumber
Liburan
Ostrich Pillow, bantal bagi traveler yang mengalami jet lag (dok. Kawamura-Ganjavian/ SMH)
Jakarta - Akibat perjalanan panjang menggunakan pesawat, hampir tiap traveler pernah mengalami jet lag. Seringkali Anda menjadi susah tidur akibat perbedaan waktu. Tapi kalau pakai bantal ini, kira-kira masih jet lag tidak ya?
Namanya Ostrich Pillow, bantal yang didesain khusus untuk menghilangkan rasa jet lag yang melanda traveler. Bantal berbentuk unik ini didesain oleh Kawamura-Ganjavian, sebuah studio desain dan arsitektur yang berkantor di Madrid dan Lausanne.
Perusahaan tersebut mengklaim, inilah produk ideal untuk mengembalikan waktu tidur para traveler. Ostrich Pillow dibuat dari material sintetik yang nyaman dan lembut di kulit. Bantal portabel ini berbentuk bulat untuk menutupi seluruh bagian kepala, sebuah lubang di area hidung dan mulut untuk memudahkan bernafas, juga dua lubang di kiri-kanan bagian atas.
Dua lubang di kiri dan kanan bantal untuk kedua tangan (dok. Kawamura-Ganjavian/ SMH)
Dua lubang di bagian atas tersebut didesain kalau Anda ingin tidur di meja seperti perpustakaan, lounge, sampai meja restoran. Perusahaan tersebut mengatakan, bantal ini sangat berkhasiat.
"Kami telah mencobanya di bandara, kereta, pesawat, perpustakaan, kantor, sofa bahkan lantai, dan bantal ini sangat nyaman," katanya dalam situs Sidney Morning Herald, Selasa (25/9/2012).
Selain Ostrich Pillow, perusahaan Kawamura-Ganjavian telah mengembangkan "Ear Shell" (alat bantu pengeras suara yang dipasang di telinga) dan Solar Plug untuk mengisi daya baterai laptop.
Bantal ini mudah dibawa ke dalam kabin pesawat (dok. Kawamura-Ganjavian/ SMH)
Bantal ini akan diproduksi kalau target dana yang dimiliki perusahaan tersebut tercapai. Saat ini, Kawamura-Ganjavian sedang mengumpulkan US$ 70.000 lewat Kickstarter, sebuah situs khusus ide bisnis. Kalau jadi diproduksi, Ostrich Pillow bisa jadi barang wajib saat perjalanan jauh menggunakan pesawat!
Sumber
Liburan
Dufan (Risan Bagja/ detikTravel)
Jakarta - Dunia Fantasi (Dufan) di Jakarta menyandang peringkat pertama toilet umum taman rekreasi terbersih se-Indonesia. Selain itu, ada juga toilet dari 5 taman rekreasi lainnya sebagai yang terbersih se-Indonesia. Apa saja?
Turis mana yang betah berlama-lama di tempat wisata kalau toiletnya kotor dan becek? Oleh karena itulah, Kemenparekraf dalam program Sadar Wisata melaksanakan kegiatan Penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih Taman Rekreasi Buatan 2012.
Pada acara Penghargaan Sapta Pesona Toilet Umum Bersih Taman Rekreasi Buatan 2012 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, diumumkan pemenang-pemenang penghargaan yang diikuti oleh 56 taman rekreasi dari 16 provinsi di seluruh Indonesia.
"Dufan menyabet peringkat pertama dengan nilai rata-rata 61,23," tutur Ketua Dewan Juri Toilet Umum Bersih Taman Rekreasi Buatan 2012, Naning S A Adiwoso, dalam acara penghargaan yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2012).
Sistem penilaian pengelolaan toilet ini mengacu pada unsur kebersihan, perawatan, dan kelengkapan peralatan. Selain itu, penilaian juga dipengaruhi oleh banyak atau tidaknya pengunjung taman rekreasi.
"Peringkat 2 adalah Trans Studio Makassar di Sulsel, dengan nilai rata-rata yang beda tipis dari peringkat pertama yaitu 61,11," tutur Naning S A Adiwoso, Ketua Dewan Juri Toilet Umum Bersih Taman Rekreasi Buatan 2012 saat penganugerahan kepada para pemenang.
Peringkat ke-3 disandang oleh Mikie Funland di Brastagi, Sumatera Utara dengan nilai rata-rata 61,11. "Untuk yang keempat, yaitu Juara Harapan 1, jatuh pada Seaworld Jakarta dengan nilai rata-rata 60,04," tambah Naning.
Taman rekreasi terbersih ke-5 adalah Dunia Air Tawar TMII dengan nilai rata-rata 57,36. Yang terakhir adalah Kids Fun Park di DIY dengan nilai rata-rata 56,48.
"Toilet bersih dibutuhkan oleh taman rekreasi untuk meningkatkan kunjungan wisata," kata Naning.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim mengatakan, penghargaan ini diharapkan akan mendorong masyarakat untuk lebih peduli dalam menggunakan toilet umum.
"Dan kepada para pengelola toilet dituntut agar selalu merawat dan menjaga kebersihan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat pengunjung taman rekreasi buatan, juga wisatawan," tambah Firmansyah.
Sumber
Liburan
Ikan pari yang ikut berpose! (News Australia)
Jakarta - Traveler mana yang tak ingin mengabadikan liburan dengan berfoto ria? Tapi, bagaimana kalau foto liburan Anda 'digubris' oleh penampakan hewan yang tiba-tiba? Seperti foto ini misalnya, bikin shock!
Wajar kalau Anda ingin berfoto ria selama liburan, apalagi saat seru-seruan bareng teman. Foto itu bisa jadi bukti kalau kita sudah datang ke sebuah destinasi, apalagi kalau berlatar alam yang cantik. Tapi tak jarang juga lho, para wisatawan digubris oleh hal-hal di luar dugaan seperti penampakan hewan.
Seperti yang kejadian pada sekelompok pelancong di Kepulauan Cayman, Karibia. Tiga di antaranya, semuanya perempuan, sedang berfoto di perairan yang lumayan dangkal. Tiba-tiba saja, seekor ikan pari menggerayangi punggung mereka dan tampak ikut berpose!
Tupai yang 'nimbrung' di depan traveler (News Australia)
Alhasil, foto liburan yang paling bikin shock beredar di dunia maya. Tiga wanita itu tampak kaget sekaligus ngeri, kontras dengan dua wisatawan di sebelah mereka yang tertawa melihat ulah si ikan pari. Foto kejadian ini diunggah ke social media Twitter dan Reddit, telah dilihat dan di-retweet ribuan kali. Dari situs News Australia, Jumat (28/9/2012), sayangnya belum diketahui foto ini milik siapa.
Ini bukanlah satu-satunya foto liburan dengan penampakan hewan yang ikut berpose di dalamnya. Sebelum ini, beredar foto pasangan yang sedang berpose di depan danau. Kamera mereka ditaruh agak jauh, dan disetting menggunakan timer. Tiba-tiba, ada tupai kecil nan menggemaskan berdiri di depan kamera. Alhasil, foto itu terfokus pada si tupai dengan latar danau dan pasangan tersebut!
Di foto lain yang beredar, seekor kuda nil tampak menyeringai di depan kaca akuarium besar. Masalahnya, kuda nil itu berpose persis di sebelah wisatawan yang juga sedang menyeringai. Kocak! Tak heran foto-foto ini mengundang tawa yang melihatnya.
Kuda nil yang menyeringai di samping traveler (News Australia)
Sumber
Liburan
Masjid Baiturrahman Banda Aceh, ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh mengembangkan pariwisata religius guna menarik minat wisatawan berkunjung ke provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
"Aceh memiliki potensi yang besar di sektor pariwisata religius. Inilah yang akan kami kembangkan agar Aceh menjadi destinasi bagi wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Jasman Ma'aruf di Banda Aceh, Rabu.
Ia menyebutkan, banyak potensi yang mendukung pengembangan pariwisata religius tersebut. Seperti Masjid Raya Baiturrahman di Kota Banda Aceh. "Masjid Raya Baiturrahman ini salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Kemudian, Masjid Baiturrahmin, Ulee Lheue di Kota Banda Aceh. Masjid di pinggir pantai ini selamat dari tsunami 26 Desember 2004," katanya.
Selain itu, lanjut dia, situs-situs Islam bersejarah lainnya, seperti makam Syiah Kuala dan makam Tgk Tanoh Abee. Keduanya ulama Islam Aceh masa lalu.
Kecuali itu, sebut dia, sebutan Aceh sebagai Serambi Mekah cukup dikenal bagi umat Islam di Asia Tenggara. Dan juga sejarah Islam di Asia Tenggara berawal dari Aceh.
Dengan potensi tersebut, katanya, merupakan peluang bagi Aceh menarik minat wisatawan berkunjung Serambi Mekah. Peluang ini harus dikembangkan dengan jalan mempromosikan Aceh serta menggelar berbagai kegiatan bernuansa Islami.
"Wisatawan religius di seluruh dunia mencapai 300 juta hingga 400 juta. Dari total tersebut, kami mencoba menarik minat wisatawan religius berkisar satu hingga dua persen saja," katanya.
Menurut dia, wisatawan religius yang dibidik tersebut hanya untuk kawasan Asia Tenggara dan domestik. Sedangkan menarik minat wisatawan dari Timur Tengah, Eropa dan lainnya, tidak menjadi prioritas.
"Timur Tengah merupakan pasar pariwisata religius terbesar di dunia, jadi kami tidak terlalu fokus bagaimana menarik minat wisatawan dari kawasan itu berkunjung ke Aceh. Wisatawan religius dari Asia Tenggara cukup banyak, jadi ini saja yang kami fokuskan," kata Jasman Ma'aruf.
Sumber
Sumber
Liburan
Jakarta - Traveler butuh perjuangan untuk bisa menyaksikan indahnya danau berikut ini. Jelas saja, 7 danau cantik di Indonesia ini berada di dataran tinggi. Wow!
Banyak sekali danau di Indonesia yang memiliki pemandangan indah yang sulit untuk disangkal. Beberapa di antaranya berada di kawasan yang sangat tinggi. Dikumpulkan oleh detikTravel, ini dia 7 danau indah di Indonesia yang berada di dataran tinggi:
1. Danau Segara Anak (2.010 mdpl)
Pemandangan yang ditawarkan pun jelas sangat cantik. Pada pagi hari, sunrise memancarkan kilauan yang indah dari balik puncak Gunung Rinjani. Kilauan tersebut lalu memantul di permukaan danau dan membuat pemandangan sangat sempurna.Banyak sekali danau di Indonesia yang memiliki pemandangan indah yang sulit untuk disangkal. Beberapa di antaranya berada di kawasan yang sangat tinggi. Dikumpulkan oleh detikTravel, ini dia 7 danau indah di Indonesia yang berada di dataran tinggi:
1. Danau Segara Anak (2.010 mdpl)
Bagai bersembunyi di kawasan kawah besar Gunung Rinjani, Lombok, Danau Segara Anak memiliki pesona yang mampu menarik wisatawan. Berada di ketinggian 2.010 mdpl membuat danau yang satu ini sangat eksklusif.
Danau Segara Anak juga sering digunakan oleh para pendaki Gunung Rinjani sebagai tempat untuk beristirahat. Pemandangannya dianggap mampu memberikan energi baru untuk kembali meneruskan perjalanan menuju puncak gunung.
2. Danau Ranu Pane (2.162 mdpl)
Danau Segara Anak di Gunung Rinjani memang indah, tapi ternyata ada juga danau di dataran tinggi yang tak kalah indah. Adalah Danau Ranu Pane di kaki Gunung Semeru, Jawa Timur.
Berada pada ketinggian 2.162 mdpl, membuat danau ini selalu menggoda traveler yang akan mendaki ke puncak Semeru. Tidak jarang di antara mereka malah berhenti di danau ini dan enggan untuk lanjut karena pesona Danau Ranu Pane yang istimewa.
3. Danau Tage (2.192 mdpl)
Ke timur Indonesia, ada Papua yang punya Danau Tage. Danau ini berada di Kabupaten Paniai, 5 km dari ibukota Paniai-Madi, Papua. Untuk bisa menjangkaunya bukanlah perjalanan yang mudah. Anda harus terlebih dulu terbang menggunakan pesawat dan mendarat di Kota Enarotali.
Kemudian, perjalanan harus dilanjutkan menuju Pelabuhan Wotai dengan menggunakan kapal cepat. Nah, dari pelabuhan tersebut barulah Anda mulai mendaki gunung selama kurang lebih 30 menit.
Perjalanan yang melelahkan tersebut pasti akan terbayar lunas oleh Danau Tage. Banyak wisatawan yang datang malah enggan untuk pulang jika sudah sampai di danau ini. Semua kepenatan dijamin akan hilang jika sudah menyaksikan keindahannya.
Masih di kaki Gunung Semeru, ada juga Danau Ranu Kumbolo yang tak kalah cantik. Dibanding dengan Ranu Pani dan Ranu Regulo, danau ini yang paling sering dikunjungi oleh para pendaki yang hendak mendaki puncak Semeru.
Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.469 mdpl. Suhu di sini sudah pasti lebih dingin dari dua danau sebelumnya, yaitu sekitar 1-5 derajat celcius pada malam hari. Namun, dinginnya udara seakan tidak menjadi masalah bagi para traveler untuk menikmati keindahan danau ini.
6. Danau Kumbang (2.702 mdpl)
Habema, sebuah danau yang berada pada ketinggian 3321 mdpl. Terdengar agak asing memang, tapi inilah danau paling tinggi di Indonesia.
Danau ini berada di kawasan Gunung Trikora, Papua. Selain sebagai destinasi utama, Habema juga sering dijadikan sebagai pos peristirahatan bagi pendaki yang ingin menuju puncak Trikora. Airnya biru dan sangat jernih membuat pandangan pasti tak akan berpaling.
Di sini, Anda juga bisa menyaksikan beberapa tanaman anggrek yang tumbuh cantik di sekitar danau. Pemandangan makin lengkap berkat puncak Gunung Trikora sebagai latar belakang danau.
4. Danau Ranu Regulo (2.256 mdpl)
Mendaki lebih tinggi sekitar 94 meter dari Danau Ranu Pani, ada Danau Ranu Regulo yang tak kalah cantiknya. Danau ini menempati ketinggian 2.256 mdpl dan menjadi pesona lain Gunung Semeru, Jawa Timur.
Dibandingkan Ranu Pani, danau ini memiliki area yang lebih luas. 8 Hektar di kaki Gunung Semeru dipenuhi oleh Danau Ranu Regulo. Selain itu, pemandangan yang tersaji jelas lebih indah. Apa lagi saat sunrise dan sunset, sayang untuk dilewatkan.
5. Danau Ranu Kumbolo (2.469 mdpl)
Mendaki lebih tinggi sekitar 94 meter dari Danau Ranu Pani, ada Danau Ranu Regulo yang tak kalah cantiknya. Danau ini menempati ketinggian 2.256 mdpl dan menjadi pesona lain Gunung Semeru, Jawa Timur.
Dibandingkan Ranu Pani, danau ini memiliki area yang lebih luas. 8 Hektar di kaki Gunung Semeru dipenuhi oleh Danau Ranu Regulo. Selain itu, pemandangan yang tersaji jelas lebih indah. Apa lagi saat sunrise dan sunset, sayang untuk dilewatkan.
5. Danau Ranu Kumbolo (2.469 mdpl)
Masih di kaki Gunung Semeru, ada juga Danau Ranu Kumbolo yang tak kalah cantik. Dibanding dengan Ranu Pani dan Ranu Regulo, danau ini yang paling sering dikunjungi oleh para pendaki yang hendak mendaki puncak Semeru.
Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.469 mdpl. Suhu di sini sudah pasti lebih dingin dari dua danau sebelumnya, yaitu sekitar 1-5 derajat celcius pada malam hari. Namun, dinginnya udara seakan tidak menjadi masalah bagi para traveler untuk menikmati keindahan danau ini.
6. Danau Kumbang (2.702 mdpl)
Gunung Masurai, Jambi juga memiliki danau yang cantik. Berada di 2.702 mdpl terdapat Danau Kumbang yang memberikan kesegaran bagi tiap pendaki yang ingin menuju Gunung Masuari.
Airnya biru kehijauan dan dikelilingi oleh pohon-pohon yang alami. Asyiknya lagi, dari danau ini Anda bisa menyaksikan hutan Sumatera yang penuh dengan pohon hijau dan kokohnya Gunung Kerinci.
7. Danau Habema (3.321 mdpl)
Airnya biru kehijauan dan dikelilingi oleh pohon-pohon yang alami. Asyiknya lagi, dari danau ini Anda bisa menyaksikan hutan Sumatera yang penuh dengan pohon hijau dan kokohnya Gunung Kerinci.
7. Danau Habema (3.321 mdpl)
Habema, sebuah danau yang berada pada ketinggian 3321 mdpl. Terdengar agak asing memang, tapi inilah danau paling tinggi di Indonesia.
Danau ini berada di kawasan Gunung Trikora, Papua. Selain sebagai destinasi utama, Habema juga sering dijadikan sebagai pos peristirahatan bagi pendaki yang ingin menuju puncak Trikora. Airnya biru dan sangat jernih membuat pandangan pasti tak akan berpaling.
Di sini, Anda juga bisa menyaksikan beberapa tanaman anggrek yang tumbuh cantik di sekitar danau. Pemandangan makin lengkap berkat puncak Gunung Trikora sebagai latar belakang danau.
Liburan
Gua Istana Maharani (mary-venz.blogspot.com)
Lamongan - Menyusuri gua tidak selalu mencekam. Cobalah datang ke Gua Maharani di Lamongan, Jawa Timur. Gua ini memiliki stalaktit dan stalagmit yang bercahaya saat terkena sinar. Cantik!
Maharani adalah gua yang cocok untuk dijadikan destinasi wisata di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Selain karena cantik, akses menuju gua juga terbilang mudah. Letaknya sekitar 500 meter dari pantai laut Jawa dan berada di tepi Jalan Gresik-Tuban. Jika Anda pernah datang ke Wisata Bahari Lamongan, pasti tahu dengan gua ini.
Gua ini juga dikenal sebagai Istana Maharani. Nama tersebut diberikan oleh Bupati Lamongan, R Mohamad Faried karena pemandangan yang cantik di dalam gua. Gua ini ditemukan oleh tim penggali tanah coral yang dipimpin oleh Mandor Sunyoto pada 6 Agustus 1992.
Pintu masuk gua (aztama.com)
Uniknya lagi, nama Maharani berasal dari istri Sunyoto yang bermimpi tepat di malam sebelum ditemukannya gua. Dirinya melihat cahaya bunga yang sangat indah berwarna-warni yang dijaga oleh dua ekor naga raksasa bermahkota. Dua naga tersebut saat ini divisualisasikan dengan wujud patung yang diletakkan di pintu masuk gua, biasanya dikenal dengan nama Gerbang Paksi Tatsoko.
Banyak orang mengatakan bahwa gua ini memiliki kelebihan yang ada di atas rata-rata gua temuan manusia lainnya di dunia. Bahkan menurut ahli perguruan internasional dari Yayasan Speleologi Indonesia di Bogor, Dr KRT Khoo, stalaktit dan stalagmit pada gua ini masih terus tumbuh hingga saat ini. Pertumbuhannya sekitar 1 cm per 10 tahun, seperti ditengok dari buku Informasi Pariwisata Nusantara, Rabu (8/8/2012).
Tidak hanya tumbuh, stalaktit dan stalagmit Gua Maharani juga memiliki keunikan lain. Saat terkena cahaya, stalaktit dan stalagmit di dalam gua memancarkan cahaya warna-warni yang sangat indah. Maka dari itu di gua yang menempati sekitar 2.500 meter persegi ini banyak dikunjungi oleh traveler yang penasaran akan cahaya indah tersebut.
Di antara banyaknya stalaktit dan stalagmit di dalam gua, ada dua yang selalu menarik perhatian wisatawan yang datang, yaitu batuan dengan bentuk yang cukup aneh. Di sini terdapat Lingga Pratala atau batuan yang menyeruapai alat vital laki-laki dan Yoni Pratiwi atau batuan yang menyerupai alat vital perempuan.
Saking cantik dan uniknya, Istana Maharani juga disejajarkan dengan Gua Altamira di Spanyol, Gua mamonth di Amerika Serikat, dan Gua Carlsbad di Prancis. Eits, Gua Maharani masih punya cerita lain, yaitu adanya sosok Roro Ayu Mantili yang juga putri dari Kerajaan Madangkara. Banyak wisatawan yang mengaku pernah melihat langsung penampakan tersebut.
Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir, sebab menurut penjaga gua sosok tersebut tidak akan mengganggu. Ada tata krama yang harus dilakukan oleh pengunjung saat ingin memasuki perut gua. Wisatawan diwajibkan untuk meminta izin masuk kepada Eyang Singojoyo dan Eyang Dewi Berinting dengan cara mengucapkan salam. Gua ini dibuka untuk umum setiap hari setiap pukul 07.30 WIB hingga 17.00 WIB.
Liburan
Langganan:
Postingan (Atom)



































Recent Comments