Select Menu

ads2

Slider

Featured Post (Slider)

Rumah - Interior

Recent Comments

Kesehatan

Social Icons

google plus facebook linkedin

Artikel Popular

Portfolio

Motivasi Kerja

Travel

Performance

Cute

My Place

Motivasi Kerja

Racing

Videos

» » Cara Mengemudi Yang Aman - Defensive driving
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Oleh Achmad Salamun Sa

(http://www.dapurpacu.com)

Seperti dikutip pada judul berita utama di koran “Kompas” hari ini (08 Oktober) dengan judul “Maut Mengintai Setiap Moda”, penulis setuju sekali dan bisa menyimpulkan bahwa betul sekali di Indonesia kecelakaan alat transportasi sudah dalam keadaan kritis dan sudah harus mulai dibenahi, hampir untuk semua moda transportasi saat ini beresiko untuk celaka.

Memang kejadian suatu kecelakaan transportasi tidak bisa dihindarkan dari beberapa penyebabnya yang dipengaruhi oleh faktor prasarana (misal kondisi jalan, marka dan lain-lain), faktor lingkungan atau cuaca, kelengkapan peraturan (termasuk penegakan peraturannya) dan terakhir karena faktor manusia, dan untuk selanjutnya tulisan ini hanya berhubungan dengan faktor manusia terutama Anda sebagai pengemudi.

Faktor Manusia terutama pengemudi atau Pilot atau Nahkoda adalah faktor yang sangat menentukan dalam hal keselamatan transportasi, mereka biasanya dibekali pengetahuan yang cukup tetang alat transportasi yang digunakannya termasuk harus memiliki izin “mengemudi”, berpengalaman, dan tahu secara garis besar mengenai permesinan, misal tahu akan kondisi ban, tahu masalah cuaca, kondisi kendaraan (rem, air radiator, instrumnetasi, alat navigasi, lampu, alat darurat, dan lain sebagainya).

Untuk memudahkan cerita, maka tulisan ini akan lebih membahas masalah tranportasi darat yaitu kendaraan “mobil” dan di dunia mengemudi (berkendaraan) saat ini dikenal 3 (tiga) macam cara mengemudi, yaitu: “Safety Driving”, “Aggressive Driving” dan “Defensive Driving”, dan sebagai gambaran bisa dijelaskan sebagai berikut:

(http://kursusmengemudi.com)

- Safety Driving, adalah mengemudi dengan selamat (mungkin secara guyon sering terbaca dibelakang bak truk yang tertulis “utamakan selamat”), dimana pengemudi dalam berkendaraan hanya mengutamakan selamat bagi dirinya pribadi tanpa memperhatikan sekitarnya, tapi biasanya pengemudi masih memperhatikan peraturan dan cara mengemudi yang baik, Safety driving ini biasa dilakukan oleh pembalap.

- Aggressive Driving, yaitu mengemudi dengan lebih “garang atau menyerang atau ugal-ugalan”, kadang pengemudi sudah tidak memperhatikan peraturan, dan sangat membahayakan pemakai jalan lain, cara mengemudi ini biasanya sudah tidak peduli dengan apapun.

- Defensive Driving, adalah mengemudi dengan cara aman, dengan banyak mengalah, selain cara mengemudi ini akan aman bagi dirinya juga aman bagi pengguna jalan lainnya, sering sebagai moto mereka adalah ‘utamakan keselamatan”

Definisi yang diberikan oleh “National Safety Council’s Defensive Course (USA)” mengenai defensive driving adalah “driving to save lives, time, and money, in spite of the conditions around you and the actions of others”, mungkin secara terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut, defensive driving adalah “untuk menyelamatkan nyawa, waktu dan uang, tanpa memperdulikan kondisi dan tindakan orang lain”, atau dengan kata lain meskipun kondisi jelek, cuaca tidak mendukung, tindakan orang lain sangat membahayakan, tetapi kita mengemudi harus tetap tenang dan menghindarkan diri dari kemungkinan terjadi kecelakaan.

Beberapa saran dalam melaksanakan Defensive Driving adalah:

Tahap persiapan:

- Kondisi Kendaraan, misalnya sebelum melakukan perjalanan, cek dan test setiap peralatan yang ada di mobil anda, misalnya: Kondisi rem, tanda lampu “sign”, lampu mobil, klakson, kondisi ban termasuk bunganya (biasanya masih diatas 1 mm tebal bunganya), oli mesin, oli rem, air pendingin, kondisi wiper, dan lain sebagainya terakhir kap mesin harus sudah rapat.

- Kondisi Peralatan, apakah spare part (minyak rem, ban cadangan, air accu, dll tersedia), alat P3K, Sabuk Pengaman, tools, segitiga pengaman, dan lain sebagainya.

- Kondisi Pengemudi, apakah sudah makan, tidak sakit/fit, sudah tidur cukup, tidak lupa membawa SIM dan STNK yang masih berlaku, memakai baju yang tidak mengganggu dan lain sebagainya.

(http://crazmaniagen.blogspot.com)

Kondisi jalan dan Peraturan:

- Yang paling utama adalah taat pada peraturan lalulintas, mengerti akan arti dari marka jalan, perhatikan kondisi jalan, tahu dengan pasti tujuan Anda mau kemana.

Saat Mengemudi:

- Hindari pengemudi lain yang aggressive (”ugal-ugalan”), sebagai contoh dibelakang Anda ada kendaraan yang terlalu mepet, sebaiknya Anda menghindar dan mempersilahkan pengemudi itu menyusulnya (menyalip), karena bila sesuatu terjadi misalnya saat adanya pengereman mendadak, maka sudah pasti mobil yang dibelakang Anda tersebut akan menabrak kendaraan Anda.

- Turuti aturan lalulintas yang berlaku saat itu, misal berusaha turunkan kecepatan selalu dibawah kecepatan maksimum yang diperbolehkan, dlsb.

- Hindari pandangan yang terhalang, misalnya Anda sedang mengemudi dibelakang container, sehingga pandangan sangat tertutup oleh bak konteiner (”seperti menghadap tembok”) maka Anda harus berusaha menghindarinya dengan pindah jalur.

(http://www.kaskus.co.id)

- Turuti “aturan 2 (dua) detik” (two-second rule) yaitu aturan menjaga jarak di jalan arteri atau jalan biasa, dimana mobil Anda dengan mobil di depan anda harus berjarak selama 2 (dua) detik, mengukurnya misal ada kendaraan didepan Anda melewati suatu tiang maka saat kendaraan Anda sampai di tiang tersebut harus dicapai dalam dua detik, tetapi jarak ini harus bertambah menjadi lebih lama (3, 4, 5 detik) bila kecepatan menjadi lebih kencang misalnya saat mengemudi di jalan tol.

- Menurut teorinya ada 8 (delapan) rahasia mengemudi supaya selamat (diambil dari “http://kidshealth.org”), yaitu:

o Utamakan Keselamatan, janganlah berpikiran atau mempunyai niat agresif dalam mengemudi (”jangan ugal-ugalan”)

o Perhatikan sekita Anda, misal ada pengemudi yang ugal-ugalan, maka patut dihindari oleh Anda sebagai pengemudi yang sadar (tidak ikut gila).

o Jangan tergantung dari Pengemudi lain, maka janganlah sekali kali memperkirakan tindakan pengemudi kendaraan lain, seperti memperkirakan kendaraan itu pasti belok kiri maka kita ke kanan.

o Selalu mempunyai jalan keluar, misal saat ada pengereman mendadak maka bisa menghindarinya.

o Ikuti Aturan 2 (dua) detik, yaitu menjaga jarak sepanjang dua detik dengan kendaraan di depannya, bila di tol maka aturan menjadi aturan 4 (empat) detik, atau bahkan menjadi aturan 5 (lima) detik

o Hindari resiko, sebagai pengemudi harus bisa membaca resiko yang bisa terjadi dan segera hindari resiko itu.

o Fokus mengemudi, hindari mengemudi sambil mengobrol ,makan, minum atau berbicara lewat telpon, sebaiknya betul betul focus mengemudi.

Yang perlu diingat saat mengemudi adalah Anda adalah bagian dari masyarakat jalanan yang saat itu Anda berada, maka Anda harus berprinsip bahwa Anda adalah pengemudi yang membawa kebaikan bagi semua orang disamping buat Anda sendiri serta Keluarga Anda, ingat Istri Anda, Orang tua, dan Anak Anda selalu mendambakan Anda selalu berada di tengah-tengah mereka, kenapa kita harus bertindak konyol dengan mempertaruhkan nyawa atau badan Anda sendiri. Kendali ada ditangan Anda.

Selamat Mengemudi dengan Aman, “UTAMAKAN KESELAMATAN”.

Salam Mengemudi

Sumber: Kompasiana

About Unknown

Beritabuzz.blogspot.com merupakan salah satu divisi pengembangan Portal Online Pengetahuan Umum dari Kios Buku Gema (Gemar Membaca)™.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply