Select Menu

ads2

Slider

Featured Post (Slider)

Rumah - Interior

Recent Comments

Kesehatan

Social Icons

google plus facebook linkedin

Artikel Popular

Portfolio

Motivasi Kerja

Travel

Performance

Cute

My Place

Motivasi Kerja

Racing

Videos

Samsung Galaxy Note Book. ©2014 Softpedia.com

Merdeka.com - Samsung saat ini dikabarkan sedang mempersiapkan sebuah tablet hybrid yang bisa dilipat dan berubah menjadi perangkat smartphone.
Dilansir Softpedia (8/2), tablet hybrid yang akan meluncur ke pasaran dengan nama Samsung Galaxy Note Book ini akan mengubah tatanan perangkat gadget hybrid dunia dengan terobosannya ini.

Saat ini gadget hybrid di pasaran hanya berputar di tablet yang bisa digunakan sebagai laptop dan sebaliknya, ataupun smartphone yang bisa disatukan ke perangkat dengan layar lebih besar seperti gadget ASUS PadFone.

Dengan Samsung Galaxy Note Book ini, maka Samsung akan menciptakan terobosan baru yang berbeda kelas dalam hal gadget hybrid.

Untuk membuat Samsung Galaxy Note Book ini, Samsung akan menerapkan teknologi layar yang bisa dilipat atau nge-trend dengan istilah foldable display.

Layar foldable Samsung Galaxy Note Book ini akan berupa layar AMOLED 7,9 inci (3072 x 2560 piksel) yang bisa dilipat menjadi layar smartphone berukuran ,5, inci dengan resolusi 2K.

Selain itu, tablet hybrid ini akan dilengkapi spesifikasi seperti prosesor Snapdragon 800, RAM 3GB, internal memory 64GB, dan juga mengusung baterai dengan kapasitas daya sebesar 9.500 mAh.

Dengan konsep desain tablet hybrid yang menawan ini, tentu Samsung akan membanderolnya dengan harga selangit nantinya di pasaran. Sayangnya sampai saat in i masih belum diketahui kapan tablet Samsung Galaxy Note Book ini akan diluncurkan ke pasaran.

Untuk melihat bagaimana tampak dari tablet hybrid buatan Samsung ini, Anda dapat melihat videonya berikut ini.


Sumber: Merdeka
Foto: Ilustrasi

JAKARTA - Regulasi impor terkait gadget ternyata tidak menyurutkan penjualan tablet PC di Indonesia. Bahkan lembaga riset International Data Corporation (IDC) memperkirakan penjualan tablet hingga akhir 2013 hingga sekitar 5 juta unit atau naik 38% dibandingkan tahun lalu sebesar 3,6 juta unit.

Penjualan tablet kini tidak hanya didominasi oleh tablet kelas atas seperti iPad dan sekelasnya, namun juga banyak dimeriahkan oleh tablet merek lokal. Meningkatnya pasar tablet juga didorong respon positif terhadap kegunaan, fungsi dan kemudahan yang ditawarkannya.

Tidak hanya memiliki fungsi sebagai alat komunikasi, namun bisa juga digunakan untuk membantu tugas-tugas lain seperti membaca dokumen, mengeditnya bahkan melakukan komputasi dengan menggunakan aplikasi tertentu. Tren pasar juga menunjukkan bahwa konsumen kedepan merespon positif kehadiran perangkat 2-in-1 multitasking. Perangkat baru tersebut menyatukan dua fungsi berbeda pada satu perangkat yang menggabungkan produktivitas, portabilitas dan kemampuan untuk menjalankan aplikasi komputer yang standar.

Agung Coriandri, praktisi teknologi dari Anabatic Technologies, menjelaskan bahwa tren teknologi terakhir menunjukkan bahwa konsumen menyukai perangkat multi-tasking. Mereka lebih condong penggunaan perangkat yang bersifat mobile, ringan, kompak dan portabel, namun memiliki performa layaknya komputer jinjing atau laptop. Hal itu juga didukung fasilitas penyimpanan data yang besar, kecepatan yang tinggi, dan mendukung komputasi melalui aplikasi tertentu.

“Perangkat 2-in1 akan memberikan keuntungan bagi konsumen karena mampu melakukan pekerjaan tanpa harus mengurangi portabilitas dan mobilitas dari sebuah komputer. Konsumen akan bisa menggunakan seperti layaknya laptop biasa, sekaligus bisa mengubahnya menjadi sebuah tablet jika dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Marketing Intel Indonesia, Hermawan Sutanto menjelaskan bahwa kehadiran perangkat 2-in-1 sebenarnya untuk menjawab kebutuhan konsumen akan komputer laptop dengan kinerja handal sekaligus sebuah tablet yang memiliki mobilitas tinggi, dikemas dalam satu perangkat.

“Sebenarnya ini untuk menjawab kebutuhan konsumen yang mencari tablet dengan kinerja dan produktivitas seperti laptop. Karenanya Intel mewujudkan perangkat 2-in-1 yang merupakan gabungan dari fungsi laptop dan kemampuan seperti tablet dalam satu perangkat,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam perangkat 2-in-1 ini Intel membekalinya dengan prosesor Intel Core generasi keempat terbaru. Hal ini untuk mendukung kinerja PC yang handal dengan mobilitas seperti tablet dengan kemampuan grafis yang mumpuni. Prosesor ini juga memiliki kinerja yang handal dibandingkan dengan yang tersedia di laptop pasaran saat ini.(esy/jpnn)

Sumber: Jpnn
ilustrasi Lenovo Flex 14 yang dapat tampil dalam dua mode, laptop seperti model seperti biasa, atau stand karena layarnya dapat diputar hingga 300 derajat (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA News) - Lenovo memperkenalkan Lenovo YOGA 2 dalam lini produk laptop multi-mode di International Consumer Electronics Show 2014.

"Dengan Lenovo YOGA 2, orang-orang tak perlu lagi memilih laptop atau tablet. Produk-produk multi-mode kami adalah yang terbaik di dunia, plus mode-mode baru yang mampu memberikan interaksi yang lebih baik dan lebih mudah serta untuk menyaksikan konten digital pribadi di dalamnya,” kata David Roman, Chief Marketing Officer Lenovo dalam siaran pers, Sabtu.

YOGA 2 yang bisa diputar dan dilipat 360° seperti pendahulunya merupakan model 13 inci dan memiliki ketebalan hanya 0,68 inci serta bobot 1,5 kilogram.

Perangkat ini dilengkapi fitur prosesor hingga Intel Core i7 generasi ke-4, backlit keyboard, serta layar Super High Resolution hingga 3200x1800 QHD+ juga penyimpanan 256GB. YOGA 2 13 inci dijual seharga Rp 16.999.000.-

Sumber: Antaranews
Seseorang memegang PC tablet Toughpad 4K performance yang dipertononkan Panasonic di ajang CES 2014 di Las Vegas. (blogs.windows.com)

Jakarta (ANTARA News) - Panasonic meluncurkan model terbaru dari keluarga Toughpad 4K Tablet yang dijuluki "Toughpad 4K performance model" di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2014 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Versi peningkatan dari Toughpad 4K Tablet yang bersistem operasi Windows 8.1 Pro itu akan mulai tersedia pada musim semi tahun ini, menurut laporan yang ditayangkan di blog resmi Windows baru-baru ini.

Berikut spesifikasi kunci Toughpad 4K performance:

- Prosesor: Intel Core i7 CPU (versi standar Core i5)
- Kartu grafis: NVIDIA Quadro K1000 GPU (standar NVIDIA GeForce GT745M)
- Volume baterai internal telah ditingkatkan
- Berkamera 5 MP di belakang
- Upgraded ports including full-size Ethernet and mini-DisplayPort out
- 2GB dedicated VRAM, 256GB SSD, 16GB RAM
- Dimensi: 18,7 x 13,1 x 0,5 inci.

Sumber: Antaranews
Oleh Ahmad Taufiqqurakhman

(ist)

INILAH.COM, Seoul - Jelang peluncuran Galaxy S5 di ajang MWC 2014, 24 Februari 2014, Samsung sepertinya sedang menyiapkan smartphone dan tablet baru. Apa saja?

Mengutip Sammobile, tablet yang itu adalah Galaxy Tab 4 (berkode SM-T330), dan smartphone yang merupakan varian baru dari Galaxy S4, yakni Galaxy S4 Value Edition (GT-I9515).

Tidak banyak bocoran spesifikasi dari Galaxy Tab 4. Tablet dengan platform Android ini bakal menggunakan layar delapan inci dan hadir dalam dua pilihan warna seperti Galaxy Tab 3 Lite, yaitu Cream White dan Ebony Black.

Sementara itu, untuk Galaxy S4 Value Edition (GT-I9515) bakal menggunakan spesifikasi yang sama dengan versi original Galaxy S4, tapi berjalan pada Android 4.4 KitKat dan akan hadir dengan tujuh pilihan warna, yaitu hitam, biru, merah, ungu, putih, merah muda, dan cokelat.

Namun hingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai harga dan jadwal rilis dari dua perangkat anyar yang sedang disiapkan Samsung ini.

Kita semua bisa berharap bahwa Galaxy Tab 4 dan Galaxy S4 Value Edition tersebut akan diungkap bersamaan dengan Galaxy S5 di ajang Mobile World Congress (MWC) 2014 yang akan dihelat di Barcelona, Spanyol, dua pekan mendatang. [ikh]

Sumber: Inilah
Oleh Wahyu Perdana Putera


(android.com)

INILAH.COM, California - Google mulai agresif menambah lini produk Nexus dengan munculnya tablet misterius yang diyakini Nexus 8 di situs resmi Android. Seperti apa?

Google baru saja meluncurkan Nexus 5 setelah Nexus 7 pada beberapa bulan sebelumnya. Melihat perkembangan terbaru, lini Nexus anyar Google nampaknya tidak akan berhenti disitu.

Jika Anda mengunjungi situs resmi www.android.com dan masuk ke bagian Apps & Entertainment, Anda akan menemukan wujud tablet 8 inci misterius pada sejumlah foto yang ditampilkan.

Tablet ini diyakini wujud asli Nexus 8 dan bukan perangkat rekaan, karena Google tidak pernah menampilkan perangkat rekaan dalam situs resminya.

Dari foto tersebut terlihat perangkatnya menggunakan Android 4.4 KitKat dengan sisi bezel yang lebih tipis. Inilah yang membedakannya dengan Nexus 7.

Mengingat permintaan pasar yang cenderung menginginkan tablet dengan ukuran menengah dan mini, Nexus 8 sangat potensial menggantikan Nexus 10 yang juga dirumorkan selama ini.

Kini yang patut dipertanyakan adalah produsen mana yang akan menjadi pembesutnya setelah LG dan Asus pada Nexus 5 dan 7.

Mari kita tunggu perkembangan selanjutnya. [ikh]

Sumber: Inilah
Oleh Rwin


Dengan tersedianya banyak macam tablet yang beredar dipasar saat ini merupakan hal yang cukup sulit untuk memilih yang tepat. Michael Castor, seorang penemu memutuskan untuk membuat tabletnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan dan memiliki spesifikasi yang dia inginkan.


Perangkat ini disebut PiPad yang merupakan sebuah tablet berukuran 10.75 inci lengkap dengan fungi touchscreennya, port USB, audio jack, dan aplikasi yang tersedia didalamnya. Tablet ini didukung oleh Raspberry Pi dan menggunakan OS Raspbian berbasis Linux yang memungkinkan untuk menjalankan aplikasi yang dibuat untuk OS Linux. Tablet ini terlihat seperti menggunakan barang-barang yang ada, namun total biayanya menghabiskan sekitar $350.



Casing terbuat dari kayu Baltic dan serat karbon. Tablet ini memiliki panjang 10.75 inci, lebar 75 inci, dan ketebalan hanya beberapa inci saja. Untuk perbandingannya iPad Air memiliki ketebalan 0.29 inci dengan layar sentuh sebesar 9.7 inci. PiPad juga memiliki web browser dan dapat menjalankan aplikasi yang dibuat untuk sistem operasi Linux dan menggunakan prosesor Raspberry Pi serta fitur capacitive touchscreen 10 inci. USB port dan Ethernet Port serta Audio Jack memungkinkan pengugna untuk menonton film favorit, video, serta mendengarkan musik.



Baterai yang dipakai PiPad mempunyai kapasitas 10.000 mAh dan mampu untuk bekerja selama 6 jam. Michael Castor menghabiskan waktu sebulan untuk merancang desainnya serta mencari bahan-bahannya. Untuk pengerjaannya, hanya dibutuhkan waktu 2 minggu saja.

PiPad menerima banyak pujian dari para pengembang dan konsumen di Maker Faire, New York. Castor juga memamerkan karya ciptaannya ke pendiri Raspberry Pi, Eben Upton yang akhirnya PiPad ditandatangani pada casing bagian belakang. Michael Castor berharap untuk memperbaiki gadgetnya saat ini dan mungkin saja nantinya akan dikembangkan dengan kamera serta sensor infra merah.





Sumber: Mobile88
Oleh Denny Mahardy


Indonesia menjadi salah satu pasar paling potensial bagi perusahaan pembuat gadget. Komputer tablet adalah salah satu perangkat yang paling diminati masyarakat Indonesia untuk mendukung berbagai aktivitas.

Berkaitan dengan hal tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring menuturkan bahwa pemerintah saat ini sedang mengusahakan agar ada tablet lokal yang berasal dari dalam negeri.

"Kita sudah usahakan ada tablet yang dibuat di Indonesia. Di Batam sudah ada pabrik custom yang berfungsi membuat tablet lokal," ungkap Tifatul yang dijumpai tim Tekno Liputan6.com di kantor Kominfo, Kamis (30/1/2014).

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyebut nantinya produk buatan pabrik di Batam akan memakai merek lokal. Komponen yang akan dipakai di tablet lokal itu kemungkinan ada yang diimport agar lebih efisien.

"Komponennya mungkin kita akan beli juga dari luar kalau memang harus. Nggak semuanya mesti dibuat di sini kalau memang masih bisa dibeli agar lebih efisien," tambah Tifatul selepas acara pelantikan pejabat baru Kominfo.

Nantinya produk tablet lokal buatan Batam itu ditujukan untuk kalangan mahasiswa dan pelajar. Banderol murah bakalan disematkan pada produk yang bakal dilabeli 'Made in Indonesia' tersebut.

"Harganya mungkin Rp 800 ribuan. Pasarnya ya buat masyarakat, khususnya untuk kalangan mahasiswa dan pelajar," katanya lagi.

Meskipun memproduksi tablet lokal, Tifatul mengaku bahwa pabrik komputer tablet itu bukanlah milik pemerintah melainkan pihak swasta.

"Pabrik yang berada di Batam itu hasil kerjasama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dengan pihak lain. Sudah ada swasta kok yang buat, nggak harus semuanya pemerintah yang bikin," tandasnya. (den/isk)

Sumber: Liputan6