Select Menu

ads2

Slider

Featured Post (Slider)

Rumah - Interior

Recent Comments

Kesehatan

Social Icons

google plus facebook linkedin

Artikel Popular

Portfolio

Motivasi Kerja

Travel

Performance

Cute

My Place

Motivasi Kerja

Racing

Videos

Oleh Aryni Ayu

(http://posmu.blogspot.com)

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

”Om beli bunga Om.” 
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya. ”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.

”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.

”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.

Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”

Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.

Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.

Sumber: Kompasiana
Oleh Aryni Ayu

(http://aldosadys.blogspot.com)

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?” “Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!

Sumber: Kompasiana
Oleh Rahmat ST


Pengembangan karir adalah aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan individu pada kemajuan karir yang direncanakan. Tentu saja, ada peran perusahaan dalam pengembangan karir karyawannya, namun pada artikel disini saya akan fokus peran Anda sebagai orang yang ingin mengembangkan karir.

Pada artikel ini akan dibahas bagaimana fondasi dasar pengembangan karir yang tidak boleh dilewatkan.

Langkah Pertama Pengembangan Karir adalah Perencanaan


Sudahkah Anda merencanakan karir Anda? Bagaimana mau berkembang jika Anda tidak pernah merencanakan karir Anda. Dalam pengembangan karir, perencanaan sangat penting karena menjadi arah aktivitas-aktivitas Anda nantinya.

Pengembangan Karir Dimulai Dengan Tujuan

Tidak akan ada rencana jika tidak ada tujuan. Oleh karena itu memiliki tujuan yang jelas dalam karir Anda adalah langkah awal Anda dalam pengembangan karir. Apa tujuan Anda dalam karir? Silahkan Anda renungkan, apa yang menjadi keinginan terbesar dalam karir Anda.

Jangan hanya melihat satu aspek saja dalam penetapan tujuan Anda. Misalnya hanya melihat aspek gaji saja, Anda ingin memiliki gaji sekian puluh juta per bulan. Bisa saja, gaji besar tidak memberikan kenyamanan Anda dalam bekerja. Jadi, pertimbangkan juga aspek-aspek lain dalam menetapkan tujuan karir Anda.

Berapa gaji yang Anda inginkan? Apa jabatan yang Anda bidik? Dimana (kota/negara) Anda ingin bekerja? Pekerjaan apa yang ingin Anda lakukan? Di perusahaan apa Anda ingin bekerja? Perusahaan yang sama atau yang lain?

Silahkan pertimbangkan semuanya, bukan hanya satu aspek saja. Setelah itu, buatlah gambaran tentang karir idaman. Ini adalah langkah pertama dalam pengembangan karir.

STOP!

Apakah Anda melihat karir idaman Anda seperti mimpi atau sebuah yang realistis? Buatlah big dream, tetapkan tujuan karir Anda yang tinggi. Apakah Anda merasa pantas untuk meraih karir idaman Anda? Jika Anda merasa tidak pantas, jangan menurunkan tujuan Anda. Tetapi, tingkatkanlah kepercayaan diri Anda! Sebab, Anda merasa tidak pantas karena tidak percaya diri.

Tujuan karir adalah untuk masa depan Anda. Bukan saat ini. Meski kualitas diri Anda saat ini merasa belum pantas untuk karir yang diidamkan, masih ada waktu untuk mengembangkan kualitas diri.

Rencanakan Juga Peningkatan Kualitas Diri

Anda tidak akan pernah mencapai karir idaman yang tinggi jika Anda tidak meningkatkan kualitas diri Anda. Pengembangan karir tidak berarti tanpa disertai dengan peningkatan kualitas diri.

Rencanakanlah peningkatkan kualitas diri Anda sehingga Anda nanti pantas mendapatkan karir idaman Anda. Kualitas diri pada dasarnya terdiri dari dua bagian:

Keterampilan atau kemampuan apa saja yang diperlukan untuk mencapai karir idaman Anda? Sikap apa saja yang diperlukan untuk mencapai karir idaman Anda? Sejauh mana motivasi kerja Anda?

Tuliskanlah dan rencanakan bagaimana Anda memiliki keterampilan, kemampuan, dan sikap yang diperlukan. Ada yang mengatakan, faktor sikap memberikan pengaruh 85% terhadap keberhasilan Anda.

Langkah Kedua Kebiasaan Penting Dalam Pengembangan Karir


Belajar

OK, kita sudah bicara tentang rencana, sekarang saatnya kita berbicara tindakan. Tidakan apa saja yang Anda perlu dijadikan kebiasaan dalam pengembangan karir Anda.

Anda sudah membuat perencanaan, artinya Anda sudah memiliki tujuan besar dan tujuan-tujuan jangka pendek serta target waktunya. Kemudian Anda pun sudah memiliki target kemampuan, keterampilan, dan sikap yang harus Anda miliki. Maka langkah pertama ialah menjadikan belajar sebagai kebiasaan Anda. Belajarlah terus agar Anda memiliki kemampuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam pengembangan karir Anda.

Jadi kebiasaan penting yang pertama adalah belajar.

Memasarkan Diri Sendiri

Banyak yang mengeluh, kalau dia sebenarnya sudah hebat, tetapi tidak mendapatkan perhatian dari perusahaan atau atasannya. Kenapa? Mungkin, Anda kurang dalam memasarkan diri sendiri. Yang dimaksud dalam memasarkan diri sendiri bukan berarti Anda melakukan penjualasan secara langsung (hard selling), misalnya Anda membicarakan kehebatan Anda dan meminta jabatan yang lebih tinggi. Bukan itu.

Cara memasarkan diri sendiri yang efektif adalah dengan menunjukan kualitas diri.

Lakukan pekerjaan Anda sebaik mungkin, bahkan lebih baik dibandingkan dengan yang diminta. Kemudian komunikasikan hasilnya dalam pembicaraan, rapat, atau berbagai kesempatan. Lakukan pekerjaan-pekerjaan yang menantang, dimana banyak orang yang malah menghindarinya. Ini akan menarik perhatian atasan dan perusahaan. Tentu saja, Anda pun harus mengkomunikasikannya, tunjukan hasil. Membangun kepribadian yang menyenangkan dan akrab, jika sebaliknya, bisa menghambat karir Anda. Tunjukan bahwa Anda percaya diri dalam melakukan pekerjaan Anda dan juga saat Anda sedang berbicara. Bagaimana orang lain akan percaya kepada Anda, jika Anda tidak percaya pada diri sendiri.

Memasarkan diri sendiri adalah kebiasaan penting yang kedua.

Percepatan

Mau lebih cepat? Seperti sebuah mobil, jika Anda ingin lebih cepat, Anda harus menaikan gigi perseneling mobil Anda. Jika tetap di gigi 1, mobil Anda tidak akan pernah cepat. Lalu, apa “gigi” dalam pengembangan karir? Gigi itu adalah tingkat kepercayaan diri Anda. Tindakan Anda serta peluang yang Anda ambil akan sejalan dengan tingkat kepercayaan diri Anda.

Untuk itulah, jika Anda ingin mempercepatkan dalam pengembangan karir, Anda harus meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Untuk mendukung pengembangan karir Anda, saya sudah membuat video bagaimana meningkatkan kepercayaan diri.

Sumber: Motivasi Islami
Oleh Rahmat ST


Mengapa kita harus meyakinkan orang lain agar percaya kepada kita? Karena kepercayaan orang lain adalah salah satu rahasia sukses baik dalam karir maupun bisnis. Anda tidak akan pernah ditunjuk jadi pemimpin team, memegang posisi yang lebih tinggi, menjadi pemimpin proyek, dan sebagainya jika orang-orang yang berkepentingan tidak percaya kepada Anda.

Begitu juga dalam bisnis, banyak yang mengeluh tidak punya modal. Saat saya nasihati dia supaya mencari modal, dia menjawab “Siapa yang percaya memberi modal kepada saya?”. Memang benar, orang akan membantu atau kerja sama dengan Anda jika mereka percaya kepada Anda. Mereka tidak mau bantuannya sia-sia atau tidak kembali. Seperti halnya Anda, semua orang takut akan kehilangan uang, sehingga hanya akan memberikan bantuan atau pinjaman kepada orang yang mereka percaya.

Termasuk bank! Sebenarnya bank itu ingin meminjamkan uang karena penghasilan mereka disana, namun sekali lagi, jika mereka tidak percaya kepada Anda, mereka tidak akan pernah meminjamkannya. Lebih baik disimpan atau diinvestasikan ke hal yang lain daripada meresikonan uang kepada orang yang tidak dipercaya.

Siapa Yang Butuh Cara Meyakinkan Orang Lain?

Maka saya katakan, jika Anda ingin melakukan lompatan keberhasilan, Anda membutuhkan orang lain. Orang lain akan mau membantu dan kerja sama dengan Anda, jika Anda bisa dipercaya. Kehadiran orang lain akan membantu Anda meningkatkan pencapaian Anda, apa pun itu. Termasuk dalam karir, Anda membutuhkan atasan Anda percaya, agar bisa mempromosikan Anda.

Anda membutuhkan cara meyakinkan orang lain jika merasa:
  • Sulit mendapatkan kepercayaan dari atasan, bahkan untuk sekedar proyek kecil 
  • Sulit mendapatkan pinjaman atau bantuan modal 
  • Sulit mendapatkan order layanan Anda 
  • Tidak ada yang mau bekerja sama dengan Anda

Apakah Saya Harus Meyakinkan Orang Lain Lagi? Sekarang Sudah Banyak Yang Percaya

Artinya Anda sudah mampu meyakinkan orang lain dan ini adalah modal yang sangat berharga. Namun jika Anda ingin meningkatkan pencapaian Anda lebih hebat lagi, maka Anda perlu dukungan, bantuan, dan kerja sama dengan orang-orang yang lebih hebat lagi. Artinya Anda tetap harus berusaha meyakinkan orang lain yang bisa “mengangkat” diri Anda ke tempat yang lebih baik lagi.

Jadi kemampuan meyakinkan orang lain bukan hanya dibutuhkan oleh mereka yang belum pernah mendapatkan kepercayaan, tetapi juga bagi Anda yang ingin meningkatkan kepercayaan lebih besar. Seperti sebuah UKM yang bisa mendapatkan kucuran dana dari bank sebesar Rp 5.000.000. Artinya kepercayaan bank baru sebesar ini, namun bank bisa memberikan pinjaman lebih besar lagi jika UKM ini terbukti bisa dipercaya.

Kuncinya Adalah Pembuktian

Kunci meyakinkan orang lain bukan dengan omongan. Omongan Anda tidak akan dianggap, mereka akan melihat bukti nyata apa yang sudah Anda raih. Mereka melihat kemampuan dan prestasi Anda, bukan omongan Anda.

Memang benar, kemampuan Anda memasarkan diri lewat komunikasi sangat penting, namun tujuannya hanya menunjukan bukti nyata bahwa Anda memang benar-benar mampu. Memasarkan diri bukan berarti kita membual plus menjatuhkan orang lain. Tunjukan bahwa Anda mampu. Pembuktikan!

Lalu Bagaimana Jika Saya Belum Punya Kesempatan Untuk Membuktikan Diri? 

Kadang ada yang bertanya: 
  • “Bagaimana saya membuktikan diri bisa memimpin jika belum pernah memiliki kesempatan untuk memimpin?” 
  • “Bagaimana saya bisa membuktikan mengelola bisnis jika belum pernah ada yang memberi modal?” 
  • “Bagaimana saya bisa membuktikan diri jika kesempatan membuktikan diri itu tidak ada?”

Kalau begitu seperti lingkaran setan, Anda sepertinya tidak akan lepas dari lingkaran ketidak percayaan orang lain, karena kesempatan tidak ada. Kesempatan tidak ada karena Anda tidak dipercaya orang. Dan, begitu seterusnya. Benarkah?

Maka solusinya adalah mulailah membuktikan diri dengan mendaya ungkit apa pun yang Anda miliki saat ini. Itu!

Saya yakin bahwa Allah sudah memberikan berbagai potensi. Meski Anda tidak punya modal uang, tapi Anda punya dengkul, mengapa tidak menjalankan bisnis modal dengkul? Bukankah sudah banyak orang yang sukses dengan modal dengkul? Tidak punya dengkul? Anda masih punya mata untuk membaca artikel ini. Itu pun aset yang berharga yang bisa Anda ungkit untuk berusaha.

Lihatlah aset atau benda yang Anda miliki. Gunakan dan ungkitlah agar bermanfaat dan bisa menjadi modal bisnis Anda. Anda punya teman? Gunakan kekuatan daya ungkit untuk mendapatkan manfaat dari teman Anda (bukan memanfaatkan ya!). Jika teman tidak punya, Anda punya orang tua, saudara, tetangga, atau siapa pun. Intinya apa pun dan siapa pun yang Anda miliki bisa memiliki daya ungkit untuk usaha Anda.

Artinya Anda punya kesempatan untuk membuktikan diri. Jika tidak mampu atau tidak mau memanfaatkan apa yang Anda miliki, mengapa orang lain akan percaya kepada Anda? Justru kemampuan mendaya ungkit apa yang ada, akan menjadi modal berharga untuk meyakinkan orang lain.

Begitu juga dalam karir. Semua orang pasti melewati posisi dari bawah kecuali dia dilahirkan menjadi anak bos. Pada kenyataannya, tidak semua orang yang memegang jabatan tinggi adalah anak bos. Banyak diantara mereka yang membangun karir dari bawah, sama seperti Anda, dimana ada saat mereka pun belum pernah memimpin.

Solusinya adalah Anda manfaatkan posisi Anda saat ini, bahwa Anda sudah tidak pantas lagi pada posisi tersebut karena Anda terlalu hebat untuk posisi itu. Artinya bukan hanya menyelesaikan tugas, tetapi menyelesaikan tugas dengan cara juara, sehingga membuat orang lain percaya kepada Anda.

Selalu ada cara untuk meyakinkan orang lain jika Anda mau.

Sumber: Motivasi Islami
Oleh Rahmat ST


Jika Anda merasa karir Anda mandeg atau berjalan dengan lambat, maka Anda membaca artikel yang tepat karena saya akan berbagi bagaimana cara melejitkan karir lebih cepat lagi. Mungkin selama ini Anda sudah merasa bekerja keras, namun karir Anda tidak juga berkembang, maka langkah pertama adalah Anda harus menerima bahwa ada yang salah dengan apa yang Anda lakukan selama ini.

Ya, kesalahan ada pada apa yang Anda lakukan. Bukan faktor luar.

Saya sering mendengar keluhan, bahwa ada yang menghambat dirinya melejitkan karir, dan semua hambatan itu datang dari luar. Sebagai contoh, banyak yang beralasan karena memiliki atasan yang tidak menghargai kerja keras dan kontribusi Anda. Anda mengatakan bahwa atasan Anda tidak pernah menghargai jerih payah Anda.

Anda juga bisa menyalahkan rekan kerja yang selalu mengganggu Anda, menjelek-jelekan Anda di hadapan atasan. Apa lagi? Ya, bisa juga Anda menyalahkan kebijakan perusahaan yang membatasi diri Anda untuk melejitkan karir Anda.

Melejitkan Karir Adalah Tanggung Jawab Anda

Faktor luar memang bisa mempengaruhi Anda dalam upaya melejitkan karir Anda. Namun, seungguhnya tugas dan tanggung jawab untuk melejitkan karir Anda adalah Anda sendiri. Tidak peduli apa yang terjadi pada diri Anda, yang lebih penting adalah bagaimana Anda menyikapi dan bereaksi terhadap kondisi tersebut.

Banyak orang mengeluhkan hal yang sama, dari berbagai perusahaan dan berbagai level jabatan. Artinya semua orang akan mengalami halangan dan rintangan baik dari atasan, rekan kerja, maupun perusahaan. Tapi kita lihat juga kenyataan, ada yang berhasil dan ada yang tidak, padahal mereka menghadapi tantangan yang sama.

Jadi melejitkan karir itu tergantung pada diri Anda. Semua kesuksesan dan pencapaian tergantung pada diri kita. Jika kita hanya fokus menyalahkan kondisi dan orang lain, maka yang Anda dapatkan hanya simpati (benarkah?), tetapi karir Anda tetap mandeg.

Jangan hamburkan waktu dan energi Anda dengan mengeluh dan menyalahkan, gunakan energi dan waktu Anda untuk melejitkan karir Anda. Gunakan energi dan waktu Anda untuk mengatasi semua halangan dan rintangan. Ini lebih baik.

Anda Tidak Akan Bisa Melejitkan Karir Jika …

“Mengapa memberikan yang terbaik kepada perusahaan tidak mampu melejitkan karir saya?”

Jika Anda memang memberikan yang terbaik bagi perusahaan, maka saya yakin Anda akan mendapatkan balasan dari apa yang Anda lakukan.

Jika seandainya, Anda merasa tidak mendapatkan penghargaan meski Anda merasa sudah memberikan yang terbaik, maka ada 3 kemungkinan yang terjadi:

  1. Atasan atau perusahaan Anda memang bodoh. Saya katakan, perusahaan yang tidak menghargai kontribusi karyawannya adalah perusahaan bodoh. Serius. Untuk itu, Anda jangan menghabiskan hidup Anda di perusahaan tersebut. Percuma, karir Anda akan mentok, tidak ada peluang bagi Anda untuk melejitkan karir. Pertanyaanya, jika Anda tetap saja bekerja di perusahaan tersebut, siapa yang bodoh? 
  2. Atasan atau perusahaan Anda tidak menyadari kontribusi Anda. Kemungkinan kedua adalah perusahaan bukan bodoh, tetapi mereka tidak menyadari bahwa Anda sudah berkontribusi. Maka tugas Anda adalah bagaimana agar perusahaan mengetahuinya. Kuncinya adalah memperbaiki cara komunikasi agar perusahaan mengetahui kontribusi Anda. 
  3. Ada orang lain yang kontribusinya lebih baik dibandingkan Anda. Anda akan sulit melejitkan karir jika ada orang lain yang berkontribusi lebih baik dari Anda. Mengapa? Sebab perusahaan akan memilih yang terbaik. Anda mungkin merasa sudah memberikan yang terbaik, tapi itu baru perasaan Anda, sebenarnya tidak.
Hambatan Itu Selalu Ada

Apa pun tujuan Anda. Apa pun keinginan Anda. Hambatan itu selalu ada. Jadi jangan cengeng dan mengeluh banyak hambatan. Semua orang mengalami dan menghadapinya. Yang membedakan adalah sejauh mana Anda mampu mengatasi dan melewati hambatan itu.

Oleh karena itu Anda perlu terus meningkatkan kualitas diri agar menjadi pribadi yang tangguh menghadapi hambatan. Anda tidak bisa berharap semua hambatan itu pergi, sebab itu bagian dari ujian Allah. Tapi Anda bisa memilih sikap yang tepat dan mengembangkan diri agar mampu menghadapi hambatan.

Termasuk dalam usaha melejitkan karir, Anda akan menghadapi hambatan. Dari mana pun datangnya, bisa dari atasan, rekan kerja, keluarga, kesehatan, dan lainnya. Yang Anda perlukan adalah ketangguhan diri Anda menghadapinya.

Persaingan Itu Selalu Ada

Satu lagi yang perlu Anda sadari dalam usaha melejitkan karir, yaitu adanya pesaing. Anda ingin mendapatkan jabatan atau posisi tertentu, begitu juga dengan karyawan lainnya. Sementara semakin tinggi jabatan maka tempatnya akan semakin sedikit. Maka hanya yang terbaiklah yang akan menempati posisi itu. Bagaimana pun, Anda harus bersaing dengan karyawan lainnya.

Persaingan tidak perlu dihindari, justru memicu diri Anda untuk memberikan yang terbaik. Benar-benar terbaik dibandingkan semua pesaing Anda, bukan terbaik hanya menurut persepsi Anda sendiri. Untuk itulah mental dan cara juara harus Anda terapkan dalam usaha Anda melejitkan karir.

Kesimpulan

Untuk melejitkan karir itu mulai dari diri Anda. Ada dua tugas penting yang harus Anda lakukan, yaitu tangguh menghadapi halangan dan berusaha menjadi yang terbaik dibandingkan semua pesaing Anda. Plus dengan kemampuan komunikasi yang baik akan menjadikan karir Anda melejit.

Sumber: Motivasi Islami
Oleh Rahmat ST


Bagi anda yang memilih karyawan sebagai profesi, maka Anda harus mengetahui cara agar cepat mendapat promosi. Jabatan naik, gaji juga naik. Siapa yang tidak mau? Kecuali Anda sudah punya rencana ganti profesi, maka penting untuk mengetahui cara agar cepat mendapat promosi jabatan.

Agar Cepat Mendapat Promosi Jabatan, Anda harus menginginkannya


Sebagian orang tidak menginginkan promosi jabatan. Mereka hanya berpikir mendapatkan pekerjaan saja sudah untuk dan berharap agar tidak dipecat. Padahal jika Anda punya keinginan untuk mendapatkan promosi, otomatis pemecatan bukan menjadi ancaman lagi. Jika Anda menjadi kategori orang yang cepat mendapat promosi, maka Anda tidak perlu khawatir dengan PHK.

Jika Anda termasuk karyawan seperti ini, maka ubahlah mindset Anda. Anda sudah diterima sebagai karyawan di perusahaan Anda, artinya secara kualifikasi dan potensi, Anda memang layak bekerja di perusahaan tempat Anda bekerja. Artinya, Anda sama dengan karyawan lain, berhak dan mampu untuk menduduki posisi lebih baik.

Memang agar cepat mendapat promosi jabatan akan menghadapi berbagai tantangan. Namun imbalannya akan sepadan dengan perjuangan Anda. Apakah Anda betah dizona nyaman jabatan Anda saat ini Anda keluar zona nyaman untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi. Itu semua keputusan Anda. Jika Anda memutuskan ingin cepat mendapat promosi, silahkan baca artikel ini.

Anda mau cepat mendapat promosi jabatan?

Ya, langkah pertama agar cepat mendapatkan promosi adalah Anda harus menginginkannya yang selanjutnya harus dirumuskan menjadi sebuah tujuan. Tujuan yang SMART. Silahkan baca artikel cara membuat tujuan SMART. Silahkan baca artikel Membuat Tujuan dengan Metode SMART

Anda harus memiliki tujuan yang jelas, jabatan apa yang ingin Anda duduki dan kapan itu ingin Anda capai. Keduanya harus jelas dan terukur. Kejelasan akan tujuan akan menyebabkan tindakan selanjutnya lebih jelas.

Sudahkah Anda Memiliki Tujuan?

Tujuan Anda akan menjadi motivasi bagi Anda. Kerja Anda akan lebih semangat dibandingkan jika Anda tidak memiliki tujuan. Tujuan adalah motivasi Anda. Contoh tujuan: Dalam 5 tahun kedepan (atau sebutkan tahun berapa) saya ingin menduduki jabatan General Manager dan/atau bergaji sekian puluh juta per bulan. Silahkan sebutkan secara spesifik.

Tujuan Anda juga akan memudahkan dalam membuat rencana. Ya, sudah bisa ditebak, langkah selanjutnya adalah membuat rencana, namun itu adalah langkah ketiga. Lalu apa langkah kedua?

Langkah Kedua Agar Cepat Mendapat Promosi adalah menyusun strategi


Perlu strategi? Tentu saja, setiap ada lawan, akan membutuhkan strategi untuk mengalahkan lawan. Saat Anda pesaing, apalagi banyak, pasti perlu strategi karena orang lain juga ingin mendapatkan promosi. Anda harus memastikan agar perusahaan atau perusahaan memilih Anda, bukan orang lain.

Dalam merumuskan strategi, langkah pertamanya adalam menentukan target pasar. Siapa target pasar Anda? Apakah atasan Anda? Perusahaan tempat Anda bekerja saat ini? Atau perusahaan luar?

Setelah mengetahui siapa target Anda, maka langkah kedua dari merumuskan strategi adalah memposisikan diri Anda agar berada dalam posisi paling menguntungkan dimata target pasar Anda. Inilah yang disebut dengan positioning.

Tentu saja strategi akan membutuhkan dukungan taktik dan branding. Taktik adalah mengkomunikasikan positioning Anda. Taktik adalah upaya-upaya menjadikan diri Anda berbeda dibandingkan dengan pesain lainnya.

Sementara branding adalah bagaimana mengaitkan merk (nama) dengan sebuah nilai dan keunggulan Anda.

Antara branding, taktik dan strategi harus berjalan seiring, harmoni.

Susunlah Sebuah Rencana

Setelah memiliki tujuan yang jelas dan strategi mencapai tujuan, maka langkah selanjutnya adalah membuat rencana.

Cara membuat rencana itu sederhana:

Apa yang Anda butuhkan? Bagaimana cara mendapatkan apa yang dibutuhkan? Kapan akan bertindak?

Maksud yang dibutuhkan adalah sumber daya dan kemampuan yang harus Anda miliki untuk mencapai tujuan Anda.

Bagaimana cara mendapatkan apa yang Anda butuhkan? Apa yang perlu dilakukan dan apa yang perlu dipelajari.

Kapan akan bertindak? Apakah cukup sekali? Kapan? Apakah harus rutin melakukannya? Apakah harian, pekanan, atau bulanan? Apakah pada momen tertentu?

Setelah punya rencana, maka bertindaklah sesuai dengan rencana Anda.

Bagaimana jika kondisi sdh tidak sesuai lagi dengan rencana? Maka Anda perlu memperbaiki rencana Anda? Jika Anda bingung saat membuat rencana, maka rencanakan tindakan untuk menemukan. Jawaban atas kebingungan Anda.

Lihatlah Progressnya

Anda perlu melihat perkembangan dari tindakan Anda, apakah masih sesuai rencana dan mengarah ke tujuan? Jika ada yang melenceng, perbaiki segera.

Akan lebih mantap jika Anda meminta bantuan orang lain untuk mengawasi Anda. Apakah Anda on track atau tidak. Namun hati-hati, jangan sampai meminta pengawasan dari pesaing Anda.

Selamat berjuang menuju promosi Anda, diperlukan keshabaran karena memerlukan waktu panjang, dalam hitungan tahun, bukan hari, bukan bulan.

Insya Allah, lakukan apa yang dijelaskan di artikel ini agar cepat mendapatkan promosi jabatan.

Sumber: Motivasi Islami
Oleh Rahmat ST


Saya seringkali menonton sepak bola dan mengikuti kompetisinya. Yang cukup menarik ialah bagaimana peran mental juara terhadap keberhasilan sebuah tim. Ternyata, memiliki pemain dengan keterampilan yang mumpuni saja tidak cukup.

Seringkali sebuah tim bertabur bintang tidak bisa menjadi juara, bukan karena masalah kemampuan fisik tetapi justru karena hilangnya mental juara.

Pengaruh mental pada pertandingan memang dengan mudah bisa kita lihat. Misalnya dalam pertandingan sepak bola, tuan rumah selalu memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan saat bertamu karena mendapatkan dukungan mental dari penonton. Ini menunjukkan bahwa peran mental juara dalam sebuah pertandingan sangat besar.

Mental Juara Bukan Untuk Olah Raga Saja

Tentu saja, yang dimaksud mental juara itu bukanlah dalam bidang olah raga saja. Bukan dalam pertandingan saja, tetapi juga untuk berbagai bidang lainnya.

Mental Juara Diperlukan Dalam Karir

Yup, jika Anda ingin memiliki karir yang sukses, langkah pertamanya adalah Anda harus membangun mental juara. Banyak karyawan dengan potensi yang luar biasa, tetapi karena tidak memiliki mental juara, maka semua potensinya terabaiknya. Dia tidak tidak mau memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sehingga tidak menjadi yang terbaik.

Juara Dalam Bisnis = Untung Besar

Jika Anda memiliki produk atau jasa juara, maka produk dan jasa Anda akan lari manis. Jika Anda memasarkan produk dengan cara juara (baca yang terbaik) maka dia pun akan mendapatkan hasil yang terbaik. Siapa pun suka yang terbaik. Jika Anda terbaik dalam bisnis Anda, maka otomatis Anda akan mendapatkan untung yang terbaik.

Juara Sejati Memiliki Sikap Sportif

Tentu saja, yang dimaksud disini bukan cara meraih juara dengan menghalalkan segala cara. Seorang juara sejati akan selalu bertindak sportif. Apa jadinya jika kita juara tetapi didapat dengan cara yang tidak baik? Maka sesungguhnya gelar juara akan terasa semua. Anda tidak benar-benar juara, hanya secara resmi saja.

Berlaku curang, sikut kiri sikat kanan, dan mencuri start bukanlah sikap seorang juara sejati. Juara sejati berusaha untuk menjadi yang terbaik, bukan sekedar mencari gelar juara. Selalu ingin menjadi yang terbaik adalah mental juara yang benar, bukan sekedar mendapatkan gelar, penghargaan, bonus, atau piala.

Mulailah Dengan Percaya Diri

Salah satu mental juara itu adalah percaya diri. Dia yakin bahwa dia mampu menjadi juara. Hanya orang yang percaya dirilah yang berani masuk gelanggang untuk bertanding. Percaya dirilah yang akan menjadi dia bertindak dengan cara yang terbaik.

Juara Itu Bukan Berarti Sombong

Seorang juara sejati akan bertindak, kemudian melakukan apa yang dia lakukan sebaik mungkin. Bukan dengan cara hanya omdo (omong doank) sambil menjatuhkan dan menjelekan lawannya. Sikap seperti ini sama sekali tidak menggambarkan mental juara. Justru, sikap sombong datang karena dia tidak percaya diri menjadi juara. Dia akan berusaha menjatuhkan lawan dengan omongan supaya dia dianggap juara.

Juara Sejati Mengakui dan Menerima Kekalahan

Dia tahu, bahwa kekalahan bukanlah kiamat. Mungkin dia tidak menjadi juara pada pertandingan kali ini. Tetapi dia tidak berhenti, dia mengambil hikmah sehingga pada pertandingan berikutnya dia bisa tampil lebih baik lagi. Dia tidak menyesal, tidak terpukul, dan tidak juga menyalahkan lawan. Menyalahkan lawan hanya akan menutup mata kita melihat kekurangan diri untuk diperbaiki.

Apakah Anda memiliki mental juara? Apakah Anda ingin membangun mental juara?

Sumber: Motivasi Islam
Oleh Rahmat ST


Meningkatkan daya saing pribadi itu penting bung! Masih banyak orang yang anti dengan persaingan. Katanya, tidak perlu bersaing sebab rezeki tidak akan lari kemana. Bukankah Anda sudah mengetahui bahwa Allah memerintahkan kita untuk berusaha? Nah, meningkatkan daya saing pribadi itu adalah salah satu dari usaha atau ikhtiar. Rezeki tidak akan lari kemana, tapi Anda harus menjemputnya.

Jika kita mau melihat sekitar kita, meningkatkan daya saing pribadi itu jelas sangat penting. Coba kita perhatikan beberapa fakta ini:

  • Tingkat kelulusan perguruan tinggi bertambah setiap tahun. Artinya setiap tahun akan lebih banyak lagi pribadi-pribadi yang berpendidikan, memiliki kualifikasi yang bagus. Jelas mereka adalah pesaing Anda, karena mereka juga menginginkan memiliki profesi sementara tempat profesi itu terbatas.
  • Banyak pemuda, bahkan anak-anak, yang sudah meraih sukses besar dan mengagumkan. Kenapa? Ya, karena kemajuan pendidikan dan teknologi informasi memungkin siapa saja bisa belajar dengan cepat dan memiliki informasi yang cukup. Anda yang merasa sudah memiliki pengalaman, bisa kalah oleh “anak baru”. Kita bisa melihat adanya manajer muda, direktur muda, pengusaha muda, bahkan presiden muda. 
  • Profesi lintas negara. Bukan hal yang aneh, banyak perusahaan Indonesia yang impor “ahli” dari luar. Padahal gaji mereka jauh lebih mahal dibandingkan asli putera negeri. Mengapa banyak perusahaan mau membayar pegawai impor pada lebih mahal? Ya, karena pegawai impor itu memiliki kualifikasi yang lebih baik dibandingkan kita. Anda bisa saja berkoar bahwa anak negeri lebih baik dari pegawai impor, tapi berkoar tidak cukup, buktikan! 
  • Dunia internet akan memudahkan kita mendapatkan informasi dan konsultasi dari para ahli dunia. Keberadaan Anda akan diabaikan jika Anda tidak bisa menunjukan bahwa Anda memiliki keunggulan dibandingkan ahli dari luar. Itu hanya sebagian fakta yeng menunjukan bahwa Anda wajib meningkatkan daya saing pribadi atau Anda akan tersisihkan. Jika Anda ingin membeli pakaian, Anda akan memilih pakaian terbaik yang sesuai anggaran Anda. Begitu juga perusahaan, akan memilih karyawan yang terbaik. Begitu juga dengan pasar, akan memilih produk dan jasa yang terbaik. Jika tidak, Anda akan tersisihkan.
Jadi, jangan beralasan, jika ingin maju, jika ingin sukses, jika ingin terpilih, maka Anda harus meningkatkan daya saing pribadi Anda.

Bagaimana Cara Meningkatkan Daya Saing Pribadi?

Daya Saing Pribadi Diawali dengan Mental Juara

Semua para ahli mengatakan bahwa langkah pertama untuk sukses itu adalah memiliki mental yang positif. Banyak orang yang mau kerja keras bahkan cerdas, tetapi tidak mencapai keberhasilan gemilang, alasannya karena masalah mental. Masalah mental juga bisa menghambat tindakan. Tindakan adalah penting, tetapi lebih penting bagaimana agar Anda bertindak, bukan hanya bertindak, tetapi tindakan yang tepat, dengan arah yang tepat, dan terus bertindak sampai mencapai akhir.

Mengenai pentingnya mental juara, saya sudah menulis di artikel sebelumnya, silahkan baca: Mental Juara Itu Perlu. Yang pada intinya adalah mental juara selalu menginginkan yang terbaik dan berusaha pantang menyerah untuk mencapai yang terbaik. Mental juara sangat penting dimiliki jika Anda ingin meningkatkan daya saing pribadi Anda.

Disinilah Perlunya Belajar dan Pengembangan Diri

Salah satu kelemahan yang menjadikan diri kita tersisih karena kita memang masih lemah dalam belajar dan pengembangan diri. Saya memiliki pengalaman bagaimana bekerja dengan pegawai asing. Saya akui saya banyak belajar kepada mereka karena mereka memang memiliki keahlian yang tidak dimiliki oleh kabanyakan orang Indonesia. Ini harus kita sadari.

Kita bisa berbicara bahwa kita sebenarnya tidak kalah oleh mereka. Ya, bisa jadi ada sebagian orang Indonesia yang memang lebih hebat. Sudah banyak pula fakta bahwa orang Indonesia mampu berprestasi di tingkat dunia. Pertanyaanya adalah apakah orang tersebut Anda?

Saya berbicara tentang Anda. Fokus pada diri sendiri. Apakah Anda sudah memiliki daya saing pribadi yang cukup? Untuk mencapai karir yang lebih bagus, Anda memerlukan daya saing pribadi. Untuk mendapatkan klien, Anda juga memiliki daya saing yang unggul. Untuk bisnis pun sama. Sejauh mana Anda berhasil, itu menunjukkan sejauh mana keunggulan daya saing pribadi Anda.

Jika Anda ingin meningkatkan daya saing pribadi, maka tidak ada jalan lain, setelah Anda membangun mental juara Anda harus mau belajar dan mengembangkan diri Anda. Buktikan bahwa Anda benar-benar terbaik secara nyata, yaitu Anda lebih dipilih dan dengan hasil karya nyata Anda. Bukan dengan omongan atau hanya berkoar. Buktikan!

Pengembangan diri yang seperti apa? Akan panjang jika dibahas disini, saya sudah menuliskan pada sebuah ebook dan berjam-jam video bagaimana kita mengembangkan diri agar menjadi juara alias memiliki daya saing pribadi yang unggul, silahkan miliki The Champion Way, pelajari dan aplikasikan, insya Allah Anda akan memiliki daya saing yang hebat.

Kesimpulan

Persaingan semakin lama akan semakin ketat. Orang-orang hebat terus bermunculan begitu juga produk-produk baru lahir setiap hari. Anda perlu memiliki daya saing pribadi yang kuat atau Anda akan tersisihkan. Bagaimana pun perusahaan dan pasar akan mencari yang terbaik. Untuk itulah, tingkatkan daya saing pribadi Anda dengan membangun mental juara, belajar, dan pengembangan diri.

Sumber: Motivasi Islami
Oleh Rahmat ST


Menarik, dalam pengembangan karir, sering kali saya menemukan orang yang mengeluh karena karirnya yang mentok, tidak puas dengan pekerjaan, tidak puas dengan perusahaan, dan tidak puas dengan gaji yang diterima. Tahukah Anda, mengeluh itu hanya memperparah? Anda bisa terus mengeluh, menyalahkan siapa pun dan apa pun kondisi yang ada. Namun satu orang yang tidak Anda salahkan, yaitu Anda sendiri.

Mengeluhkan kondisi dan orang lain, akan menjadikan Anda sendiri merasa benar. Anda berharap semua orang berubah mendukung Anda. Anda berharap kondisi menjadi kondusif untuk karir Anda. Sementara, Anda sendiri tidak berubah. Ini karena Anda hanya fokus pada mengeluh dan menyalahkan.

Jika Anda mau berubah, yuk kita mulau memfokuskan pada diri Anda. Kita mulai melakukan pengembangan karir Anda. Ini akan lebih bermanfaat bagi Anda dari pada hanya mengeluh.

“Bagaimana jika sudah melakukan pengembangan karir, tetapi kondisi tetap tidak mendukung? Tetapi, orang-orang tetap tidak mendukung?”

Jangan khawatir. Karena bumi Allah itu luas. Jika Anda memang mengembangkan karir dengan baik, Anda bisa mendapatkan banyak peluang. Bukan hanya di perusahaan dimana Anda bekerja saat ini, namun di perusahaan-perusahaan lain yang jumlahnya sangat banyak.

Perusahaan-perusahan menginginkan karyawan terbaik. Cam kan itu! Anda tidak perlu khawatir untuk mencari peluang di perusahaan lain jika Anda seorang juara. Tidak akan sulit. Jika Anda masih takut, artinya ada belum cukup percaya diri dan kualitas diri Anda masih perlu ditingkatkan.

Demi mendapatkan karyawan terbaik, perusahaan menggunakan jasa Head Hunter. Artinya orang yang berkualitas itu diburu, bukan memburu pekerjaan. Tanyakan pada diri Anda, apakah Anda termasuk orang yang memburu perusahaan atau perusahaan yang memburu Anda? Jika Anda masih berpikir sulit mencari pekerjaan, artinya termasuk orang yang masih memburu, bukan diburu.

“Perusahaan saya tidak adil!”

Banyak juga yang mengeluh, bahwa perusahaannya tidak adil. Katanya orang berprestasi diabaikan, sementara orang yang OMDO (omong doang) malah dapat posisi yang bagus.

Begini: ada dua kemungkinan jika Anda berhadapan dengan kondisi seperti itu.
  • Itu hanya anggapan Anda saja, Anda hanya mampu menyalahkan orang lain, Anda hanya mampu melakukan pembenaran atas kesalahan atau kekalahan Anda. Mudah-mudahan bukan ini, jika benar ini maka saatnya untuk berubah. 
  • Kemungkinan kedua adalah Anda bekerja di perusahaan atau atasan yang bodoh, dimana mereka hanya terpengaruh oleh omongan saja. Jika ini terjadi, buat apa Anda menghabiskan waktu hidup Anda untuk bekerja di perusahaan seperti itu?
Berubahlah Menjadi Pribadi yang Diburu Perusahaan

Terlepas apa pun yang terjadi. Apakah hanya alasan Anda atau perusahaan yang bodoh, jawaban yang tepat adalah mengubah diri menjadi pribadi yang diburu perusahaan karena kualitas dan kemampuan Anda. Ini akan menjadi solusi terbaik. Jika Anda bekerja di perusahaan bodoh, Anda tidak akan takut untuk mencari karir di perusahaan lain, sebab akan banyak perusahaan yang membutuhkan Anda. Jika Anda masih takut untuk berhenti dari perusahaan yang Anda anggap bodoh, artinya apa? Silahkan jawab sendiri.

Bagaimana cara berubah menjadi karyawan yang diburu perusahaan? Jawaban sudah Anda ketahui, yaitu kualitas dan kemampuan Anda plus punya kemampuan dalam memasarkan diri. Itu!

Pertanyaanya, sudahkan Anda punya program untuk pengembangan karir Anda? Jika perusahaan Anda perusahaan yang bagus atau tempat ideal Anda, maka Anda bisa terus mengembangkan karir di tempat saat ini. Jika Anda tidak puas dengan perusahaan Anda saat ini, maka rencanakan pengembangan karir secara umum, jangan berpikir sempit, sebab tempat bekerja bukan hanya di satu perusahaan.

Rahasia Menjadi Karyawan Yang Diburu

Ya, rahasianya sederhana, yaitu menjadi karyawan yang TERBAIK. Anda harus menjadi seorang JUARA. Alasannya juga sederhana, sebab persaingan akan terus ada, orang-orang hebat akan terus bermunculan. Jika Anda bukan orang terbaik, maka perusahaan tidak akan memburu Anda, tetapi orang lain yang lebih baik dari Anda.

Silahkan baca Meningkatkan Daya Saing Pribadi Atau Anda Tersisihkan. Anda harus punya daya saing pribadi, atau Anda akan akan tersisihkan, sebab semua orang akan mencari yang terbaik. Mental Juara Itu Perlu!

Inilah langkah-langkah agar Anda menjadi pribadi terbaik.

Pertama: mulailah punya keinginan menjadi yang terbaik. Menjadi terbaik bukan berarti sombong, bukan berarti merendahkan orang lain. Pemahaman yang salah ini menjadikan banyak orang yang enggan menjadi yang terbaik karena takut riya atau sombong. Konsep beda, riya atau sombong, berbeda dengan menjadi orang yang terbaik dalam bidang Anda. Sombong/riya adalah masalah akhlaq, menjadi terbaik adalah masalah kemampuan Anda. Tahukah Anda ada orang sombong meski dia tidak punya kemampuan? Artinya sombong tidak ada hubungannya dengan kemampuan.

Kedua: Pemilihan bidang yang akan Anda geluti. Nah ini, banyak yang salah pengertian, seorang juara harus baik dalam segala bidang. Tidak, cukup bisang spesifik saja. Apa yang paling menguntungkan untuk Anda. Dengan memilih bidang yang tepat, kita bisa fokus dan bisa menjadi juara.

Ketiga: Fokuslah untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Berusaha, mencoba, berlatih, dan belajar harus menjadi pekerjaan utama Anda.

Sumber: Motivasi Islami
Oleh Rahmat ST


Sederhana, bagaimana Anda akan berhasil jika Anda loyo dalam bekerja? Anda harus memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja untuk berhasil. Dan, ini berlaku bagaimana pun kondisi tempat Anda bekerja. Motivasi kerja berkaitan dengan tindakan, tindakan berkaitan dengan hasil, dan hasil berkaitan dengan kontribusi Anda bagi perusahaan.

Perusahaan atau atasan yang baik, tentu akan melihat sejauh mana kontribusi Anda dalam bekerja. Kontribusi selalu menjadi penilaian utama sebuah perusahaan berkaitan dengan jenjang karir si karyawan. Jika tidak, maka perusahaan tersebut bodoh. Jangan habiskan hidup Anda bekerja di perusahaan yang tidak menghargai kontribusi karyawannya.

Ada 3 cara terbaik yang sudah saya pilihkan disini agar Anda bisa memotivasi diri Anda dalam bekerja. Mengapa harus bisa memotivasi diri? Sebab Andalah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan motivasi Anda. Tidak usah menuntut orang lain atau perusahaan. Miliki inisiatif untuk memotivasi diri, sebab hasilnya akan kembali kepada Anda.

Cara Hebat Memotivasi Diri Dalam Bekerja adalah Dengan Menjadi Juara

Saya sengaja, membahas cara ini menjadi pembahasan yang pertama. Bukan berarti paling penting, namun saya lihat banyak orang yang melupakan ini. Mereka bekerja hanya sekedar bertahan untuk mendapatkan gaji bulanan. Cara kerja seperti ini memiliki motivasi yang rendah, sebab tujuannya hanya sekedar tidak dipecat.

Coba bayangkan, jika Anda memiliki target menjadi juara, maka bukan hanya tidak dipecat tetapi juga akan mendapatkan peluang mendapatkan gaji atau posisi yang lebih baik. Untuk itu, miliki target menjadi juara. Artinya memberikan kontribusi yang terbaik bagi perusahaan menjadi mindset Anda dalam bekerja.

Ini cara hebat, Anda akan memiliki motivasi yang berlipat ganda, jika ingin menjadi juara. Mulai sekarang, tekadkan dalam diri, bahwa Anda akan menjadi juara dalam karir yang sedang Anda jalani saat ini.

Cara Sederhana Dan Ampuh Motivasi Kerja

Nah, ini adalah cara sederhana memotivasi diri dalam bekerja, namun hasilnya sangat ampuh, plus berpahala. Apa itu? Ya, caranya ialah dengan bersyukur. Syukuri Anda memiliki pekerjaan. Banyak orang yang antri menginginkan posisi Anda dan sekarang Anda sudah memilikinya. Bukankah ini nikmat yang perlu Anda syukuri?

Masalahnya, dengan berbagai masalah dan ketidakpuasan, kita suka lupa bersyukur. Dalam pikiran kita, selalu saja yang terpikirkan adalah hal-hal yang tidak kita sukai atau tidak menyenangkan. Kondisi pikiran seperti ini akan menjauhkan kita dari bersyukur, pikiran jadi negatif, dan banyak energi terbuang tak berarti. Emosi negatif adalah kebocoran energi terbesar.

Anda boleh kecewa dengan lingkungan atau atasan Anda, namun Anda tetap harus mensyukuri nikmat Anda bisa bekerja di tempat bekerja saat ini. Bukankah pekerjaan ini masih dibutuhkan dan bermanfaat bagi Anda? Ya, tentu saja, buktinya Anda masih bekerja. Jika tidak bermanfaat, seharusnya sejak dulu sudah ditinggalkan.

Ingat nikmat ini, syukurilah agar Allah menambah nikmat Anda.

Cara Yang Tidak Boleh Dilewatkan Dalam Memotivasi Diri Saat Bekerja

Dan satu hal paling penting dan tidak boleh dilewatkan adalah motivasi kerja untuk ibadah. Bekerja adalah dalam rangka Anda mencari rezeki halal dan memberi nafkah bagi anak dan keluarga Anda. Ini adalah ibadah. Untuk itu tidak boleh dilakukan dengan asal atau seenaknya. Ingat, ibadah itu untuk Allah, aneh rasanya jika kita melakukannya asal-asalan.

Saat kita sadar bahwa bekerja itu ibadah, ini akan menambah motivasi bagi kita agar kita bekerja dengan serius, dengan cara-cara sesuai syariat, dan tentu saja dengan niat ikhlas, beribadah hanya karena Allah. Bukan berarti tidak berharap imbalan, tetapi justru kita bekerja keras mendapatkan imbalan untuk menafkahi keluarga dengan ikhlas.

Ada dua syarat agar bekerja kita bernilai ibadah:

  1. Bekerja sesuai dengan syariat: tidak bekerja di tempat yang diharamkan dan menjalankan pekerjaan dengan cara-cara yang tidak dilarang oleh agama.
  1. Niatkan bekerja dengan ikhlas. Selalu perbaharui niat kita setiap saat agar bekerja kita selalu bernilai ibadah. 
Jadi tidak cukup hanya dengan niat. Bekerja di tempat yang diharamkan tetap haram meski pun niatnya untuk memberi nafkah. Begitu juga bekerja dengan cara-cara yang dilarang juga tidak akan menjadi ibadah meski niatnya baik. Sebaliknya, saat Anda sudah bekerja ditempat yang diridlai Allah, tetapi niatnya hanya semata mencari uang, tidak akan bernilai ibadah.

Tidak harus bekerja di lembaga atau perusahaan syariah. Anda bekerja diperusahaan dagang biasa, selama yang diperdagangkannya tidak dilarang dan dilakukan dengan cara yang tidak dilarang juga, itu sudah pekerjaan yang sesuai syariah. Jadi, tidak perlu dipersempit harus di lembaga atau perusahaan syariah saja. Tempat bekerja itu luas.

Kesimpulan

Ada tiga cara yang akan memotivasi Anda dalam bekerja. Yang pertama, tekadkan untuk memberikan konstribusi terbaik bagi perusahaan alias menjadi juara. Kedua sadari bahwa kerja adalah nikmat yang patut kita syukuri. Dan yang ketiga, sadari bahwa kerja adalah ibadah. Insya Allah dengan ketiga hal ini terpatri dalam hati kita akan memotivasi kita saat bekerja.

Sumber: Motivasi Islami