Select Menu

ads2

Slider

Featured Post (Slider)

Rumah - Interior

Recent Comments

Kesehatan

Social Icons

google plus facebook linkedin

Artikel Popular

Portfolio

Motivasi Kerja

Travel

Performance

Cute

My Place

Motivasi Kerja

Racing

Videos

(http://www.logammulia.com)

Emas adalah investasi yang tak lekang oleh waktu. Nilainya yang stabil membuatnya cocok untuk berbagai tujuan. Namun, dalam melakukan investasi emas, perlu diperhatikan sejumlah faktor. Pilihan jenis emas yang dibeli dan tempat penyimpanan menjadi hal yang harus dipertimbangan dengan matang.

Saya masih ingat ketika pertama kali terima gaji. Ibu saya menyarankan membeli emas sebagai simpanan. Katanya, emas itu nilainya tidak pernah turun dan jika dibutuhkan mudah sekali dijual. Mulai dengan sedikit dulu, tidak apa – apa, asalkan rutin, demikian pesan ibu saya. Sejak itu, saya selalu berusaha menyisihkan dari gaji, walaupun sedikit, untuk membeli emas secara rutin.

Banyak yang menganggap investasi emas itu mudah. Tinggal datang ke toko emas dan bawa pulang emasnya. Meskipun tampaknya mudah, sebetulnya ada beberapa hal yang wajib jadi perhatian. Hal yang perlu dipertimbangkan, bahkan sebelum mulai berinvestasi.

Pertama, saya menghindari membeli emas yang tidak menerima fisiknya langsung. Cash and Carry. Terkesan kuno ditengah zaman digital, tetapi keamanan lebih penting. Meskipun banyak tawaran, yang tidak jarang menawarkan keuntungan menggiurkan, berinvestasi emas tanpa menerima fisiknya.

Membeli emas tanpa mendapatkan fisiknya perlu extra hati-hati. Wajib dipastikan pihak lain yang menyimpan emas memang betul – betul memegang janjinya dan dapat dipercaya. Emas disimpan pada tempatnya dan investor dapat mengambilnya kapan saja.

Karena memastikan ini tidak mudah, saya memilih menghindari tawaran investasi emas yang tidak menyerahkan fisik langsung. Sudah banyak kejadian, emas yang sudah dibayar dan dijanjikan disimpan, ternyata tidak dapat diambil oleh pemiliknya saat diminta. Tidak sedikit yang rugi karena kasus investasi bodong.

Kedua, jenis emas yang dibeli sebaiknya adalah Logam Mulia (LM), bukan perhiasan. LM adalah emas batangan murni standar 99,99%; produksi BUMN PT Aneka Tambang (ANTAM). Setiap LM memiliki sertifikat resmi, menjamin keaslian, yang dikeluarkan oleh ANTAM.

Karena bentuknya dan kwalitasnya yang standard, harga emas batangan LM menjadi standard. Setiap hari harganya dipublikasikan oleh ANTAM yang menjadi dasar jual – beli di pasar. Kemungkinan pemalsuan juga lebih kecil dengan adanya sertifikat resmi. Tidak ada pula tambahan ongkos pembuatan, yang umum di perhiasan, sewaktu membeli LM.

Dengan karakteristik seperti ini, LM menjadi cocok dijadikan investasi. Barangnya, standard, ada patokan harga dan mudah diperjualbelikan.

Perhiasan bukannya tidak bisa dijadikan investasi. Bisa saja. Namun, harga perhiasan tidak punya patokan resmi. Bentuknya yang customized membuat penilaiannya menjadi subjektif. Alhasil, harga amat tergantung negosiasi dengan toko emas. Lagipula, ada tambahan biaya berupa ongkos pembuatan perhiasan yang lazim diminta oleh toko emas. Ini akan mengurangi nilai investasi emas. Keabsahan perhiasan hanya bergantung pada surat yang dikeluarkan oleh toko emas, bukan oleh institusi dengan reputasi internasional, seperti ANTAM. Akibatnya, kemungkinan perhiasan dipalsukan menjadi lebih besar.

Ini alasan – alasan kenapa perhiasan sebaiknya tidak dipilih sebagai investasi di emas.

Lokasi Toko yang Menjual LM

Dimana membeli LM? Tidak semua toko emas menjual LM. Bahkan, di toko yang menjual pun, harganya bisa lebih mahal dari harga standard yang dikeluarkan oleh ANTAM sebagai produsen LM.

Paling mudah adalah mendatangi pusat penjualan LM di kantor ANTAM di kawasan pulo gadung Jakarta. Disini ANTAM membuka diri untuk menerima pembelian LM secara retail. Harganya sudah pasti harga standard LM. Detil cara pembelian dijelaskan dengan rinci dalam situs www.logammulia.com milik ANTAM.

Namun lokasinya yang cukup jauh dari kantor dan rumah membuat saya tidak pernah membeli di kantor ANTAM. Agak merepotkan harus pulang pergi dengan jarak yang cukup jauh membawa barang berharga.

Alternatif lain adalah membeli LM di kawasan pedagang emas, seperti Cikini dan Blok M. Namun, sebelum membeli di kawasan penjual emas ini, harus hati – hati memastikan harga LM. Dari pengalaman survei ke toko – toko emas, saya menemukan banyak toko yang menjual LM diatas harga referensi ANTAM yang tercantum di situs.

Makanya, sebelum beli, ada baik nya terlebih dahulu melihat harga LM terkini di situs sebagai referensi.

Setelah mencari di banyak toko dan hampir putus asa, akhirnya saya menemukan satu toko yang menawarkan harga LM sama persis dengan harga di situs ANTAM. Awalnya tidak percaya, harganya bisa mengikuti ANTAM. Tetapi, setelah beberapa kali membeli di toko ini dan selalu diberikan harga sama dengan ANTAM, baru yakin.

Nama tokonya, Toko Emas Ibukota yang berlokasi di kawasan pedagang emas Cikini. Lokasinya persis di sebelah bangunan pasar Cikini. Bukan di dalam pasar, tetapi diluarnya. Selain harga yang mengikuti ANTAM, toko ini tidak terlalu ramai dan memiliki ketersediaan LM dalam berbagai ukuran.

Ada toko lain. Toko emas Kaliem di Melawai Plaza. Tokonya lumayan besar, mungkin salah satu yang terbesar. Harga LM disini sedikit lebih mahal dibandingkan harga ANTAM. Namun, lokasi yang lebih dekat ke kantor membuatnya jadi pilihan. Di kawasan Blok M, toko ini yang menawarkan harga LM paling bersaing.

Saat membeli emas, pastikan sertifikat ANTAM terlampir bersama dengan LM dalam satu kemasan. Kode yang di grafir diatas LM harus sama dengan kode di sertifikat. Sertifikat adalah bukti keotentikan LM.

Masih tidak percaya keaslian LM yang dibeli? Bisa datang ke kantor ANTAM dan minta dilakukan pengecekan atas LM yang sudah dibeli. ANTAM menyediakan layanan tersebut. Meskipun, kemungkinan pemalsuan LM yang dibeli di toko emas relatif kecil, tapi lebih baik berjaga – jaga. Apalagi, jika anda melakukan pembelian emas secara rutin dan jumlah emas yang dimiliki sudah semakin banyak.

Perlu diperhatikan, harga emas per gram lebih murah dalam ukuran batangan yang besar. Harga emas per gram ukuran LM 10 gram lebih murah dari ukuran LM batangan 5 gram atau 3 gram. Oleh karena itu, pembelian sebaiknya tidak dalam ukuran kecil. Jika uangnya masih kurang, sebaiknya ditabung dulu, sampai terkumpul. Kemudian baru dibelikan LM dalam ukuran batangan yang besar.

Penyimpanan Emas

Menyimpan emas sebaiknya di Safe Deposit Box (SDB). Yang aman, sewa SDB di bank. Jelas lebih aman dibandingkan disimpan di rumah.

Harga sewa ditentukan berdasarkan ukuran SDB. Ada ukuran kecil, sedang dan besar. Karena emas batangan relatif kecil, SDB kecil sudah memadai.

Pengalaman menyewa SDB ukuran kecil dengan rincian biaya sewa:

Biaya jaminan kunci sebesar Rp 600,000. Dibayar sekali diawal dan bisa ditarik kembali jika masa sewa selesai. Namun, jika kunci hilang, uang jaminan hangus. Biaya sewa sebesar 500 ribu dibayar setiap tahun. Biaya sewa ini naik dari sebelumnya 450 ribu. Biaya sewa hampir pasti naik setiap tahun, meskipun kenaikkannya relatif kecil.

Sebaiknya pilih SDB di lokasi bank yang berdekatan dengan tempat pembelian emas. Dengan begini, LM yang dibeli bisa langsung disimpan di SDB. Mengurangi risiko kehilangan atau kecuriaan jika harus dibawa pulang dulu ke rumah.

Langkah terakhir, mulailah se-segera mungkin. Jangan tunggu sampai uang anda banyak baru mulai investasi LM.

Selamat berinvestasi emas!

Sumber: Duwitmu

Bagaimana orang tua mempersiapkan biaya pendidikan yang kian mahal? Tabungan pendidikan salah satu pilihan orang tua. Padahal, hasil dari tabungan pendidikan anak tidak akan cukup mengejar naiknya biaya sekolah setiap tahun. Tabungan pendidikan anak bukan pilihan terbaik. Sayangnya, banyak orang tua tidak paham akan masalah ini. Tabungan ini tetap paling populer menurut sejumlah survei.

Menghadapi tingginya kenaikkan biaya sekolah, membuat banyak orang tua mempersiapkannya sejak dini. Menurut beberapa survei, cara yang paling banyak dipilih orang tua adalah mencari tabungan pendidikan anak terbaik, seperti yang dilansir ini:
  • Survei majalah SWA tahun 2012 soal perilaku keuangan menengah menemukan kepemilikan tabungan berjangka, jenis tabungan pendidikan, lebih banyak digunakan ketimbang reksadana dan saham yang kepemilikkannya dibawah 10%.
  • Survei harian Kompas tahun 2012 soal persiapan biaya pendidikan menunjukkan hampir 90% orang tua yang di survei menyebut tabungan pendidikan sebagai pilihan mereka.
Apa itu Tabungan Pendidikan Anak

Tabungan ini memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dengan tabungan biasa atau dengan asuransi pendidikan.

Dalam tabungan pendidikan, Anda menabung secara rutin dengan target hasil pada waktu tertentu, yang umumnya disesuaikan dengan kebutuhan biaya dan waktu masuk sekolah nanti. Jika dalam perjalanan Anda meninggal, setoran tabungan pendidikan anak akan diteruskan oleh asuransi. Sehingga, pada saat anak masuk sekolah, biaya pendidikan sudah tersedia.

Meskipun dibandingkan suku bunga deposito, bunganya masih cukup bersaing. Namun, fleksibilitas untuk bisa ditarik dan persyaratan jumlah minimum investasi yang tidak setinggi deposito, membuat tabungan pendidikan menjadi menarik. Cukup dengan simpanan rutin sebesar Rp 100 ribu sebulan, Anda sudah bisa memulainya.

Bagaimana dibandingkan dengan asuransi pendidikan? Dalam asuransi pendidikan anak, Anda setiap tahun membayar premi asuransi selama jangka waktu tertentu sampai anak masuk sekolah. Jika Anda meninggal, asuransi pendidikan akan mencairkan nilai pertanggungan yang sudah disepakati. Jika tidak terjadi apa – apa dalam periode asuransi pendidikan, ada nilai tunai dari pembayaran premi yang bisa ditarik untuk membiayai anak sekolah.

Jadi, apa perbedaanya? kalau asuransi pendidikan, fokusnya adalah fungsi proteksi. Melindungi jika terjadi musibah. Sementara, tabungan pendidikan fokusnya adalah fungsi investasi. Memastikan tersedia dana yang cukup untuk biaya sekolah.

Dalam realitanya di lapangan, Anda akan menemukan produk yang menyatukan kedua fungsi ini. Produk yang memiliki baik fungsi investasi maupun fungsi proteksi.

Misalnya, beberapa tabungan pendidikan sudah menyediakan fasilitas proteksi untuk anak, yaitu asuransi, yang akan meneruskan pembayaran iuran jika penyetor tabungan meninggal dunia. Begitu pula, asuransi pendidikan yang sudah pula menyediakan fungsi investasi dengan menawarkan berbagai instrumen keuangan yang digunakan untuk menempatkan dana. Sehingga, tidak hanya proteksi yang diberikan, namun pemegang polis melakukan investasi atas premi yang dibayar untuk pembiayaan sekolah anak nantinya.

Perlu dicatat bahwa tabungan pendidikan anak bisa punya nama yang berbeda – beda di setiap bank. Ada yang menamakannya tabungan berjangka, tabungan rencana, tabungan investasi dan lain – lain. Anda tidak perlu bingung. Karena, esensi dari produk ini sama saja, yaitu tabungan untuk mempersiapkan sekolah anak – anak nantinya. Lihat karakteristiknya, jangan terpaku oleh namanya.

Hasil Tabungan Pendidikan

Untuk menjawab pertanyaan tersebut dan mencari apakah ada tabungan pendidikan anak terbaik, saya melakukan survei ke tiga bank yang memang sudah dikenal memasarkan produk ini, yaitu:
Saya menilai dengan berkunjung langsung ke masing – masing kantor cabang. Selain mengambil brosur, wawancara juga saya lakukan dengan petugas customer service. Beberapa informasi penting tidak selalu tersedia di brosur. Karena itu perlu ditanyakan langsung ke customer service.

Apa yang jadi fokus perhatian saya dalam menelisik tabungan pendidikan terbaik? Return atau bunga. Itulah point yang dijual atau ditonjolkan oleh tabungan jenis ini. Tabungan ini menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi dari tabungan biasa sebagai cara untuk memenuhi biaya sekolah.

Hasilnya saya rangkum dalam daftar tingkat penawaran bunga dari masing-masing bank. 

Bunga Tabungan Pendidikan tabungan pendidikan anak


Dari hasil survei ini tabungan pendidikan anak terbaik ini, saya mencatat dua hal yang penting.

Pertama, dibandingkan tingkat inflasi tahunan yang sekitar 4 – 5% setahun, bunga tabungan pendidikan sudah amat tipis bedanya. Yang tertinggi bunganya sekitar 5,5%.; itu hanya berbeda 0,5% dari inflasi. Untuk mengalahkan kenaikkan harga barang umum saja, tabungan pendidikan sudah ngos-ngosan. Dan, dalam sejarah ekonomi Indonesia, inflasi pernah di tingkat 6 sampai 8% setahun.

Kedua, kita tahu bahwa kenaikkan biaya sekolah diatas kenaikkan harga barang umum. Inflasi biaya pendidikan senantiasa lebih tinggi diatas inflasi umum. Jadi bisa dipastikan bunga yang ditawarkan tabungan pendidikan dibawah laju kenaikkan biaya sekolah setiap tahun.

Menurut beberapa perencana keuangan independen (apa itu profesi perencana keuangan simak disini) biaya sekolah adalah:
  • Prita Ghozie dalam bukunya, mengutip survei Zap Finance, menyebutkan kenaikkan biaya pendidikan TK – SD adalah 15 – 20% per tahun
  • Riset QM Finansial, lembaga perencana keuangan besutan Ligwina Hananto, menyebut kenaikkan biaya sekitar 15% per tahun
Dari sini, kita bisa sama – sama melihat bunga tabungan pendidikan yang 5,5% versus naiknya biaya sekolah yang 15 – 20% setahun. Perbedaan yang sangat jelas. Tidak perlu dijelaskan lebih lanjut, apakah tabungan pendidikan anak itu pilihan terbaik atau tidak. Self-explanatory!

Pengalaman Saya dengan Tabungan Pendidikan

Masih belum yakin? dengan menggunakan pengalaman sendiri, saya melakukan simulasi apakah tabungan ini bisa memenuhi biaya pendidikan sekolah anak nantinya .

Dana dipersiapkan untuk masuk Taman kanak – kanak (TK) 5 tahun lagi. Saat ini, biaya TK adalah Rp 1 juta per bulan. Menggunakan asumsi kenaikkan biaya 15% per tahun, dalam 5 tahun ke depan, estimasi biaya menjadi berikut:
  • Rp 6.7 juta per bulan tahun pertama dan Rp 7.7 juta per bulan tahun kedua
  • Total biaya yang dibutuhkan untuk TK selama dua tahun adalah Rp 174 juta
Prakiraan Biaya Sekolah tabungan pendidikan anak


Bagaimana cara saya mencapai target dana sebesar Rp 174 juta?
  • Saya menyisihkan Rp 1.5 juta rupiah setiap bulan. Keputusan atas jumlah ini diambil setelah diskusi dengan keluarga dan mempertimbangkan kemampuan keuangan saya miliki
  • Uangnya ditempatkan dalam tabungan pendidikan dengan bunga 5,5% setahun. Ini adalah bunga tertinggi tabungan pendidikan anak dari tiga bank yang sudah saya survei sebelumnya.
Hasilnya? tabungan pendidikan memberikan hasil sebesar Rp 103 juta dalam 5 tahun.

Hasil Tabungan Pendidikan – Tidak Cukup! 


Artinya, saat anak saya masuk TK nanti, meskipun sudah menabung secara rutin, saya masih harus mencari tambahan Rp 70 juta saat itu. Karena biaya TK yang dibutuhkan adalah Rp 173 juta. Jumlah kekurangan yang tidak kecil dan tidak mudah mencarinya.

The numbers speak itself!

Masih ingin menggunakan tabungan pendidikan anak? Mudah – mudahan dengan data ini, sebagai orang tua, kita sadar akan konsekuensinya.

Namun, jika masih ingin menggunakan karena berbagai alasan, bisa saja. Tapi jangan kaget konsekuensinya. Mari kita lihat.

Hasil dari tabungan adalah jumlah yang ditabung dikalikan bunga. Karena bunga tabungan pendidikan anak berada dibawah laju kenaikkan biaya pendidikan, satu-satunya cara memenuhi biaya pendidikan adalah meningkatkan jumlah yang ditabung.

Berapa tambahan yang harus ditabung?

Kembali ke contoh diatas. Dengan asumsi bunga 5,5% setahun, untuk mendapatkan uang Rp 174 juta, saya harus menyisihkan dana sebesar Rp 2.5 juta per bulan yang ditempatkan di tabungan pendidikan.

Tidak tanggung – tanggung kenaikkannya, dari Rp 1.5 juta menjadi Rp 2.5 juta. Sanggupkah keuangan Anda untuk menabung sebanyak itu? Itu pertanyaan yang selayaknya direnungkan. Apakah itu artinya tabungan pendidikan anak yang terbaik?

Kenapa Tabungan Pendidikan Populer

Saya juga harus fair. Nyatanya, tabungan pendidikan anak memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya tetap menjadi pilihan terbaik di mata sebagian besar orang tua. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya.

1. Mudah Prosesnya

Membuka tabungan, prosesnya sangat simpel. Tinggal datang ke bank, semuanya dilayani dalam satu atap dan satu hari.

Setoran dilakukan dengan fasilitas auto-debit secara rutin setiap bulan. Tidak perlu harus datang ke kantor cabang. Cukup sediakan dana, bisa melalu transfer atau setor tunai, ke rekening tabungan biasa (bukan tabungan pendidikan), kemudian setiap bulan bank otomatis akan memotong tabungan tersebut dan menyetorkannya ke rekeningan pendidikan.

Belum lagi, tabungan ini umumnya memiliki asuransi jiwa yang memberikan proteksi buat pendidikan anak. Ketika pemegang tabungan meninggal dunia, asuransi jiwa akan menyediakan uang pertanggungan, sehingga setoran tabungan masih bisa dilanjutkan. Proteksi ini membuat produk ini menarik buat banyak orang.

Beberapa bank bahkan memberikan fasilitas premi gratis untuk asuransi jiwa ini. Anda tidak perlu keluar biaya tambahan untuk mendapatkan proteksi.

2. Produk Keuangan yang Dikenal

Tabungan adalah produk bank yang paling dikenal. Karena dikenal, maka orang berani mempercayakan uangnya disitu. Meskipun instrumen investasi lain, seperti reksadana dan saham punya sejumlah keunggulan dibandingkan tabungan, namun karena mereka belum dikenal, maka sulit untuk diambil sebagai pilihan.

Dalam hal keuangan, bank adalah pilihan utama. Dengan begitu, produk keluaran bank selalu menjadi prioritas utama ketika masyarakat memerlukan instrumen keuangan atau investasi. Ketika muncul kebutuhan mempersiapkan dana pendidikan, tabungan menjadi pilihan pertama karena sudah lebih dulu dikenal. “Tak kenal maka tak sayang”.

3. Persepsi akan Risiko Tabungan yang Rendah

Ini yang paling penting, tabungan ini menawarkan ketenangan karena risikonya boleh dikatakan sangat kecil. Tabungan masuk dalam kategori simpanan yang dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan. Artinya, apapun yang terjadi, gonjang – ganjing, simpanan Anda aman.

Karena begitu pentingnya uang sekolah anak, banyak orang tua justru tidak berani mengambil risiko. Ibarat sebuah iklan yang terkenal, “sama uang sekolah anak kok main-main”, begitu kira – kira pandangan mayoritas orang tua mengenai persiapan dana pendidikan ini. Itu kenapa, meskipun bunganya tidak efektif mengalahkan inflasi, tabungan pendidikan tetap saja jadi pilihan.

Apa Sebaiknya Dilakukan

Apakah dengan begini itu artinya tabungan pendidikan harus dilupakan atau bahkan ditinggalkan (jika sudah mengambil)? Jadi tambah bingung? Sebaiknya bagaimana ?

Tergantung apa tujuannya.

Jika ingin mencapai tujuan keuangan, yaitu terpenuhinya dana pendidikan pada waktunya, jelas tabungan pendidikan bukan pilihan terbaik. Penjelasan diatas sudah sangat gamblang menunjukkan risiko tabungan pendidikan anak, yaitu kekurangan dana akibat rendahnya return produk ini. Anda harus beralih ke instrumen lain yang memberikan return lebih tinggi, yaitu reksadana, saham atau emas (baca Panduan Investasi Emas klik disini).

Dapatkan GRATIS Panduan Investasi Reksadana Dasarklik disini

Tentu saja, pilihan ini mensyaratkan kemauan masuk ke instrumen keuangan lain yang mungkin belum Anda kenal. Anda dituntut untuk terbuka, mau belajar sesuatu yang baru dan berani mencoba. Hal ini bagi sebagian orang bukan perkara mudah, terutama menyangkut produk keuangan yang buat banyak orang bertindak konservatif.

Jika tujuannya lebih kepada ketenangan hati, tidak was-was, dan yang penting bisa menabung secara rutin, pilihan tabungan pendidikan anak adalah yang terbaik. Buat orang di tipe ini, risiko fluktuasi return (yang umum di produk reksadana atau saham) bukan hal yang bisa ditolerir. Stabilitas adalah nomer satu, meskipun itu mengorbankan potensi keuntungan lebih tinggi.

Tidak ada yang paling tahu soal kebutuhan Anda selain Anda sendiri. Jadi kembali lagi, pilihan ada di tangan Anda sendiri untuk menentukan apakah tabungan pendidikan yang terbaik atau bukan.

Namun, sebelum mengambil keputusan, pertimbangkanlah matang – matang. Lihat plus dan minusnya, risiko dan keuntungannya. Jangan karena teman mengambil tabungan pendidikan, Anda buru – buru ikut mengambil, berasumsi itu pilihan terbaik, tanpa tahu untung ruginya. Selamat memilih!

Sumber: Duwitmu

Berikut adalah beberapa persepsi yang salah dan sering timbul dalam mengartikan rencana keuangan keluarga :

  • Rencana keuangan keluarga = berinvestasi 
  • Rencana keuangan keluarga = hanya untuk orang kaya 
  • Rencana keuangan keluarga = asuransi 
  • Rencana keuangan keluarga = hanya dibutuhkan saat Anda sedang mengalami krisis keuangan
Keempat persepsi di atas adalah SALAH karena rencana keuangan keluarga tidak melulu berbicara tentang investasi dan asuransi. Investasi dan asuransi hanyalah bagian KECIL dari rencana keuangan keluarga.

Rencana keuangan keluarga bukan hanya untuk orang kaya saja dan justru merupakan langkah awal yang dibutuhkan oleh SIAPA SAJA yang ingin mencapai kebebasan finansial di masa yang akan datang.

Rencana keuangan keluarga juga seharusnya disusun ketika Anda sedang dalam keadaan sehat secara keuangan sehingga ketika bencana keuangan (financial disaster) menimpa Anda, Anda akan siap setiap saat, bukan sebaliknya.

Perlu diperhatikan bahwa rencana keuangan keluarga merupakan sinergi dari aspek-aspek penting dalam kehidupan keuangan Anda yakni manajemen aset & arus kas, manajemen hutang, manajemen risiko, investasi, serta perencanaan pajak dan warisan.

Apa saja 5 Pilar UTAMA Rencana Keuangan Keluarga ?


1. Manajemen Aset dan Arus Kas (Asset & Cash Flow Management)

Jika Anda ingin mencapai kemandirian finansial, langkah awal yang harus dilakukan adalah mencatat kekayaan serta pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda kemudian mengerti bagaimana mengelola dan mengalokasikan dana untuk tiap-tiap pos kebutuhan termasuk di dalamnya kebutuhan sehari-hari, kebutuhan akan investasi untuk masa depan, dan juga kebutuhan akan proteksi sebagai manajemen risiko.

Sebagai langkah awal, mulai CATAT pemasukan dan pengeluaran bulanan Anda. Anda tidak diharuskan untuk mencatat pengeluaran Anda setiap hari seumur hidup. Tentunya akan lebih baik jika Anda bersedia melakukan hal itu. Akan tetapi, monitoring pengeluaran bulanan Anda setiap 6 bulan / 1 tahun sudah lebih dari cukup untuk dilakukan.

TIPS #1 :

Mulai catat pendapatan dan pengeluaran anda SEKARANG JUGA, tidak perlu menunggu tanggal 1 setiap bulannya. Mulai catat pengeluaran Anda dari sejak Anda membaca tulisan ini, hingga  tanggal yang sama bulan berikutnya. Jika Anda menunggu tanggal 1, saya yakin Anda tidak akan pernah mencatatnya untuk selamanya.

2. Manajemen Hutang (Debt Management)

Jika Anda ingin mencapai kemandirian finansial, langkah berikutnya adalah manajemen hutang. Pastikan Anda tidak memiliki hutang konsumtif seperti hutang KTA atau hutang kartu kredit. Perlu Anda perhatikan, bunga kartu kredit berkisar antara 2%/bulan dan jika dihitung secara sederhana, Anda harus membayar sebesar +/- 24% per tahun dan bunganya pun bersifat compounding (bunga-berbunga).

Tidak ada gunanya bila Anda berinvestasi mengembangkan uang Anda jika di satu sisi Anda justru harus membayar hutang yang bunganya dapat dipastikan di atas hasil investasi Anda.

Artinya, Anda adalah instrumen investasi yang baik bagi bank tempat Anda berhutang karena jarang sekali ada instrumen investasi yang memberikan imbal hasil pasti 24% per tahun. Investasi di pasar saham pun biasanya hanya menghasilkan return +/- 20%-25%, itupun berfluktuasi, bukan fixed rate (pasti) seperti bunga kartu kredit Anda.

TIPS #2 :

Gunakan kartu kredit secara bijak. Manfaatkan kartu kredit untuk kewajiban-kewajiban RUTIN seperti premi asuransi, tagihan listrik, air, telepon, internet, tv berlangganan, atau yang lainnya sehingga semakin memudahkan Anda dalam mengontrol dan mencatat pengeluaran.

Gunakan juga kartu kredit untuk promo-promo yang sering Anda jumpai jika menggunakan kartu kredit tertentu. Hanya saja, pastikan bahwa barang promo tersebut merupakan kebutuhan Anda dan jangan tergiur untuk membeli sesuatu yang bukan merupakan kebutuhan Anda. Bedakan antara ‘keinginan’ dan ‘kebutuhan’.

Selanjutnya, pastikan Anda melunasi tagihan bulanan kartu kredit TEPAT pada waktunya dan jangan hanya membayar minimum pembayaran, apalagi menunggak pembayaran!

3. Manajemen Risiko

Jika Anda ingin mencapai kemandirian finansial, langkah berikutnya adalah manajemen risiko. Risiko dalam kehidupan keuangan Anda dapat dibagi menjadi 2 yaitu risiko jangka pendek dan juga risiko jangka panjang.

Untuk risiko jangka pendek, Anda dapat melindunginya dengan memiliki dana darurat (emergency fund). Besarnya dana darurat berbeda-beda tergantung kondisi keuangan Anda. Yang termasuk risiko jangka pendek adalah kebutuhan-kebutuhan tidak terduga jangka pendek seperti misalnya:

  1. Pengganti pendapatan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sampai mendapatkan pekerjaan baru
  2. Biaya kesehatan jangka pendek (sakit ringan/rawat jalan/rawat inap ringan), kecelakaan di jalan
  3. Risiko kecil kerusakan harta benda (misalnya mobil yang terserempet atau kecelakaan kecil) serta kebutuhan-kebutuhan mendadak lainnya dalam jangka pendek
Untuk risiko jangka panjang dapat dilindungi dengan memiliki asuransi/proteksi. Risiko jangka panjang yang dimaksud misalnya :

  1. Risiko penyakit kritis (penyakit yang membutuhkan perawatan dan memakan biaya besar hingga milyaran rupiah seperti kanker, gagal ginjal, jantung, dll) 
  2. Kecelakaan yg menyebabkan cacat tetap total dan tidak dapat bekerja lagi sehingga kehilangan pendapatan 
  3. Risiko meninggal sehingga keluarga kehilangan sumber pendapatan 
  4. Risiko kerusakan harta benda yang berdampak besar (kehilangan mobil/motor, rumah, bisnis, bangunan, dll).
TIPS #3 :

Hadapilah kenyataan bahwa ada 2 risiko (jangka pendek & jangka panjang) dalam kehidupan keuangan Anda. Jangan sampai Anda bersusah payah mengumpulkan dan mengembangkan kekayaan jika pada akhirnya Anda tidak siap jika risiko datang. Anda tidak pernah tahu kapan risiko akan datang.

Pastikan Anda memiliki dana darurat yang cukup untuk kebutuhan darurat jangka pendek Anda. Pastikan juga Anda memiliki asuransi/proteksi yang cukup untuk mengcover kebutuhan risiko jangka panjang Anda. Pastikan Anda mengerti bagaimana memilih produk asuransi yang tepat sesuai kebutuhan Anda dan mengerti betul bagaimana cara menghitung kebutuhan optimal proteksi Anda.

Pelajari ilmunya dan jangan langsung membeli sesuatu jika Anda tidak paham benar. Risiko ada di tangan Anda dan jangan menyesal di kemudian hari.

4. Investasi Untuk Mencapai Tujuan-Tujuan Keuangan di Masa Depan (Investment)

Setelah Anda melewati 3 prioritas dalam sebuah rencana keuangan keluarga di atas, kali ini saatnya Anda berinvestasi untuk kebutuhan masa depan Anda. Perlu Anda ketahui bahwa 90% orang akan langsung berinvestasi tanpa memperhatikan 3 langkah di atas. Akibatnya, tidak heran jika Anda sering mendengar banyak orang yang terpaksa menjual rugi investasinya karena tiba-tiba ada kebutuhan mendadak. Jangan heran pula apabila Anda sering mendengar banyak sekali orang yang menjual habis aset-aset yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun hanya untuk membiayai penyakit yang dideritanya secara tiba-tiba.

Atau, ada pula keluarga yang ketika sang pencari nafkah utama meninggal, keluarga tersebut terpaksa menurunkan gaya hidupnya dan anak-anak serta keluarganya pun menjadi terlantar dan anak-anaknya tidak dapat melanjutkan pendidikannya hanya karena sang pencari nafkah belum menyadari bahwa risiko meninggal adalah sesuatu yang PASTI, tetapi tidak tahu KAPAN risiko itu akan datang.  Untuk itu, pastikan Anda melewati 3 langkah di atas sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa depan.

Dalam berinvestasi, Anda wajib membagi kebutuhan-kebutuhan Anda menjadi 3 yaitu kebutuhan jangka pendek (1-2 tahun), jangka menengah (3-5 tahun), dan jangka panjang (>5 tahun). Pastikan Anda mengerti bahwa setiap jangka kebutuhan tertentu, masing-masing memiliki instrumen investasi yang berbeda serta imbal hasil dan risiko yang berbeda.

Yang saya amati, 90% orang  yang berinvestasi di instrumen tertentu (deposito, saham, properti, reksadana, logam mulia, dll) tidak tahu apa tujuan investasinya, tidak tahu berapa besar target investasinya, dan tidak tahu kapan hasil investasi tersebut dibutuhkan.

TIPS #4 :

Mulai sekarang, coba tuliskan apa saja kebutuhan-kebutuhan masa depan Anda yang sudah PASTI akan datang, kemudian bagi kebutuhan –kebutuhan tersebut menjadi 3 menurut jangka waktunya (pendek,menengah, dan panjang). Hitung berapa kira-kira kebutuhan tersebut saat ini, kemudian dengan asumsi inflasi yang ada, hitung kebutuhannya di masa datang sehingga Anda dapat mengetahui berapa jumlah yang harus Anda investasikan dari sekarang.

5. Perencanaan Pajak dan Warisan (Tax and Estate Planning)

Langkah selanjutnya dalam perencanaan keuangan yang sehat adalah perencanaan pajak dan warisan. Perencanaan pajak sangat penting untuk dilakukan apalagi jika Anda adalah seorang pemilik usaha. Jika profesi Anda saat ini adalah sebagai karyawan, tidak banyak yang perlu Anda lakukan karena pajak akan dipotong otomatis dari perusahaan Anda secara progresif. Anda hanya perlu melaporkan pajak Anda setiap tahun dan mengisi SPT tahunan.

Untuk perencanaan warisan, di Indonesia memang masih belum terlalu umum karena belum banyak yang menyadari pentingnya distribusi kekayaan.

TIPS #5:

Pastikan Anda melaporkan pajak Anda dan mengisi SPT Tahunan sesuai dengan profesi Anda. Jika Anda merasa telah memiliki kekayaan dalam jumlah tertentu, ada baiknya anda mulai memikirkan perencanaan warisan untuk generasi selanjutnya.

Sumber: Portalkeuangan

Bukankah seharusnya kita tinggal mengikuti nasehat sederhana dari orang tua kita yang bunyinya, ”Dapatkan pendidikan yang bagus, pekerjaan dengan gaji tinggi, serta menabung agar menjadi orang kaya di kemudian hari!”

Seiring dengan perjalanan hidup Anda, Anda mungkin semakin merasa bahwa nasehat orang tua Anda mulai tidak relevan lagi mengingat pendidikan tinggi tidak menjamin Anda mendapat pekerjaan bagus yang bergaji tinggi.

Pekerjaan bergaji tinggi pun tidak menjamin Anda memiliki uang lebih untuk ditabung. Bahkan, menabung pun tidak akan dapat membantu Anda mengalahkan inflasi, apalagi mencapai cita-cita menjadi orang kaya melalui menabung. Rasanya seperti mimpi di siang bolong.

Anda akan terkejut bagaimana perencanaan keuangan keluarga dapat memberi Anda dan keluarga rasa aman dalam membangun masa depan keluarga. Berikut adalah 3 alasan mengapa perencanaan keuangan keluarga sangatlah penting untuk dilakukan :

1. Perencanaan keuangan keluarga dapat melindungi Anda dan keluarga dari bencana keuangan (financial disaster) yang tidak terduga

Mari hadapi kenyataan : Tidak ada seorang pun yang dapat meramalkan secara PASTI arah perekonomian di masa mendatang dan seseorang tidak pernah tahu apabila suatu hari ekonomi yang buruk menyebabkan dirinya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), bahkan meskipun saat ini ia mendapat posisi/jabatan yang sangat bagus. Coba ingat-ingat kasus krisis yang pernah terjadi di masa lampau di mana terjadi pemutusan hubungan kerja yang tiba-tiba dalam jumlah yang sangat BESAR.

Tidak ada seorang pun yang kebal dari penyakit kritis yang mewajibkan seseorang harus menguras habis aset-asetnya hanya untuk membiayai pengobatan. Ditambah lagi, masyarakat dewasa ini cenderung mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak menyehatkan disertai dengan kurangnya olahraga yang tentunya akan semakin meningkatkan resiko penyakit kritis di kemudian hari.

Ada lagi resiko kecelakaan yang mungkin menyebabkan seseorang menderita cacat tetap total yang menyebabkan dirinya tidak dapat bekerja lagi dan menyebabkan keluarganya kehilangan sumber pendapatan.

Bukannya saya bermaksud menakut-nakuti, tetapi ini semua adalah kemungkinan-kemungkinan yang harus Anda hadapi karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Perencanaan keuangan keluarga tentunya tidak dapat menghindarkan Anda dari resiko PHK, penyakit, maupun kecelakaan. Akan tetapi, perencanaan keuangan keluarga dapat membantu Anda mengurangi dampak finansial dari kejadian-kejadian di atas dengan menyediakan dana likuid yang cukup untuk membayar semua kebutuhan hidup Anda dan keluarga serta dapat mempertahankan gaya hidup saat ini, meskipun Anda kehilangan sumber penghasilan untuk waktu yang lama akibat risiko-risiko di atas.

2. Anda dapat membiayai pengeluaran-pengeluaran masa depan yang jumlahnya sangat BESAR tanpa harus merasa khawatir

Banyak kebutuhan-kebutuhan masa depan yang PASTI datang ke hadapan Anda, tetapi hanya 10% orang yang menyiapkannya sejak dini. Kebutuhan-kebutuhan BESAR masa depan ini tidak akan dapat terpenuhi apabila Anda tidak menyiapkannya dari sekarang.

Pengeluaran-pengeluaran masa depan dalam jumlah BESAR yang dimaksud di sini seperti dana pendidikan anak, dana pernikahan (bila Anda belum menikah), dana pernikahan anak Anda, dana pensiun, dana pembelian rumah, dana pembelian kendaraan, dana liburan,  serta biaya-biaya kesehatan yang tidak terduga.

Jika Anda mulai berinvestasi dari sekarang dan mengerti cara memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan-tujuan yang ingin Anda capai, Anda akan memiliki dana yang cukup di masa depan saat kebutuhan-kebutuhan tersebut datang.

3. Anda dapat pensiun dengan tenang sesuai dengan gaya hidup yang Anda inginkan tanpa harus menjadi beban bagi anak Anda maupun sanak saudara lainnya

Melalui perencanaan keuangan keluarga, Anda dapat menyusun rencana/peta menuju pensiun yang nyaman dan merdeka secara finansial. Peran financial planning menjadi sangat jelas dalam hal ini. Anda juga dapat meminta bantuan dari seorang financial planner (perencana keuangan) untuk memberi Anda gambaran dalam menyusun rencana menuju pensiun yang nyaman.

Ketiga alasan di atas hanyalah sebagian ‘kecil’ alasan yang menjawab pertanyaan “Mengapa perencanaan keuangan keluarga sangatlah penting untuk dilakukan ?”

Sumber: Portalkeuangan
(http://finplanner-jauhari.blogspot.com)

Ahli keuangan berpendapat bahwa kita bisa saja membuat kesalahan dalam mengatur keuangan terutama pada kondisi tertentu. Salah satunya saat kita menjadi ibu. Sebagai seorang ibu, tentu saja Anda akan memprioritaskan anak dalam segala bentuk pengeluaran. Hal ini dapat menjebak Anda melakukan kesalahan dalam mengatur keuangan rumah tangga. Maka, kenalilah 5 kesalahan yang umum dilakukan oleh seorang ibu serta mulailah mengatur keuangan dengan lebih baik.

1. Lebih mementingkan dana kuliah daripada dana pensiun

Sebagai orangtua Anda tentu ingin yang terbaik bagi anak-anak. Termasuk mempersiapkannya sebaik mungkin dalam menghadapi dunia. Salah satu cara yang dianggap paling ideal dengan pendidikan yang layak. Tak ada yang membantah bahwa dana pendidikan memang sebaiknya disiapkan sejak dini. Tapi dalam mempersiapkan dana kuliah bukan berarti Anda juga lupa mempersiapkan dana hari tua Anda. Penting bagi Anda untuk tetap memikirkan kelanjutan hidup masa tua. Jangan berpikir ini adalah langkah egois. Orangtua dengan pensiun yang terencana justru memikirkan masa depan anak. Dengan begitu nantinya Anda tak akan memberatkan hidup anak.

2. Tidak ikut ambil keputusan soal keuangan

Banyak ibu yang hanya mengatur uang belanja dan pengeluaran sehari-hari. Mereka tidak ikut memikirkan investasi dan rencana keuangan keluarga. Bila Anda salah satunya, mulai sekarang terlibatlah! Paling tidak ikut sumbang saran. Biasanya pemikiran strategis, taktis dan praktis seorang ibu yang sudah terlatih sehari-hari dalam mengatur keuangan akan berguna.

3. Tidak memberikan uang jajan

Anda mungkin berpikir adalah hal yang baik bagi anak tidak jajan. Karena jajan hanyalah pemborosan dan membuat anak menjadi konsumtif. Akan tetapi sedari dini anak harus belajar untuk bertransaksi dan mengetahui dengan pasti jumlah harus dikeluarkan untuk membeli hal yang dia suka. Uang jajan juga membantu anak belajar mengatur keuangan sekaligus belajar membatasi pengeluarannya. Yang penting Anda harus konsisten terhadap jumlah yang dikeluarkan perhari untuk anak.

4. Kompromi dengan upah yang lebih rendah

Sebagai ibu terutama dengan anak yang masih kecil, Anda harus memiliki waktu dan bergerak dengan fleksibelitas yang tinggi. Biasanya, demi jam kerja yang fleksibel, ibu bekerja rela diupah atau mendapat bayaran lebih sedikit. Padahal ujung-ujungnya, dengan penghasilan Anda pun tetap tak bisa menabung atau berinvestasi.

5. Malas mengurus rumah

Anda harus tetap mengurus rumah.Terutama keperluan anak sekolah seperti seragam, pakaian, sepatu hingga buku pelajaran. Bila Anda lalai, semua itu akan lebih cepat rusak. Ini berarti Anda harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli yang baru. Keawetan sebuah barang juga bergantung pada perawatannya. Maka, merawat rumah dengan baik, juga merupakan cara berhemat. Tentu Anda tak perlu turun tangan langsung jika ada hal yang bisa didelegasikan pada asisten rumah tangga. Yang perlu Anda lakukan adalah tetap mengawasinya serta memastikan semua terawat dengan seharusnya.

(http://tipsorangsukses.blogspot.com)

Mengelola dan mengatur keuangan rumah tangga memang tidak mudah, khususnya bagi para pengantin baru. Bahkan sekitar 79 persen calon pengantin ternyata belum mampu mengelola keuangan pribadi mereka ketika akan menikah. Tak jarang, mereka menggantungkan pengelolaan keuangan kepada pasangannya. Padahal pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga adalah kunci kehidupan rumah tangga lebih baik dan sejahtera. Berikut beberapa kesalahan mengelola keuangan yang sering dilakukan para pengantin baru:

1. Rekening sendiri-sendiri

Hanya karena sedang jatuh cinta, pasangan yang baru menikah akan selalu merasa punya ide dan pikiran yang sama. Mereka berpikir untuk tetap memiliki rekening pribadi masing-masing, dan menggunakan uangnya masing-masing untuk keperluan rumah tangga. Toh, selama ini masing-masing hidup dengan mengandalkan keuangan pribadinya masing-masing. Namun, hal ini jangan dibiarkan. Ahli keuangan menyarankan untuk memiliki rekening bersama (selain rekening pribadi), agar Anda berdua bisa memiliki tanggung jawab bersama. Misalnya ketika ingin menginvestasikan uang, maka keputusan ini harus dilakukan bersama.

2. Pencari nafkah bertanggung jawab penuh dalam mengelola keuangan

Pernyataan ini berlaku untuk para ibu rumah tangga yang tidak bekerja, sehingga sang suami menjadi satu-satunya pencari nafkah. Terkadang hal ini membuat perempuan merasa tak punya hak untuk mengelola gaji suaminya. Meskipun menunjukkan rasa kepercayaan satu sama lain, namun seharusnya pengaturan keuangan ini disusun sesuai kesepakatan dan kebutuhan bersama. Bagaimana pun, perempuan memiliki kelebihan dalam hal detail, sehingga perhitungan pemasukan dan pengeluaran harus tetap melibatkan peran ibu.

3. Hanya memikirkan kebutuhan saat ini

Beberapa pengantin baru terkadang kurang mempersiapkan keuangan mereka dalam jangka panjang. Entah karena belum terpikirkan tentang masa depan, pengantin baru justru berkonsentrasi untuk mengatur keuangan dalam jangka pendek saja. Misalnya menghabiskan banyak uang untuk memuaskan keinginan memiliki barang-barang yang bagus, entah itu gadget dan peralatan rumah tangga yang mewah.

Tak ada salahnya untuk memenuhi keinginan belanja saat ini. Hanya saja, pengaturan penggunaan keuangan saat ini dan bagian yang ditabung untuk masa depan juga harus dipikirkan sejak awal. Hal ini berguna sebagai tabungan di saat yang tak terduga. Pengaturan keuangan pribadi dan bersama dengan baik bisa membantu mengamankan masa depan, bahkan ketika memasuki masa pensiun nanti. Maka dari itu tetap bijak dalam mengatur keuangan keluarga.

(http://perencanakeuangan.yukbisnis.com)

Menimang buah hati masih menjadi keinginan mayoritas pasangan suami-isteri yang menikah. Kehadiran anak, bahkan, dianggap sebagai penanda kesempurnaan sebuah rumahtangga. Sayangnya, keluarga muda kerap lupa bahwa dengan kehadiran anak berarti ada tanggung jawab finansial lebih yang harus dipersiapkan, mulai dari pemenuhan kebutuhan primer hingga kebutuhan pendidikan di masa yang akan datang.

Kalau keluarga muda tak memiliki kesadaran finansial, bukan tak mungkin justru kebutuhan anak menjadi telantar. Anda tentu tak ingin hal ini menimpa pada sang buah hati bukan? Karena itu, ketika anak pertama mulai hadir dalam keluarga muda, mereka mesti menilik neraca keuangan.

Perencana keuangan dari Taatadana Consulting Felicia Imansyah mengatakan, awal pernikahan merupakan masa penting pembangunan pondasi keuangan keluarga untuk masa yang akan datang. Sebab, makin lama kebutuhan keluarga akan semakin kompleks dengan bertambahnya anak, usia, dan kebutuhan hidup. “Karena itu, keluarga muda harus hemat dan cermat sejak awal berkeluarga,” kata perempuan yang biasa disapa Lici ini.

Perencana keuangan dari Fin-Ally Financial Planning and Consulting Pandji Harsanto mengoreksi kebiasaan tidak baik yang dilakukan keluarga muda ketika mendapatkan anak pertama, yakni membeli kebutuhan untuk sang buah hati secara berlebihan. Sebut saja, membeli pakaian dan perlengkapan bayi hingga menumpuk. Padahal, masa pertumbuhan yang cukup pesat pada usia bawah lima tahun (balita) menyebabkan sandang tak akan dipakai dalam waktu yang lama.

Saran Pandji, sebaiknya keluarga membeli keperluan bayi secukupnya saja. “Kalau dapat pinjaman stroller dari saudara misalnya, tidak perlu malu memakainya. Atau, bisa menyewa saja perlengkapan bayi,” kata Pandji. Kekeliruan yang dilakukan keluarga muda tersebut biasa terjadi karena saking senangnya mendapatkan momongan.

Pos-pos penting

Alih-alih memboroskan uang untuk keperluan yang bersifat sementara, para perencana keuangan menyarankan agar keluarga segera melengkapi pos-pos kebutuhan yang bertalian dengan kepentingan anak. Nah, berikut ini beberapa pos yang harus segera dialokasikan:

Menambah dana darurat

Sebelum melebarkan sayap dengan membeli proteksi atau berinvestasi, keluarga wajib memiliki dana darurat. Dana darurat ini bertujuan untuk kas cadangan jika sewaktu-waktu sumber pendapatan terganggu.

Perencana keuangan mengatakan ketika keluarga muda belum memiliki anak, dana darurat bisa dicadangkan tiga hingga enam kali dari total pengeluaran bulanan. Jadi, semisal pengeluaran bulanan Rp 7 juta maka dana darurat yang mesti terkumpul Rp 21 juta - Rp 42 juta.

Namun, ketika sang buah hati mulai melengkapi hidup keluarga Anda, dana darurat harus segera diinjeksi lebih banyak menjadi enam hingga sembilan kali. Masih dengan contoh yang sama, yakni pengeluaran bulanan Rp 7 juta, maka dana darurat yang harus dipenuhi adalah Rp 42 juta - Rp 63 juta.

Pandji memaklumi pemenuhan dana darurat sebanyak sembilan kali tak akan mudah bagi semua keluarga muda. Solusi dia, pada permulaan bisa dikumpulkan 30% dari sembilan kali dana darurat dulu. Atau, jika melanjutkan contoh dia atas, dana darurat yang harus dipenuhi di awal sebesar Rp 18,9 juta.

Nah, sambil jalan, keluarga muda bisa memenuhi porsi yang disarankan tersebut. Dengan modal 30% dari dana darurat sudah terpenuhi saja, keluarga muda bisa menginjak pada pos selanjutnya, yakni membeli asuransi jiwa.

Catatan Lici, dana darurat harus likuid alias mudah dicairkan. Karena itu, cara mengatur keuangan keluarga menyarankan dana ditempatkan di tabungan, deposito, logam mulia, atau reksadana pasar uang.

Membeli asuransi jiwa

Ketika mulai memiliki anak, sebaiknya keluarga membeli asuransi jiwa. Asuransi jiwa ini bertujuan untuk melindungi risiko finansial si pencari nafkah dalam keluarga. Dengan harapan, jika terjadi sesuatu pada pencari nafkah yang menyebabkan sumber pendapatan macet, ada asuransi yang bisa menggantikan fungsi tersebut.

Uang pertanggungan asuransi bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup si anak hingga dewasa. Saran Lici, keluarga harus menghitung benar proyeksi kebutuhan anak hingga dewasa. Besaran uang pertanggungan (UP) yang diinginkan tersebut akan mempengaruhi berapa besar premi yang mesti dialokasikan. Sebab, besar-kecil premi ini tentu akan menggerus pemasukan bulanan keluarga.

Jika kondisinya suami maupun isteri bekerja, apakah perlu masing-masing membeli asuransi jiwa? Perencana keuangan dari Fahima Advisory Fauziah Arsiyanti bilang, tergantung fungsi dari masing-masing gaji. Bila gaji suami dan isteri menjadi sumber pokok pemenuhan kebutuhan keluarga, masing-masing wajib membeli asuransi jiwa. Sebaliknya, jika salah satu gaji tidak menopang pemasukan keluarga secara signifikan, pemilik gaji tidak perlu membeli asuransi jiwa.

Pandji menambahkan, bahkan bisa saja, baik suami maupun isteri, tak membeli asuransi jiwa. Dengan catatan, “Selama memutar roda ekonomi, ada passive income dari kepemilikan aset yang jumlahnya jauh lebih besar dari gaji bulanan,” terang Pandji. Selain asuransi jiwa, asuransi lain yang wajib ditambahkan adalah asuransi kesehatan bagi si buah hati. Rata-rata perusahaan asuransi mensyaratkan minimal usia kepesertaan asuransi kesehatan adalah 30 hari. Sebaiknya, sejak usia tersebut anak dibelikan asuransi kesehatan. Saran perencana keuangan, keluarga bisa membeli asuransi kesehatan kumpulan. Dengan begitu, premi yang dibayar bisa lebih mini.

Investasi pendidikan

Bukan cuma kebutuhan sandang atau pangan anak yang menyedot dana besar, tapi juga pendidikan. Perencana keuangan menyarankan, sejak anak hadir dalam hidup Anda, harus segera dibikin pos dana pendidikan. Lici bilang, investasi pendidikan bisa dibagi berdasar jenjang pendidikan, misal tingkat play group, TK, SD, SMP, SMU, dan perguruan tinggi.

Pemilihan keranjang investasi bisa disesuaikan dengan jenjang pendidikan tersebut. Makin jauh jenjang pendidikan yang akan dituju tentu pilihan keranjang investasi bisa makin agresif dengan harapan mendapat imbal hasil lebih besar. Pilihan produk investasinya, seperti logam mulia untuk jangka pendek, reksadana campuran untuk jangka menengah, dan reksadana saham untuk investasi jangka panjang.

Jika keluarga muda kesulitan memenuhi semua jenjang investasi pendidikan sekaligus, keluarga bisa mencicil dari pos investasi pendidikan terjauh dulu. Misal, dari berinvestasi untuk pendidikan di perguruan tinggi kemudian berkelanjutan hingga jenjang pendidikan terdekat. “Sebab dana investasi di jenjang pendidikan terjauh justru yang terkecil,” kata Pandji.

Mengencangkan ikat pinggang

Penambahan ketiga pos pengeluaran yang harus dicadangkan tersebut tentu akan membengkakkan pengeluaran keluarga. Jika sumber pendapatan Anda tetap, artinya harus ada strategi yang harus dilakukan. Dengan tujuan, semua pos terpenuhi tapi kebutuhan pokok tak terganggu.

Pandji menawarkan tiga solusi. Pertama, mengurangi pengeluaran. Misal, saat belum punya anak, Anda dan pasangan punya hobi makan malam di restoran atau rekreasi, kebiasaan ini bisa dikurangi. Tilik ulang pengeluaran, seperti penggunaan telepon pascabayar atau kebutuhan hiburan, seperti berlangganan televisi berbayar.

Kedua, menurunkan kelas konsumsi. Taruh kata, Anda dan pasangan semula ke mana-mana hampir selalu mengendarai mobil, padahal punya sepeda motor juga. Nah, apa salahnya mengganti kebiasaan dengan lebih sering mengendarai sepeda motor saja?

Ketiga, menghilangkan kebutuhan. Kalau kedua cara sebelumnya tak manjur juga menekan pengeluaran, sepertinya Anda dan pasangan harus rela menghilangkan beberapa kebutuhan. Misal, semula Anda hobi mengoleksi sesuatu yang menguras uang, kini, itu bisa dihilangkan. Keputusan ini tentu menuntut keikhlasan. Ibarat pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Prihatin dahulu, sejahtera kemudian.


Sahabat Berita Buzz, pada artikel mari kita cermati hadits riwayat Turmudzi dan Ahmad mengenai dahsyatnya kekuatan sedekah. Semoga penjabaran di artikel ini bisa menambah pengetahuan Sahabat untuk menjadi lebih paham mengenai dahsyatnya kekuatan sedekah.

Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumipun berguncang tidak stabil. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an Surat Al Zalzalah. Lalu Allah menciptakan gunung dan memberi manfaat kepada bumi dengan gunung tersebut. Sehingga bumi menjadi stabil, tidak berguncang dan tenang seperti pada planet yang kita tempati ini.

Para malaikat dibuat takjub dan keheranan akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian karena penasaran para malaikat tersebut bertanya kepada Allah SWT "Ya Rabb, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada GUNUNG?".

Allah menjawab,"Ada, yaitu BESI."

Para malaikat masih penasaran dan bertanya lagi, "Ya Rabb, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari BESI?".

Allah Sang Maha Suci menjawab,"Ada, yaitu API. " Seperti kita ketahui, sekeras dan sebesar apapun besi akan cair dan hancur bila dibakar dengan api.

Para malaikat semakin penasaran dan bertanya lagi, "Ya Rabb, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari API?".

Allah Sang Maha Hebat menjawab, "Ada, yaitu AIR". Juga bukan rahasia lagi sebesar apapun api membara atau ada kejadian kebakaran akan padam jika disiram dengan air atau hujan buatan.

Para malaikat bertanya lagi, "Ya Rabb, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari AIR?".

Allah Maha Besar menjawab, "Ada,yaitu ANGIN". Kita juga sudah tahu betapa besar ombak di samudera bergulung-gulung, berlari-lari dan menjadi gelombang raksasa. Semua itu karena dorongan angin.

Akhirnya para malaikat bertanya lagi untuk yang terkahir kalinya, "Ya Rabb, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih DAHSYAT dari itu semua?".

Allah menjawab, "Ada, yaitu amal anak adam yang bersedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."

Subhanallah! Begitu dahsyatnya kekuatan sedekah. Bagaimana Sahabat? Masih ragu untuk bersedekah?. #Sedekah Yukk!!!

Dan yang tidak kalah penting adalah sedekah itu dengan niat tulus, ikhlas dan tanpa ada unsur riya', ujub, takabur atau sombong. Amin.

Demikian, Sahabat. Semoga hadits tadi semakin membukakan hati kita untuk semakin giat bersedekah.

Selamat Beraktivitas!! Dan rasakan dahsyatnya kekuatan sedekah, maka Sahabat Berita Buzz akan kecanduan.

Sumber: Sedekaholic