Slider
Featured Post (Slider)
Rumah - Interior
Kategori
- Arkeologi
- Arkeologi Dunia
- Arsitektur
- Bisnis
- Ekonomi Indonesia
- Elektronik
- Energi
- Fashion
- Game
- Halaman
- Inovasi
- Kebudayaan
- Kesehatan
- Kesehatan Jiwa
- Komputer - Game
- Komputer - Hardware
- Komputer - OS dan Software
- Komputer - Tips
- Komputer Sabak
- Komputer Sabak - Game
- Komputer Sabak - OS dan App
- Komputer Sabak - Tips
- Lalu Lintas
- Liburan
- Liburan - Tips
- Lingkungan dan Cuaca
- Media Sosial
- Motivasi Diri
- Motivasi Kehidupan
- Motivasi Kerja
- Motivasi Keuangan
- Motivasi Wirausaha
- Obat - Herbal
- Obat - Kimia
- Otomotif
- Otomotif - Asuransi
- Otomotif - Kebanjiran
- Otomotif - Tips
- Pendidikan
- Penyakit
- Peternakan
- Rangking Universitas
- Rumah - Eksterior
- Rumah - Interior
- Smartphone
- Smartphone - App
- Smartphone - OS
- Smartphone - Tips
- Teknologi
- Umum
- Universitaria
Recent Comments
Kesehatan
Artikel Popular
-
Oleh Tri Agus Yogawasista Kini hadir Pasar KITA dimana barangnya Segar, dan lingkungan belanja Bersih dan Nyaman! Pasar KITA ad...
-
By Alexandra Burlacu New Surface tablet computers with keyboards are displayed at its unveiling by Microsoft in Los Angeles, Californi...
-
WORLD ranking University Det. Country Presence Rank* Impact Rank* Openness Rank* Excellence Rank* 1 (3) Harvard University ...
-
By Luxigon As the sun tracks across the sky, the entirety of the building’s western façades transform image by luxigon New york-b...
-
JAKARTA - Pernah mencicipi aneka kue kuku macan? Hmm..nikmat sekali bukan. Tetapi pernahkah merasakan dicakar macan? Ih, amit-amit, janga...
-
Dalam mencatat kejadian-kejadian penting seperti hari kelahiran, pernikahan serta moment penting lainnya kadangkala kita hanya mencata...
-
Moto Kios Buku Gema (Gemar Membaca)™ : 1. Just DUIT (Do'a, Usaha, Ikhlas dan Tawakal) 2. Hari ini lebih baik dari hari kem...
-
Game JRPG untuk komputer dan pc sangat banyak di cari oleh kalangan pecinta game buatan jepang. Ada ciri khas tersendiri dari segi ...
-
JAKARTA - Selain coakan di balik hendel pintu mobil, ada bagian lain yang juga perlu diberi pelindung stiker agar terhindar dari lece...
-
By David Galbraith - Oobject.com In the early days of manned flight, people generally had no clue what they were doing. If two wi...
Portfolio
Motivasi Kerja
Travel
Performance
‹
›
Cute
My Place
Motivasi Kerja
Racing
Videos
Jakarta -Musim hujan sudah datang, waktunya Otolovers memperhatikan cara berkendara yang baik dan aman. Hal yang harus diperhatikan yakni ketika Anda mengendarai mobil dan terjebak di dalam genangan air (banjir). Pastinya Anda semua akan merasa panik karena bagaimana keluar dari genangan air itu sedangkan mesin mobil mati.
Muhammad Rizki, mekanik sekaligus pemilik pemilik bengkel Jaya Abadi di jalan Bungur Raya Besar, Jakarta Pusat, mencoba memberikan tips ketika Anda mengalami mogok saat menerjang banjir.
Jika Anda menerjang banjir dan mobil Anda mogor di tengah ganangan air itu maka yang harus Anda lakukan yakni,
1. Lakukan starter mesin sampai 2 atau 3 kali. Jika tetap tidak bisa nyala jangan dipaksa karena akan berbahaya. Usahakan Anda meminta bantuan kepada orang disekitar untuk mendorong ke tempat yang benar-benar aman dari genangan air.
2. Setelah menurut Anda sudah berada di tempat yang aman, maka hal yang harus dilakukan yakni membuka kap mesin dan ketingkan bagian distributor, koil, busi, kabel busi dengan kertas koran atau lap kering.
3. Setelah Anda melakukan hal itu, coba starter kembali 2 sampai 3 kali. Tapi jika tetap tida mau hidup juga, maka cabutlah kabel busi dan perhatikan genangai disekirar busi. Takutnya kabel busi atau businya terkena air dan jika ada ada air maka bukalan tutup distributor lalu Anda keringkan dan pasang kembali seperti semula.
4. Setelah itu, cobalah Anda hidupkan kembali mesinnya. Jika mobil sudah nyala dan bisa jalan kembali maka hal yang harus Anda lakukan yakni rem kendaraan Anda beberapa kali sampai beberapa komponen pada mobil itu berfungsi kembali.
5. Hal terakhir yang Anda harus lakukan yakni, setelah kendaraan Anda sudah normal kembali ada baiknya dibawa ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut karena kalau sudah tergenang air seperti itu pasti ada saja komponen yang rusak terutama pada sistem pengereman. (ady/ddn)
Sumber: Oto.detik
Otomotif - Kebanjiran
TEMPO/Hariandi Hafid
TEMPO.CO, Jakarta - Musim hujan telah tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan terjadi banjir pun sangat besar. Bagi pemilik kendaraan, banjir memiliki risiko besar. Semua komponen bisa tak berfungsi dibuatnya.
Namun bila mobil Anda terendam, tak perlu panik. "Yang penting tahu bagaimana cara mengatasinya secara cepat dan tepat, baik penanganan saat mobil terendam banjir maupun pemulihan setelah terkena banjir," tutur Muhamad Alfan, Service Advisor Auto Teknika, Serpong, Banten, Sabtu, 29 Oktober.
Menurut Alfan, pemilik mobil harus bertindak cepat saat air mulai berangsur naik. Segera memindahkan mobil ke tempat aman merupakan cara yang paling tepat.
"Tetapi bila cara itu sudah tak mungkin, maka tindakan penyelamatan darurat harus dilakukan. Setelah itu, baru dilakukan pemulihan," jelas mantan kepala mekanik sebuah bengkel resmi milik agen pemegang merek (APM) mobil terkenal asal Jepang di kawasan Jakarta selatan itu.
Lantas seperti apa penanganan darurat dan langkah pemulihan tersebut? Berikut penjelasan Alfan.
A. Penanganan darurat
1. Putus semua sumber kelistrikan Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melepas kabel aki di terminal plus. Hal itu untuk mencegah terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting. Meski mesin mobil dalam kondisi off, sistem kelistrikan mobil masih menyisakan aliran listrik ke beberapa perangkat elektronik mobil. "Bila tak segera diputus, sistem kelistrikan mobil pun bisa rusak," kata Alfan.
2. Jangan mengaktifkan mesin saat memindahkannya Bila air telah surut dan Anda berniat memindahkan mobil, jangan sesekali menyalakan mesin terlebih dahulu. Pindahkan mobil dengan cara mendorongnya. Menyalakan mesin berpotensi menyebabkan hubungan arus pendek sistem kelistrikan. Selain itu, bila sisa air masuk ke saluran isap udara ke ruang bakar, maka akan terjadi water hammer di mesin sehingga mesin jebol. "Setang seher atau connecting rod akan bengkok atau crankshaft patah saat terjadi kompresi di setiap silinder," terang Alfan.
B. Pemulihan pasca-banjir
1. Lakukan pengeringan Setelah mobil dipindahkan, langkah selanjutnya adalah melakukan pengeringan berbagai komponen. Caranya, lepas semua kabel kelistrikan kemudian semprot dengan angin dari kompresor angin. Bila tidak ada kompresor, Anda bisa menggunakan pengering rambut atau hair dryer. Komponen yang wajib dikeringkan dan dibersihkan adalah busi, saluran angin, saringan angin, karburator, coil, delco, alternator, dinamo starter, V-belt, serta seluruh rangkaian kabel.
2. Ganti oli Oli merupakan zat penunjang kerja mesin yang sangat penting. Oleh karena itu, kuras oli dan ganti dengan yang baru bila mobil telah terendam banjir. Setelah oli di mesin telah habis terkuras, jangan lupa semprot dengan angin melalui kompresor. Bila Anda tidak memiliki kompresor, bisa menggunakan pompa angin, hingga oli dan air benar-benar terkuras. Setelah itu, isilah mesin dengan oli yang larut dalam air dan kuras oli tersebut. Hal itu dimaksudkan agar air di mesin benar-benar hilang. Setelah itu, isi dengan oli baru yang jenis dan spesifikasinya sama dengan yang Anda gunakan selama ini.
3. Kuras tangki bahan bakar Langkah ini juga wajib Anda lakukan untuk menghilangkan air yang mungkin masuk ke tangki atau saluran bahan bakar selama air banjir merendam mobil. Ingat, bahan bakar yang terkontaminasi air tidak hanya berpotensi merusak komponen mesin, tetapi juga menyebabkan mobil mogok. Untuk menguras tangki bahan bakar tidak sulit. Caranya, masukkan selang kecil hingga ke dasar tangki dan hisap dengan mulut hingga bahan bakar keluar mengalir hingga habis.
4. Keringkan panel dan lampu Bagian yang wajib diperiksa dan dikeringkan adalah lampu. Pasalnya, selain berfungsi sebagai penerangan di malam hari, arus listrik di lampu juga rentan korsleting. Setelah itu, keringkan wiper, klakson, door trim, karpet dek, serta jok. Keluarkan karpet dan lepas sarung jok kemudian cuci dan jemur. Keringkan bagian interior dengan vacuum cleaner dan buka keempat pintu mobil.
5. Pastikan peranti pengereman aman Setelah semua prosesi di atas Anda lakukan, maka langkah selanjutnya adalah membersihkan peranti sistem pengereman. Lepas roda dan buka perangkat rem, keringkan dan bersihkan kanvas rem, piston kaliper, dan karet teromol. "Setelah terendam air, biasanya kanvas rem mengeras. Oleh karena itu, gunakan ampelas halus untuk membersihkan. Bila kanvas sudah terlalu keras, sebaiknya diganti," kata Alfan.
6. Bawa ke bengkel untuk memastikan ECU dan Injektor Setelah semua langkah tersebut Anda jalankan dan tangki sudah terisi bahan bakar, lakukan pemanasan mesin. Panasi mesin 10-15 menit, setelah itu bawa ke bengkel untuk memastikan sistem di electronic control unit (ECU) atau biasa disebut komputer mobil tak bermasalah. Pemeriksaan peranti harus segera dilakukan, karena kalau telat dan ternyata bermasalah, maka sistem pembakaran dan sebagainya akan kacau. "Biaya perbaikannya pun sangat mahal," ujar Alfan mewanti-wanti.
Begitu pun dengan injektor bahan bakar.
ARIF ARIANTO
Sumber: Tempo
Otomotif - Kebanjiran
SPORTKU.COM - Musim penghujan tengah menderu kota Jakarta. Para pengendara mobil harus ekstra hati-hati ketika berkendara.
Saat ini banjir tengah mengepung Jakarta dan sekitarnya. Offroader nasional Julian Johan turut prihatin atas kejadian banjir yang menimpa sebagian kota Jakarta. Bagi Anda yang terjebak banjir, Julian Johan mempunyai beberapa tips saat mengendarai kendaraan di saat banjir.
Berikut tips mengemudi dari Julian Johan saat menerjang banjir:
2. Menerjang banjir paling aman memakai gigi 1. Untuk mobil matic, dapat pindah ke L. Hal tersebut diperlukan karena beban mobil menjadi lebih berat saat menerjang banjir.
3. Anda tidak perlu resah ketika knalpot kemasukan air. Karena knalpot tidak akan bisa kemasukan air selama mesin tetap menyala.
4. Ketimbang mencemaskan knalpot, Anda lebih baik memerhatikan filter udara di ruang mesin. Bagian tersebut lebih rentan membuat mobil Anda mogok saat menerjang banjir.
5. Jika memungkinkan, hindari berhenti di tengah-tengah banjir. Ketika mobil berhenti, permukaan air akan naik di ruang mesin.
6. Pada dasarnya, mobil dengan mesin diesel lebih aman untuk menerjang banjir jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin. Karena mesin diesel lebih bersifat waterproof.
7. Selalu siaga dan cermat. Tanpa disadari, yang membuat mobil Anda mogok justru terjangan ombak air berlebihan dari mobil di sebelah atau di depan Anda.
8. Setelah melewati genangan, jangan langsung tancap gas. Hal tersebut berbahaya, karena kondisi rem masih sangat licin. Cara mengeringkannya dengan melakukan rem kecil berulang kali. Hingga rem terasa kembali menggigit.
9. Bagi mobil manual, usahakan menghindari menginjak kopling saat berada di tengah genangan banjir. Menginjak kopling di genangan dapat membuat air masuk ke transmisi dan merusaknya.
10. Jika belum terbiasa dengan jalan yang dilewati saat banjir, usahakan jangan melintas pinggir jalan. Mungkin saja ada selokan.
Sumber: Sportku
Otomotif - Kebanjiran
Oleh Awan
Hujan deras diikuti banjir di beberapa titik Ibu Kota dan sekitarnya beberapa waktu belakangan, turut memakan banyak “korban” sepeda motor. Baik yang nekat menerjang banjir maupun tertimpa apes, terjebak dalam genangan air selama berhari-hari.
Perawatan ekstra menjadi kewajiban untuk mengembalikan kondisi motor seperti sediakala, sehingga banyak pengguna sepeda motor yang kemudian berbondong-bondong datang ke bengkel untuk menservis tunggangan kesayangannya.
Seperti salah satunya di AHASS Clara Motor, bengkel resmi Honda yang terletak di Jalan Raya Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini juga jadi salah satu bengkel rujukan korban banjir di seputaran Jakarta Barat.
Menurut salah seorang mekanik Clara Motor, Ediyanto. Ada tiga perangkat utama di sepeda motor yang mesti dibenahi pasca banjir besar.
“Kalau sepeda motor habis terkena banjir tapi masih bisa dinyalakan, biasanya ada tiga hal yang harus dicek, yaitu filter udaranya, busi dan oli. Servisnya sih tetap servis biasa, normal saja,“ jelas Edi sambil menyebutkan kisaran harga Rp 42 ribu untuk jasa service ringan.
Edi menjelaskan bahwa kebanyakan motor kini menggunakan filter udara tipe kertas. Filter udara jenis ini jika sampai terkena terjangan air akan amat mudah rusak. Gumpalan debu dan kotoran bisa terjadi bila filter udara tipe kertas yang dilapisi oli ini terkena air.
Untuk menggantinya, siapkan dana Rp 45 sampai 60 ribuan untuk motor matik dan bebek. Sedang motor sport dikenakan biaya sekitar Rp 100 ribuan. Kemudian yang juga harus dicek adalah busi. Jika peformannya sudah tidak layak pakai, siapkan dana sekitar Rp 15 ribuan untuk melakukan penggantian.
Terakhir, yang biasa dilakukan pasca terkena banjir adalah menguras oli. “Jika air sampai masuk mesin, biasanya oli akan menjadi seperti campuran minyak dan susu. Kalau sudah begitu idealnya kita lakukan kuras oli dengan menghabiskan 3 sampai 4 botol, agar ruang oli benar-benar bersih dari air,“ urai Edi.
Oli diganti baru lalu dikeluar kan lagi dan seterusnya sampai oli bekasnya tidak berwarna cokelat muda. "Ini yang paling boros. Kalau harus kuras oli bisa habis 3 sampai 4 botol agar benar-benar bersih,” pungkasnya sambil menyebut harga Rp 34 ribuan untuk satu botol oli mesin.
Perlu diingat, harga diatas adalah estimasi. Lain bengkel, lain juga merek part yang digunakan harganya tentu berbeda juga.
Sumber: Otomotifnet
Otomotif - Kebanjiran
Oleh Jotos
Foto : Njotos, Endro
Sekarang masih musim hujan, bisa saja motor kita harus menerobos banjir. Kalau mogok, lewat toolkit standar pun, sobat pun bisa melakukan pertolongan pertama pada skubek.
Banyak hal yang bisa menyebabkan motor matik mati mendadak saat melewati banjir. Coba dihidupkan pun, agak sulit. Ada baiknya sedia payung sebelum hujan. Seperti yang dialami Adit, warga Joglo, Jakarta Barat ini. Skubek kesayangan Adit mati ketika melewati jalanan yang banjir. Untung bawa toolkit. Jadi, gak perlu dorong ke bengkel," katanya.
Masalah itu disebabkan karena air masuk ke dalam mesin. Pertama yang harus dibuka, busi. Busi itu tidak mengeluarkan api, karena di dalam ruang bakar terdapat air. Meski tak mungkin masuk lewat derat busi, tapi air bisa masuk dari filter udara. "Air itu tersedot karburator dan menuju ke ruang bakar," bilang Hasan Basri, pebengkel Hasan Motor di Jl. Kelapa Dua Raya, No. 18, Jakarta Barat.
Mengatasinya penyalur api itu mesti dibuka pakai kunci busi lalu dibersihkan. Apabila busi mati, cukup rogoh kocek Rp 10-15 ribu. Lebih bagusnya, siapkan busi cadangan di dalam bagasi.
Selain itu, karburator juga turut dibuka, dipastikan air yang masuk dari filter udara itu masih ada didalam karburator. Membuangnya, buka baut pembuangan bensin memakai obeng plus yang ada di mangkok karburator.
Waspadai air masuk ke CVT kala lewati genangan air (kiri) - Buka busi dan keringkan! Buang air lewat lubang pembuangan di mangkok karbulator
Selanjutnya, pada bagian CVT. Kalau banjirnya melebihi CVT, dipastikan peranti yang ada dibalik bak itu mudah rusak. Misalnya, V-belt. Biasanya setelah penggerak roda ini terkena air, akan mudah getas alias retak.
Jangan menunggu lama. Buang air yang masuk ke dalam CVT. Biasanya terdapat slang yang dimampatkan. Seperti di skubek Honda, slang itu bisa dilepas dengan cara ditarik menggunakan tang. Agar air yang masuk ruang CVT keluar semua.
Selain itu, kalau mau lebih aman, besok lebih baik servis CVT. Untuk membersihkan air dan kotoran yang melekat.
Kalau motor sudah jalan, jangan lupa kesokan harinya dicek lagi. Seperti oli mesin dan oli gardan. Pelumas itu pasti sudah bercampur air. Dilihat warnanya, sedikit putih kecoklatan. Baiknya diganti saja. Rp 28 ribu buat oli mesin dan Rp 15 ribu untuk oli gardan.
Sumber: Motorplus-online
Otomotif - Kebanjiran
Sekarang, hujan turun bukan cuma deras dan keras. Tapi, intensitasya lama dan bisa menimbulkan genangan air cukup tinggi di atas jalanan alias banjir.
Kondisi ini memaksa pemilik motor tetap waspada. Apalagi motor rentan air yang dapat menyebabkan pengapian ngeground, gas bakar bercampur air atau komponen selip karena kebasahan.
Biar enggak panik kalau mogok di jalan, nggak ada salahnya menyiapkan jurus tips P3K alias Pertolongan Pertama Pada saat Kebasahan. Seperti berikut ini :
TIUP LUBANG COP BUSI
Komponen pengapian yang paling rawan cipratan air dan banjir adalah busi. Apalagi posisinya ada di luar dan hanya dibukus cop busi yang didesian kedap air. Di motor bebek dan skubek ada di bawah, sedang untuk motor sport di atas.
Tapi, sekedap-kedapnya cop busi, kalau karetnya sudah getas bikin celahnya jadi rengang. Begitu kena cipratan air setrum di kabel busi sangat mungkin terhubung ke blok mesin atau ngeground. “Akibatnya jadi mogok," ujar Slamet Edi mekanik Selta Motor di Condet, Jakarta Timur.
Solusinya, cop busi dilepas dari kabel koil. Caranya dipelintir ke kiri. Kemudian tiup air yang membasahi. Termasuk tiup lubang cop businya.
KABEL KELISTRIKAN DITUTUP
Motor-motor yang masih terlidung cover bodi, kabel kelistrikan terbilang masih aman dari siraman dan guyuran hujan. Tapi, motor yang tampil naked atau setengah telanjang, pastikan soket-soket kabel pada terminal kelistrikan benar-benar aman dari genangan air. Hal itu juga pemicu motor mogok di jalan lantaran setrum korslet ke masa.
Biasanya kejadian ini sering terjadi pada motor-motor yang punya soket atau terminal kabel sangat dekat dengan sasis. Begitu setrum ngeground ke rangka atau mesin, motor pun mogok di jalan lantaran tidak ada setrum ke pengapian.
Biar tidak korslet, ada baiknya soket dan terminal diperkuat. Sekaligus diberi pelindung agar tidak mudah ngeground ketika kena air hujan.
SLANG PEMBUANGAN KARBU
Rupanya slang pembuangan dari karbu juga mengisap air. “Atau bahkan menarik butir-butir air atau uap saja. Akhirnya masuk ke dalam mangkuk karburator,” jelas Bule alias Samsuri, mekanik Pejuangan Motor Jakarta Barat.
Karena masuk ke dalam mangkuk karburator, sudah pasti air tadi diam di dasar mangkuk. Atau bahkan ikut terisap juga ke dalam silinder. “Awalnya mesin hanya mbrebet dan akhirnya mogok,” jelas mekanik yang sekarang gabung di ADR Speed itu.
Menghindari terjadinya isapan air, lebih baik posisi slang dinaikkan arahnya. Kalau di bebek, biasanya slang diikatkan pada kepala silinder. Tapi, kalau mau aman, sehabis libas genangan air, bensin di bak karbu dibuang lewat slang tadi.
SKUBEK JALAN DI TEMPAT
Setelah libas genangan air setinggi rumah CVT, jangan panik kalau skubek mendadak jalan di tempat meski mesin meraung. Gejalanya biasa timbul karena komponen pemindah daya terendam air yang masuk melalui filter udara CVT. Gerak V-belt selip dan membuat skubek enggan jalan.
Untuk membersihkannya tak harus bongkar CVT. Tunggu sesaat lalu komponen basah di dalam dapat dikeringkan dengan cara memanaskan motor sambil gas dibuka perlahan. "Kalau memang sudah agak kering, biasanya roda belakang ikutan berputar tanda V-belt sudah tidak masalah," wanti Abdul Syukur alias Adung, mekanik Honda BeAT Club Jakarta (HBCJ). Kalau tetap selip, air harus dibuang lewat pembuangan.
KAIN KERING
Lihat material kain memang biasa saja. Tapi, untuk kondisi musim hujan sangat membantu. Dapat menolong saat mogok di jalan. Apalagi kalau ada komponen yang korslet akibat tersiram air hujan atau habis lewat genangan banjir.
Kain lap kering yang tersedia di dalam bagasi sangat membantu untuk mengeringkan air yang menempel. Bisa menyerap dan mengeringkan dengan singkat.
Dibanding lap dari bahan kulit, kain tetap lebih murah dan lebih efektif menyerap air. So, jangan ketinggalan.
SLANG VENTILASI SKUBEK
Posisi slang ventilasi udara girboks skubek, bebek dan sport rata-rata ada di atas, begitu juga arahnya. Meski di tempatkan di area paling aman, bukan jaminan kalau oli girboks aman dari ancaman genangan air.
Contoh di Honda BeAT atau Vario yang slang ventilasinya ada di atas rumah CVT. Slang itu hanya diselipkan pada boks filter udara tanpa diikat kuat. Karena posisinya di girboks dan cuma diselipkan, begitu copot atau bocor karena usia pakai, air mudah masuk ke ruang oli. Pelumas jadi tercampur oli yang ditandai perubahan warna oli jadi putih susu.
BUANG AIR DI CVT
Untuk memastikan air masuk di dalam rumah CVT, bisa dilacak dari lubang pembuangan air. Misal di Suzuki Spin 125 dapat dibuktikan dengan membuka baut 8 berwarna terang (krom). "Air dapat dengan mudah mengalir keluar," imbuh Adung yang juga mekanik bengkel resmi Honda. Lho? Kok bisa tahu.
Beda lagi lubang pembuangan air di Yamaha Mio atau Honda Vario. Keduanya tak pakai baut khusus, tapi didukung pipa L yang ditutup ulang pakai slang buntu. Jika warna slang berubah dari bening, akan ketahuan ada air atau tidak hingga mudah untuk segera dibersihkan.
PERALATAN BANJIR
Memang kita tidak mau terhadang banjir. Tapi, jika terpaksa harus melewati banjir atau genangan air dan mengakibatkan mesin motor mati, harus sedia peralatan darurat.
Seperti kunci busi, ampelas, obeng plus-minus, tang dan kunci ring-pas yang biasa dipakai dan selalu ada di kotak bagasi. Tidak lupa juga tentunya mempersiapkan selalu kain lap kering untuk mamaksimalkan pekerjaan.
Selain itu tadi, peralatan lain yang tidak kalah penting dan perlu disiapkan adalah jas hujan. Kantung plastik, lem sealer, isolasi, kawat dan cable tie. Semua itu bisa dikemas dalam satu kantung kecil. Lalu taruh di bawah jok atau dalam tas. Nggak terlalu repot juga kan.
Jika mogok kena banjir, yang pertama kali dilakukan yaitu buka busi lebih dulu. Biasanya terkena basah lantaran cup busi sudah mengeras. Solusinya bisa dikeringkan dengan cara meniupnya.
Penulis : kR15 | Teks Editor : Nurfil | Foto : Endro
Otomotif - Kebanjiran
Awas, Bodi Bisa Terserang Korosi Setelah Kebanjiran!
OTOMOTIFNET - Siapa bilang hanya mesin, kelistrikan dan kaki-kaki mobil yang paling rentan rusak setelah melibas banjir. Nyatanya kondisi bodi baik eksterior maupun interior juga bisa rusak, apa saja yang harus diperhatikan? ayo mulai dulu dari bagian eksterior.
Eksterior
Bila mobil sempat terendam banjir dalam waktu lama, sangat mungkin air menyusup kedalam celah dan sambungan yang bisa menyebabkan korosi. Apalagi kualitas air genangan yang tidak karuan. “Lakukan cuci stim hingga ke bagian kolong untuk menghalau kotoran yang menempel di permukaan cat,” jelas Taqwa.
Masih berkaitan dengan mencuci bodi, buka karet penutup buangan air yang lazim terdapat di dek. Cungkil dengan obeng agar karet terlepas dan air yang menggenang di dalam kabin bisa keluar. Tentunya setelah karpet dasar dilepas. Bila perlu gunakan hair dryer untuk mempercepat proses pengeringan.
Interior
Bicara interior, sangat mungkin karpet dan pelapis dek ikut terbasahi air dan lumpur. Bak besutan balap atau off-road, buka semua pelapis hingga jok dan door trim untuk memastikan tak ada air yang tertinggal.
Setelah berada di luar mobil, lakukan pencucian karpet dan door trim serta jok. Bisa dengan cara konvensional atau bawa ke spesialis cuci interior seperti salon mobil. Tidak seperti mencuci baju, membersihkan komponen interior bisa dengan cairan khusus yang sudah banyak dijual.
Sebab, komponen interior setiap mobil terlahir berbeda. Ada yang memakai bahan fabric, kulit sintetis dan kulit asli. “Bahan fabric dan kulit perlakuannya berbeda,” terang Donny Hermawan dari bengkel BND di Pondok Labu, Jaksel.
Untuk bahan fabrics yang mudah menyerap air, usahakan pengeringan dengan cara alami alias menjemur di bawah sinar matahari untuk menghindari bau apek karena lembab. Hair dryer sangat membantu proses pengeringan bila sinar matahari tidak ada atau mendung.
Penulis : KLX
Otomotif - Kebanjiran
Cermati Komponen Kaki-Kaki Setelah Melibas Banjir
OTOMOTIFNET - Selain kelistrikan dan mesin, komponen kaki-kaki juga rawan rusak bila terendam banjir.
Bearing
Bagian kolong mobil yang berhubungan dengan kaki-kaki tak bisa terhindar dari genangan air. Sehingga bearing dan bantalan di bagian roda cepat berkarat. Periksa semua bagian kaki-kaki yang dilengkapi bearing seperti laher roda.
Halau air dengan angin bertekanan dari kompresor. Bila perlu lakukan pelumasan ulang dengan gemuk berkualitas yang banyak tersedia di pasar. Cara ini semata-mata untuk menghindari bola atau bantalan bearing dari serangan karat.
As Roda
Mobil dengan penggerak roda depan yang mengandalkan as roda fleksibel juga rawan terserang karat. Terlebih bila karet penutup (boot) as roda sudah robek. Dipastikan air dan kotoran menyusup ke dalam.
Bila joint as roda yang terdiri dari laher dan as penggerak bebas dari kotoran, lakukan pelumasan ulang dengan gemuk khusus untuk mempertahankan usia pakai. “Pasang boot as roda baru agar lebih aman saat melibas banjir atau genangan air,” jelas Michael dari M-Tuning di Pondok Cabe, Jaksel.
Rem
Merupakan bagian yang ikut diperiksa sehubungan pengecekan kaki-kaki. Utamanya bagian kaliper, master bawah dan ABS. Bila fungsi rem tak bermasalah, lakukan pemeriksaan untuk memastikan minyak rem tak terkontaminasi air.
Untuk lebih amannya, kuras minyak rem untuk diisi dengan minyak rem baru sekaligus membuang ‘angin palsu’ yang terperangkap di bagian slang rem.
“Periksa rem pada keempat roda termasuk master atas dan bawah di bagian roda sekaligus melongok peranti ABS untuk memastikan sensor tidak abnormal,” terang Michael.
Penulis : KLX
Otomotif - Kebanjiran
Cek List Mesin Mobil Paska Kebanjiran
OTOMOTIFNET - Berhubung dapur pacu paling rentan saat lewat banjir, ingat selalu sebelum berniat nyemplung.
"Perhatikan kendaraan di depan, sedalam apa airnya. Ingat juga posisi air duct (saluran intake, red) agar tidak water hammer. Kalau mendadak mesin mati, jangan coba stater lagi," beber Theodorus 'Teddy' Suryajaya, pemilik bengkel Rev Engineering di Kedoya, Jakbar.
Kalaupun sudah nyemplung dan selamat sampai di ujung, sebaiknya melakukan pengecekan terhadap mesin setelah itu. "Misalnya dengan melihat kondisi saringan udara, apakah basah atau tidak? Kalau basah, ya sebaiknya dicopot dulu," saran Taqwa SS dari Garden Speed.
Setelah itu, barulah sebaiknya dilakukan pengecekan menyeluruh. Misalnya, keesokan harinya menyambangi bengkel kepercayaan untuk mengecek kondisi oli. "Periksa oli mesin, kalau ada air yang tercampur akan berwarna seperti susu," lanjut Teddy seraya menunjuk selain oli mesin, juga sebaiknya periksa oli transmisi dan gardan.
Memeriksa oli dan sekaligus menggantinya adalah keputusan bijak mengingat berbagai kemungkinan buruk bisa terjadi kalau oli sudah tercampur air. "Kalau memang berwarna seperti susu, jangan panik. Justru jadi patokan bahwa memang perlu penanganan selanjutnya, karena berarti ada kebocoran," sahut Taqwa.
Buat mobil tarikan belakang, memeriksa oli gardan juga perlu. Karena biasanya gardan ini relatif lebih mudah terendam air mengingat posisinya yang rendah.
Selain itu, ketika melewati genangan, biasanya bikin suara decitan akibat belt yang basah. Suara ini biasanya akan hilang begitu sabuk sudah kembali kering. "Namun kalau tidak hilang juga, itu artinya belt sudah kurang bagus dan sebaiknya dicek apakah perlu penggantian," imbuh Teddy.
Penulis : Manut
Otomotif - Kebanjiran
Waspada Kerusakan Kelistrikan Paska Banjir, Jangan Asal Hidupkan Mesin!
OTOMOTIFNET - Amit-amit jabang bayi..! Pastinya tak ada seorang pun yang ingin mobilnya terendam air. Namun risiko ini kerap menghantui pemilik mobil akhir-akhir ini.
Sistem drainase yang kurang mumpuni di kota besar, membuat genangan air bak kolam air raksasa akibat curah hujan yang tinggi.
Lantas, bagaimana kalau musibah ini keburu dialami sebuah besutan baik di rumah atau di jalan? Lakukan P3K alias Pertolongan Pertama Pada Kebanjiran.
“Semua bagian kudu diperiksa untuk menghindari kerusakan lebih parah,” terang Taqwa dari Garden Speed di bilangan Cilandak, Jaksel.
Bila lingkupnya seluruh bagian mobil, berarti mulai dari bodi (eksterior dan interior), mesin, transmisi, kelistrikan dan kaki-kaki harus ditengok.
Lakukan pemeriksaan sekaligus perbaikan bila ada yang ketahuan rusak atau abnormal. Upaya ini untuk meminimalisasi kerusakan akibat air. Bila musibah terjadi di rumah, usahakan untuk sama sekali tidak menghidupkan mobil.
Saat air surut, dorong mobil ke tempat yang lebih lapang untuk proses evakuasi. Sama halnya bila mobil terendam di jalan, sebaiknya besutan kesayangan tidak dihidupkan. “Apapun kondisinya, dorong ke tempat yang aman dan segera minta order truk derek gendong,” jelas Taqwa lagi.
Bukannya apa-apa, mobil zaman sekarang mengusung sistem kelistrikan yang kompleks. Mulai dari ECU, sensor-sensor, fitur elektronik hingga kabel dan koneksi kelistrikan yang sangat sensitif.
Jangan sampai karena sedikit kelalaian atau minim pengetahuan berakibat ke biaya berobat yang menguras kocek. Sebagai ilustrasi saja, ECU yang afkir bisa kena biaya antara Rp 4-15 juta untuk penggantian unit baru. So, baca terus dan mari mulai dari pengecekan kelistrikan...!
Alternator
Pembangkit listrik ini lazim terendam air bila tinggi genangan menutupi seluruh roda. Tak hanya menimbulkan karat pada bagian logam yang berputar seperti as dan kumparan alternator, juga rawan korsleting.
Gunakan angin bertekanan tinggi dari kompresor untuk menghalau sisa air yang masih bersembunyi di dalam kisi-kisi alternator. Tetapi untuk amannya, lakukan servis dengan membedah alternator untuk memastikan tidak korsleting. “Semua jeroan alternator dicuci dan diberi pelumasan ulang,” ujar Supardi dari Angkasa Dinamo di bilangan Kebon Jeruk, Jakbar.
Fuse Box
Air dikenal sebagai penghantar listrik. Kotak sekering atau fuse box yang menjadi proteksi jalur kelistrikan wajib diperiksa. “Cabut semua sekering dan relay lalu semprot rumah sekering dengan angin bertekanan untuk memastikan air tak tersisa di fuse box,” tutur Dian dari Countrywood Custom di Ciputat, Tangerang.
Bila perlu semprotkan contact cleaner pada setiap kaki relay dan sekering sebelum menancapkan kembali ke rumahnya. “Contact cleaner sebagai pembersih sekaligus menghalau air,” terang Dian yang juga menangani mobil off-road.
ECU
Momok paling menakutkan ada pada ECU (engine control unit) yang menjadi otak mesin. Bila ECU terendam, sama saja mobil lumpuh seketika.
Makanya pemilik harus tahu letak ECU di dalam mobil. Otak pintar mobil keluaran terakhir umumnya terletak di bawah dasbor. Sebagian ada yang pasang di ruang mesin. Kalau mobil sampai terendam, sebaiknya hindari proses putar kunci kontak (ACC), sampai benar-benar pasti ECU dalam kondisi aman.
Penulis : Manut
Otomotif - Kebanjiran
OTOMOTIFNET - Bahaya banjir masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar pemilik mobil. Pasalnya air bah ini mampu merontokkan performa seluruh komponen kelistrikan termasuk peranti audio, yang sudah kadung terpasang di kabin secara sempurna.
Sebenarnya semua komponen audio dapat direkondisi, dengan catatan jika ditangani sedini mungkin. Paling riskan, menurut Eddie Soesanto dari Cartens Autosound di Duta Mas Fatmawati, Jaksel, kalau kerusakan dipicu dari kondisi sistem keseluruhan yang masih dalam kondisi ON saat terendam banjir.
"Paling penting yang harus diperhatikan setiap pemilik mobil, baik yang sudah upgrade audionya maupun belum, seluruh perangkat audio tidak boleh dinyalakan," wanti Eddie.
Hal ini pun dipertegas Kimbun, instalatur Mobiltronik di Jl. Angkasa No. 4, Kemayoran, Jakpus. "Sebab mobil yang sudah terendam full, dengan kabel aki masih terpasang, akan berdampak korsleting pada semua komponen elektroniknya tanpa terkecuali. Konsekuensinya, jika terlalu parah enggak bisa dibenerin lagi,” ungkap pria ramah ini.
Untuk menghindari kerusakan fatal, setelah mobil berendam di genangan banjir, mesti melakukan perbaikan secara manual. Artinya semua komponen audio yang terkena air, mesti dicopot satu demi satu dan langsung dikeringkan saat itu juga.
Paling utama dengan mengecek kondisi semua speaker jika kondisinya sudah terendam. Jika saat mobil tergenang banjir Anda lupa mencopot kabel aki sebelumnya, passive crossover yang tergolong paling gampang dipulihkan. Sebab hanya terdiri dari kumparan, resistor dan kapasitor yang mudah dikeringkan dan dibersihkan.
"Bagian kumparan relatif aman karena terdapat lapisan pelindung pada kawatnya, jadi lebih tahan karat. Untuk membersihkannya cukup diberi cairan penetran. Kalau kaki-kaki pada resistor dan kapasitornya putus karena karat, masih bisa disambung dengan cara disolder,” timpal Maslim Djanuanto, instalatur Basis Audio di Kembangan, Jakbar.
Untuk rekondisi power amplifier, harus mencopot PC board-nya terlebih dulu. Kemudian siram pakai air bersih untuk membasuhnya dari kotoran atau lumpur yang mengendap.
Setelah itu langsung keringkan di bawah terik matahari dilanjutkan pakai hair dryer. Jika menggunakan hair dryer, setelan anginnya jangan terlalu panas agar tak merusak komponen. Lanjutkan dengan menyemprotkan contact cleaner untuk menetralisir karat.
Sedangkan speaker dan subwoofer dengan conus terbuat dari kertas, masih bisa direkondisi dengan mengganti satu set berikut surroundnya. Voice coil di dalamnya perlu dibersihkan dari jamur yang menempel, sementara pole piece di dalam coil yang sudah berkarat bisa dibersihkan. Pakai cairan penetran lalu diampelas dengan ampelas halus untuk menghilangkan karatnya.
Kondisi fisik speaker dan subwoofer yang telah pulih seperti semula, enggak bakal mampu mereproduksi suara secara maksimal. “Biasanya sering keluar bunyi kresek..kresek.. saat dihidupkan,” tandas Kimbun.
Penulis : Anton
Otomotif - Kebanjiran - Otomotif - Tips
Langganan:
Postingan (Atom)
























Recent Comments